Ukraina Mau Bantu Barat untuk Cegah Drone Iran di Timur Tengah

- Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menyatakan siap membantu sekutu Barat menghadapi serangan drone Iran di Timur Tengah dengan mengirimkan pakar dan berbagi informasi pertahanan udara.
- Zelenskyy menegaskan belum menerima permintaan resmi dari Inggris atau negara Timur Tengah, namun Ukraina telah mengumpulkan data penting terkait drone Iran untuk mendukung upaya pencegahan serangan.
- Ia juga menyoroti bahwa perang di Timur Tengah bisa memengaruhi Ukraina karena potensi pengalihan sistem pertahanan udara Barat, sementara Rusia disebut tak lagi mampu menopang Iran secara signifikan.
Jakarta, IDN Times - Presiden Ukraina, Voloydmyr Zelenskyy mengungkapkan kesediaannya untuk membantu sekutu Barat dalam menghalau serangan drone Iran di Timur Tengah. Ia mengaku akan mengirimkan pakar terbaiknya.
“Kami punya orang sangat berpengalaman dalam menghalau drone. Kami siap berbagi informasi. Biarkan rekan kami datang ke kami dan kami akan melanjutkan ini,” terangnya, dikutip dari United24, Selasa (3/3/2026).
Sebelumnya, Zelenskyy mengungkapkan bahwa Ukraina mendukung perubahan rezim di Iran. Sebab, Iran sudah membantu Rusia dengan menyuplai drone Shahed untuk menyerang kota-kota di Ukraina.
1. Belum menerima permintaan dari Inggris

Zelenskyy mengaku bahwa belum menerima permintaan dari Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer soal bantuan menembak jatuh drone Iran di Timur Tengah. Namun, ia mengaku bersedia membantu jika memang dibutuhkan.
“Saya belum menerima permintaan langsung dari Inggris maupun rekan lainnya, atau perwakilan dari Timur Tengah. Saya belum berbicara soal ini, sehingga tidak ada yang dibicarakan,” tuturnya.
Presiden Ukraina keenam itu menyebut, Ukraina sudah mengumpulkan data drone Iran. Data itu akan sangat penting untuk membantu menghalau serangan drone di Timur Tengah.
2. Sebut Rusia tidak lagi punya sumber daya untuk membantu Iran

Pada saat yang sama, Zelenskyy mengatakan, Rusia tidak lagi memiliki sumber daya untuk membantu Iran. Bukti itu sudah terlihat di Suriah dan sejumlah negara lainnya.
“Semua menyadari bahwa Rusia bukan lagi penjamin segala keamanan dan bukan sekutu kuat. Sebab ini bukan kali pertama, sebelumnya sudah ada Suriah dan sekarang Iran. Kami tahu bahwa Iran tidak memiliki pendukung. Mungkin Rusia sekarang mereka mengembalikan sejumlah rudal dan mengirimkan senjata,“ ungkapnya, dikutip dari Ukrinform.
3. Perang di Timur Tengah berdampak pada Ukraina

Zelenskyy juga memperingatkan bahwa perang di Timur Tengah dalam jangka panjang akan berdampak pada Ukraina. Menurutnya, perang di Timur Tengah akan mendorong kelangkaan sistem anti-serangan udara di Ukraina.
Terdapat kemungkinan penerjunan sistem antiserangan udara Patriot dari Barat ke negara-negara Timur Tengah yang cukup efektif di Ukraina. Sebab, Iran juga menggunakan drone Shahed untuk melancarkan serangan balasan.

















