Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Mendikdasmen: Tugas Siswa Bukan Ngisi LKS tapi Membaca

Mendikdasmen: Tugas Siswa Bukan Ngisi LKS tapi Membaca
Mendikdasmen Abdul Muti menggelar program Mudik Asyik Baca Buku di Stasiun Senen, Senin (16/3/2026). (IDN Times/Dini Suciatiningrum)
Intinya Sih
  • Pemerintah mengubah sistem tugas siswa dengan mengganti LKS menjadi kegiatan membaca buku dan menulis resensi singkat untuk memperkuat literasi sejak dini.
  • Abdul Mu'ti mendorong kebiasaan menulis pengalaman sehari-hari serta peningkatan akses pojok baca di ruang publik agar masyarakat lebih mudah membaca.
  • Program Mudik Asyik Baca Buku membagikan 24 ribu buku di sembilan lokasi transportasi guna menumbuhkan minat baca anak-anak dan mengurangi ketergantungan pada gawai.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti mengatakan pemerintah mulai menerapkan perubahan kebijakan dalam sistem penugasan siswa. Anak-anak kini didorong lebih banyak membaca buku, sebagai penguatan literasi sejak dini.

Mu'ti menjelaskan kebijakan tersebut membuat siswa tidak lagi dibebani tugas mengerjakan lembar kerja siswa (LKS), tetapi diarahkan membaca buku dan menulis resensi singkat dari bacaan yang dipelajari.

“Sekarang mulai ada perubahan kebijakan baru, di mana penugasan untuk anak-anak itu tidak lagi mengerjakan lembar kerja siswa, tapi membaca buku, menulis resensi singkat dari apa yang dibaca,” kata Mu'ti di Jakarta, Senin (16/3/2026).

1. Siswa didorong buat resensi buku bacaan

Mendikdasmen: Tugas Siswa Bukan Ngisi LKS tapi Membaca
Mendikdasmen Abdul Muti menggelar program Mudik Asyik Baca Buku di Stasiun Senen, Senin (16/3/2026). (IDN Times/Dini Suciatiningrum)

Selain itu, siswa juga didorong untuk menuliskan pengalaman sehari-hari atau hal-hal yang mereka lihat dan alami. Menurut Mu'ti, kebiasaan tersebut menjadi bagian penting dalam membangun budaya literasi sejak usia dini.

“Memberikan kebiasaan mereka untuk menuliskan apa yang mereka lihat, apa yang mereka alami. Inilah yang kami sebut dengan literasi sejak dini,” ujarnya.

2. Mu'ti soroti letak pojok buku

Mendikdasmen: Tugas Siswa Bukan Ngisi LKS tapi Membaca
Suasana mudik di Pasar Senen, Senin (16/3/2026). (IDN Times/Dini Suciatiningrum)

Guna mendukung kebiasaan membaca, pemerintah juga bekerja sama dengan Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, untuk menghadirkan sudut-sudut baca di berbagai ruang publik, seperti stasiun, bandara, dan terminal. Namun, Mu'ti menilai, konsep pojok baca tersebut masih perlu ditingkatkan, agar lebih mudah diakses masyarakat.

“Di stasiun, di bandara, di terminal, itu ada pojok-pojok baca. Tetapi memang karena di pojok, jadi saya sering mengamati jarang ada yang mojok,” kata Mu'ti.

3. Mudik asik bagikan 24 ribu buku ke pemudik anak-anak

Mendikdasmen: Tugas Siswa Bukan Ngisi LKS tapi Membaca
Suasana mudik di Pasar Senen, Senin (16/3/2026). (IDN Times/Dini Suciatiningrum)

Mu'ti mengatakan program Mudik Asyik Baca Buku merupakan upaya pemerintah, agar terus memupuk dan meningkatkan budaya membaca, khususnya bacaan yang berkualitas yang menyasar anak-anak.

"Ini juga sejalan dengan upaya kami untuk bagaimana anak-anak kita ini lebih banyak pegang buku daripada pegang gawai. Karena sekarang ada kecenderungan anak-anak kita ini justru lebih familier dengan gawai daripada dengan buku," ucap Mu'ti, usai bagikan buku.

Mu'ti mengungkapkan dalam program Mudik Asyik Baca Buku digelar di sembilan titik yakni Stasiun Pasar Senen, Stasiun Gambir, Terminal Kalideres, Terminal Kampung Rambutan, Terminal Pulo Gebang, Bandara Halim Perdanakusuma, Pelabuhan Tanjung Priok, Pelabuhan Merak (Banten), serta Terminal Pakupatan di Serang, Banten dengan 24 ribu buku yang akan dibagi gratis ke pemudik.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Rochmanudin Wijaya
EditorRochmanudin Wijaya
Follow Us

Latest in News

See More