Damkar Jakut Catat 232 Kebakaran Sepanjang 2025, Paling Banyak Korslet

- Korsleting listrik penyebab utama kebakaran, mencapai 54 persen.
- Kecamatan Penjaringan paling banyak kejadian kebakaran, diikuti Cilincing dan Tanjung Priok.
Jakarta, IDN Times - Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu mencatat, sepanjang tahun 2025 terdapat 232 kejadian kebakaran.
"Angka angka tersebut menurun 17 persen dibandingkan 2024 yang mencapai 279 kejadian," kata Kepala Seksi Gulkarmat, Gatot Sulaeman, dikutip laman resmi Pemprov DKI, Selasa (6/1/2025).
1. Penyebab terbanyak korsleting listrik

Gatot mengatakan, korsleting listrik masih menjadi penyebab utama kebakaran dengan persentase mencapai 54 persen.
"Penyebab lainnya meliputi kebocoran gas sekitar 12 persen, pembakaran sampah delapan persen, serta faktor lain di luar itu," kata dia.
2. Kecamatan Penjaringan paling banyak kejadian kebakaran

Gatot merinci, Kecamatan Penjaringan menjadi wilayah dengan jumlah kejadian kebakaran terbanyak, yakni 60 kejadian, disusul Cilincing sebanyak 47 kejadian. Selanjutnya, Tanjung Priok tercatat 37 kejadian, Koja dan Kelapa Gading masing-masing 27 kejadian, serta Pademangan sebanyak 23 kejadian.
"Untuk wilayah Kepulauan Seribu Utara tercatat ada tujuh kejadian kebakaran dan Kepulauan Seribu Selatan sebanyak empat kejadian," kata dia.
3. Total kerugian Rp63,9 miliar

Menurut dia, dari sisi objek terdampak, rumah tinggal menjadi yang paling banyak mengalami kerusakan, yaitu 86 unit. Kemudian, kios atau ruko sebanyak 41 unit, kebakaran sampah 39 kejadian, serta sejumlah objek lainnya.
Secara keseluruhan, kata Gatot, ratusan kejadian kebakaran itu berdampak pada 1.048 kepala keluarga atau sekitar 4.709 jiwa. Tercatat 14 orang meninggal dunia dan 88 orang mengalami luka-luka.
"Total kerugian material akibat kebakaran sepanjang tahun 2025 diperkirakan mencapai lebih dari Rp 63,9 miliar," ucap dia.
















