BNPB: Korban Banjir Aceh Utara Tak Akan Tinggal di Tenda saat Ramadan

- Sebanyak 4.000 unit hunian sementara telah dibangun untuk korban banjir di Aceh Utara
- Pengungsi akan diberikan bantuan dana tunggu hunian senilai Rp600 ribu per kepala keluarga per bulan selama enam bulan
Jakarta, IDN Times - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memastikan seluruh pengungsi korban banjir di Kabupaten Aceh Utara tidak lagi menempati tenda pengungsian pada Rabu (18/2/2026) sehingga saat bulan Ramadan mereka sudah tinggal di lokasi berbeda.
Rencana pemindahan tersebut akan dilakukan dengan menempatkan pengungsi ke hunian sementara atau ke rumah saudara dan keluarga.
"Kemungkinan pada 18 Februari sudah tidak ada lagi pengungsi di tenda," kata Kepala BNPB, Letjen TNI Suharyanto, saat pengecekan langsung di Desa Bukit Lintang, Kecamatan Langkahan, dikutip dari siaran pers, Jumat (23/1/2026).
1. Total 4 ribu unit hunian sementara telah dibangun

Suharyanto mengatakan, sebanyak 4 ribu unit hunian sementara sedang dibangun sebagai tahap pertama menuju hunian tetap. Saat ini, progres fisik pembangunan tersebut telah mencapai sekitar 30 persen.
"Tantangannya memang jumlahnya sangat besar sehingga harus dikerjakan dalam waktu yang cepat," kata dia.
Pembangunan huntara tersebut melibatkan Danantara, Kementerian PU, pemerintah daerah, TNI, Polri, dan sejumlah lembaga lainnya.
2. Pengungsi akan diberikan bantuan dana tunggu hunian

Selain itu, bagi pengungsi yang memilih tinggal di rumah keluarga, kata Suharyanto, BNPB akan memberikan bantuan dana tunggu hunian. Bantuan tersebut senilai Rp600 ribu per kepala keluarga per bulan dan akan diberikan selama enam bulan.
Dalam jangka waktu tersebut, pembangunan hunian tetap diharapkan telah dapat diselesaikan untuk kemudian ditempati oleh para pengungsi.
3. Peninjauan ke lokasi terdampak yang masih sulit diakses

Usai mengecek pembangunan hunian, Kepala BNPB bersama rombongan juga melakukan peninjauan ke daerah yang masih sulit diakses.
Mereka menyusuri aliran Sungai Jambo Aye di Desa Seulemak menggunakan perahu bermesin untuk melihat langsung sejumlah titik yang terdampak banjir besar pada 25 November 2025.
















.jpg)

