Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Dari Bima ke Bekasi, Sapi Kurban Em Yasin Laris Terjual Jelang Idul Adha

Dari Bima ke Bekasi, Sapi Kurban Em Yasin Laris Terjual Jelang Idul Adha
Program Tabungan Kurban Warga Bekasi Beli Sapi Patungan
Intinya Sih
Timeline
5W1H
Gini Kak
Sisi Positif
  • Em Yasin, pedagang asal Bima, membawa puluhan sapi ke Bekasi untuk dijual di lapak milik Vivi selama musim Iduladha.
  • Sapi asal Bima dikenal berdaging padat dan minim lemak karena pola pakan alami berupa rumput dan dedak.
  • Seluruh sapi yang dibawa telah laku terjual dengan harga Rp17–30 juta per ekor dan siap dikirim gratis ke pembeli Jabodetabek.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Jakarta, IDN Times - Sejumlah pedagang hewan kurban dari berbagai daerah mulai berdatangan ke Jabodetabek menjelang Hari Raya Idul Adha 2026, yang jatuh pada Rabu, 27 Mei 2026, untuk menjual hewan kurban. Salah satunya, Em Yasin (53), pemilik sapi asal Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), yang membawa puluhan sapi untuk dijual di lapak milik Vivi (34) yang berada di Kabupaten Bekasi

Em Yasin datang bersama rekan-rekannya dan menetap sementara di Bekasi selama musim penjualan hewan kurban berlangsung. Di lokasi tersebut, Vivi berperan sebagai pemilik lapak sekaligus pedagang yang menyediakan tempat dan mempromosikan penjualan, sementara para pedagang asal Bima turut menitipkan dan menjual sapi mereka di lapak yang sama selama perayaan Idul Adha. 

1. Datang langsung dari Bima ke Bekasi membawa sapi kurban

Em Yasin (53), pemilik sapi kurban asal Bima NTB (IDN Times/Shera Amalia)
Em Yasin (53), pemilik sapi kurban asal Bima NTB (IDN Times/Shera Amalia)

Em Yasin mengaku datang langsung dari Bima untuk menjual sapi kurban di Bekasi. Ia membawa sekitar 10 ekor sapi dalam dua kali pengiriman melalui kapal dan truk.  

Sapi-sapi itu merupakan bagian dari total 63 sapi yang dijual di lapak tersebut. 

“Masing-masing 6 orang punya ada yang 7 ekor, ada yang 10 ekor, ada yang 8, dan seluruhnya ini 63 ekor,” ucap Em Yasin saat ditemui IDN Times, Sabtu (23/5/2026).


2. Sapi Bima disebut lebih padat dan minim lemak

WhatsApp Image 2026-05-24 at 08.45.52 (1).jpeg
Bawa Puluhan Sapi dari Bima ke Bekasi, Pedagang: “Sudah Habis Semua”

Menurut Em Yasin, sapi asal Bima memiliki kualitas daging yang berbeda dibanding sapi dari daerah lain. Keunggulan daging sapi asal Bima adalah dagingnya padat dan tidak memiliki lemak.

“Kalau sapi Bima ini enggak ada lemaknya, dagingnya padat,” katanya. 

Hal itu, kata Em Yasin, karena dipengaruhi pola pakan alami berupa rumput di Bima dan dedak untuk memancing nafsu makan. 

“Dari makanannya karena dia ini kan alami. Benar-benar rumput, cuma sama dedak gitu aja untuk memancing makannya,” tambahnya.


3. Sapi sudah laris terjual tinggal pengiriman

WhatsApp Image 2026-05-24 at 09.00.15.jpeg
Bawa Puluhan Sapi dari Bima ke Bekasi, Pedagang: “Sudah Habis Semua”

Em Yasin mengungkapkan, seluruh sapi yang ia bawa sudah terjual dan saat ini hanya menunggu proses pengiriman ke pembeli. 

“Alhamdulillah sudah habis, tinggal pengantaran saja,” kata dia.

Ia juga mengatakan, aktivitas jual beli sapi ini merupakan pekerjaan musiman yang hanya dilakukan menjelang Hari Raya Idul Adha. Setelah proses penjualan selesai, para pedagang biasanya kembali ke daerah masing-masing.

“ Selesai kita pengantaran nanti ya kita balik,” tambah Em Yasin. 


4. Harga sapi kisaran Rp17–30 juta

Hewan kurban berupa sapi yang dibawa langsung dari Bima, NTB dijual di Bekasi (IDN Times/Shera Amalia)
Hewan kurban berupa sapi yang dibawa langsung dari Bima, NTB dijual di Bekasi (IDN Times/Shera Amalia)

Di lapak tersebut, harga sapi kurban dijual dengan kisaran Rp17 juta hingga Rp30 juta, tergantung ukuran dan berat hewan. Salah satu sapi terbesar yang tersedia memiliki bobot hingga 480 kilogram.

“Macam-macam, dari kisaran Rp17 sampai Rp30 juta, tergantung ukuran dan berat,” kata Vivi. 

Ia juga menjelaskan bahwa setelah pembelian, sapi tidak langsung dibawa pulang oleh pembeli, melainkan tetap dirawat oleh penjual hingga waktu pengiriman tiba. Untuk wilayah Jabodetabek, proses pengiriman dilakukan gratis.

“Kalau sudah dibeli, masih kita rawat sampai pengiriman,” ujarnya.

Vivi menambahkan, pengiriman paling jauh ke Karawang. Proses pengantaran dilakukan menggunakan truk maupun mobil pick up agar distribusi hewan kurban bisa lebih cepat. “Biasanya pakai truk atau pick up, kita pakai beberapa mobil biar cepat,” pungkasnya.


Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Sunariyah Sunariyah
EditorSunariyah Sunariyah

Related Articles

See More