Kala Mantan Presiden, Wapres, Menlu dan Ketum Parpol Kumpul di Istana

- Presiden Prabowo mengundang para mantan presiden, wakil presiden, menteri luar negeri, dan ketua umum partai ke Istana Merdeka untuk bersilaturahmi serta berdiskusi mengenai isu strategis nasional dan global.
- Pertemuan dihadiri tokoh lintas periode seperti Joko Widodo, Susilo Bambang Yudhoyono, Jusuf Kalla, Ma’ruf Amin, Boediono, serta sejumlah pimpinan partai politik dan organisasi bisnis besar.
- Acara berlangsung di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik dunia akibat konflik antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel yang memanas sejak akhir Februari 2026.
Jakarta, IDN Times - Langit Jakarta mulai gelap ketika iring-iringan kendaraan para tokoh satu per satu memasuki halaman Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (3/3/2026). Malam ini, Istana menjadi titik temu bagi para pemimpin lintas periode.
Jarum jam baru saja melewati pukul 19.00 WIB ketika kesibukan mulai terlihat di pintu utama. Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla (JK), menjadi tamu kehormatan pertama yang menapakkan kaki di sana pukul 19.02 WIB. Di beranda, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi bersama Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya telah bersiaga menyambut kedatangan para negarawan ini.
Hanya berselang tujuh menit dari kedatangan JK, giliran Wakil Presiden ke-13 RI, Ma'ruf Amin, tiba di lokasi. Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menyusul kemudian pada pukul 19.15 WIB, melengkapi kehadiran para pemimpin eksekutif malam itu.
Suasana semakin hangat ketika Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, hadir sekitar pukul 19.20 WIB. Tak lama kemudian, Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Wakil Presiden ke-11 RI Boediono tiba hampir bersamaan. Meski demikian, sosok Presiden ke-5 RI, Megawati Soekarnoputri, tidak tampak hadir dalam pertemuan tersebut.
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menuturkan, Presiden Prabowo secara khusus mengundang para pendahulunya untuk bersilaturahmi. Menurut Teddy, Presiden ingin bertukar pandang dan berdiskusi langsung dengan para tokoh mengenai berbagai isu strategis.
Sementara itu, kesibukan serupa terlihat di Pintu Pilar Istana. Sejumlah mantan Menteri Luar Negeri, termasuk Alwi Shihab dan Marty Natalegawa, tampak hadir memenuhi undangan. Alwi mengaku belum mengetahui detail agenda pembahasan, namun ia memperkirakan diskusi akan menyinggung situasi geopolitik global, terutama kondisi di kawasan Timur Tengah.
Tak hanya itu, para ketua umum partai politik di parlemen turut hadir, mulai dari Ketua Umum Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono, Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan, Surya Paloh, Presiden PKS Al Muzammil Yusuf, Ketua Umum Golkar Bahlil Lahadalia. Ketua DPR sekaligus Ketua DPP PDIP, Puan Maharani, juga terlihat di antara para tamu.
Sejumlah anggota Kabinet Merah Putih, seperti Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Sosial Saifullah Yusuf, Mendiktisaintek Brian Yuliarto, serta Mendikdasmen Abdul Mu’ti.
Tak hanya itu, Ketua Umum Kadin Anindya Bakrie, Ketua Umum Apindo Shinta Kamdani, dan Ketua Umum BPP Hipmi Akbar Himawan Buchari juga hadir pada pertemuan tersebut.
Pertemuan tersebut digelar di tengah memanasnya perang Iran dengan Amerika Serikat dan Israel. Amerika Serikat menyerang Iran pada Sabtu (28/2/2026).


















