Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Disdik Sebut Minat Pendidikan Nonformal di Kota Bekasi Cukup Tinggi

Kabid Paud Dikmas Dinas Pendidikan Kota Bekasi, Nelwan Nelly Sampe. (IDN Times/Imam Faishal)
Kabid Paud Dikmas Dinas Pendidikan Kota Bekasi, Nelwan Nelly Sampe. (IDN Times/Imam Faishal)
Intinya sih...
  • Minat masyarakat terhadap pendidikan nonformal, khususnya kursus bahasa asing di Kota Bekasi sangat tinggi.
  • Pemilik kursus swasta diminta untuk tetap stabil secara operasional dan tertib administrasi perizinan.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Bekasi, IDN Times - Kabid Paud Dikmas Dinas Pendidikan Kota Bekasi, Nelwan Nelly Sampe, mengakui minat pendidikan nonformal, seperti pusat kegiatan belajar masyarakat (PKBM) dan lembaga kursus di Kota Bekasi cukup tinggi.

Nelwan mengatakan, saat ini terdapat puluhan PKBM di 12 kecamatan di Kota Bekasi yang melayani Paket A, B, dan C. Sementara untuk tempat kursus, kata dia, jumlahnya sudah cukup banyak.

"Kalau paket kesetaraan sih saya rasa cukup ya. Setiap kecamatan, kita punya 78 sekarang PKBM. Nah kalau kursus begini, bahasa Inggris sudah banyak," kata dia saat menghadiri pembukaan Sekolah Bahasa di Jalan Pondok Hijau Permai, Rawalumbu, Kota Bekasi, Sabtu (31/1/2026).

1. Minat pendidikan nonformal tinggi

Tempat kursus, Sekolah Bahasa di Kota Bekasi. (IDN Times/Imam Faishal)
Tempat kursus, Sekolah Bahasa di Kota Bekasi. (IDN Times/Imam Faishal)

Dia mengatakan, minat masyarakat dengan pendidikan nonformal, khususnya kursus bahasa asing di Kota Bekasi sangat banyak. Hal itu terlihat dari banyaknya tempat kursus bahasa asing yang ada saat ini

"Oh iya, lumayan tinggi, nyatanya mereka (Sekolah Bahasa) membuka ini kebutuhan juga tercukupi," kata dia.

Meski begitu, dia meminta kepada pemilik kursus swasta untuk tetap stabil secara operasional dan tertib administrasi perizinan.

"Kami sangat mendorong yang terutama mereka harus stabil ya, diberi izin," kata dia.

Hal itu, lanjut Nelwan, sejalan dengan program pemerintah pusat mengenai wajib belajar 12 tahun plus satu tahun prasekolah.

2. Memiliki dua tipe pembelajaran

CEO Sekolah Bahasa, Audy Laksamana. (IDN Times/Imam Faishal)
CEO Sekolah Bahasa, Audy Laksamana. (IDN Times/Imam Faishal)

Sementara, CEO Sekolah Bahasa, Audy Laksamana, mengatakan, pihaknya menawarkan pelatihan bahasa Inggris, Mandarin, Korea, Jepang, dan Jerman dengan dua tipe pembelajaran.

"Pelatihan di sini ada dua tipe, yang offline, jadi gurunya ada di sini atau online. Jadi tergantung nanti siswanya pengennya ngambil yang online atau offline," kata dia.

Untuk saat ini, Sekolah Bahasa baru mengadakan kelas pelatihan bahasa Inggris, sedangkan bahasa asing lainnya akan dibuka pada 2027.

"Kami mengharapkan mereka (siswa) akan percaya diri untuk ngomong bahasa Inggris, tapi yang kedua tentu saja level bahasa Inggris. Jadi kita mempunyai level dari mulai A1 sampai B2," kata Audy.

3. Menghadirkan penutur asli

Tempat kursus, Sekolah Bahasa di Kota Bekasi. (IDN Times/Imam Faishal)
Tempat kursus, Sekolah Bahasa di Kota Bekasi. (IDN Times/Imam Faishal)

Audy mengatakan, Sekolah Bahasa akan menghadirkan penutur asli atau native speaker setiap dua minggu sekali untuk melatih percakapan pada siswanya.

Selain itu, siswa mendapatkan akses platform digital dan tugas harian melalui WhatsApp atau Telegram agar terus terpapar bahasa asing selama lima hari dalam seminggu.

"Jadi mereka bisa belajar sendiri di rumah, tapi disini juga mereka ada tugas-tugas yang harus dikerjakan selama pembelajaran. Kemudian setelah mereka naik tingkat, mereka akan dapat sertifikasi," ucap dia.

Share
Topics
Editorial Team
Deti Mega Purnamasari
EditorDeti Mega Purnamasari
Follow Us

Latest in News

See More

Ada Rakornas 2026 Besok, Kemendagri Antisipasi Kemacetan Sekitar Sentul

01 Feb 2026, 20:06 WIBNews