75 Tahun RI–Norwegia: Dubes Faizasyah Soroti Demokrasi dan Lingkungan

- Dubes RI untuk Norwegia Teuku Faizasyah menjelaskan, hubungan Indonesia-Norwegia mengalami penguatan setelah Indonesia menjalani reformasi. Kerja sama pembangunan dan HAM menjadi rintisan penting dalam relasi bilateral.
- Sebagai negara kepulauan, Indonesia-Norwegia memiliki kepentingan bersama di bidang kemaritiman. Kerja sama maritim menjadi sektor strategis yang bisa terus dikembangkan.
- Norwegia memiliki komitmen tinggi dalam menjaga kelestarian lingkungan hidup. Penanaman nilai cinta lingkungan dilakukan sejak usia dini, sehingga keseimbangan antara alam dan pembangunan terjaga baik.
Oslo, IDN Times - Duta Besar Republik Indonesia untuk Norwegia, Teuku Faizasyah, menilai hubungan Indonesia dan Norwegia menyimpan banyak pelajaran penting yang relevan bagi penguatan kerja sama bilateral ke depan. Hal tersebut ia sampaikan saat membahas dinamika hubungan kedua negara, termasuk nilai-nilai yang dapat saling dipelajari.
Indonesia dan Norwegia diketahui telah merayakan 75 tahun hubungan bilateral pada 2025. Dalam rentang waktu tersebut, kerja sama kedua negara terus berkembang, terutama setelah Indonesia memasuki era reformasi pada 1998.
Kepada IDN Times, Teuku Faizasyah menuturkan, salah satu fondasi penting dalam hubungan kedua negara adalah kerja sama bidang pembangunan dan hak asasi manusia (HAM). Nilai-nilai tersebut kemudian menjadi pijakan dalam memperluas kolaborasi di berbagai sektor.
Selain itu, Indonesia dan Norwegia juga dinilai memiliki sejumlah kesamaan karakter sebagai negara kepulauan, yang membuka ruang kerja sama lebih luas di bidang kemaritiman dan pengelolaan wilayah.
1. Fondasi kerja sama pasca-reformasi

Teuku menjelaskan, hubungan Indonesia dan Norwegia mengalami penguatan setelah Indonesia menjalani reformasi. Ia menyebut kerja sama pembangunan dan HAM menjadi salah satu rintisan penting dalam relasi bilateral kedua negara.
“Setelah kita menjalani reformasi di 1998, salah satu rintisan kerja sama di bidang pembangunan dan kerja sama HAM dijadikan salah satu fondasi kerja sama,” ujar dia kepada Pemimpin Redaksi IDN Times, Uni Lubis.
Teuku menyebut Norwegia memandang Indonesia sebagai negara yang memiliki kesamaan komitmen dalam pemajuan demokrasi. Kesamaan pandangan tersebut memperkuat dasar hubungan bilateral.
“Norwegia melihat Indonesia sebagai negara yang juga serupa dalam pemajuan demokrasi,” katanya.
Selain demokrasi, kedua negara juga berbagi komitmen yang sama dalam menjaga kelestarian lingkungan hidup, yang terus menjadi isu penting dalam hubungan Indonesia–Norwegia.
2. Kerja sama maritim dan pengelolaan sumber daya

Sebagai sesama negara kepulauan, Indonesia dan Norwegia memiliki kepentingan bersama di bidang kemaritiman. Teuku menilai kerja sama maritim menjadi salah satu sektor strategis yang bisa terus dikembangkan.
“Negara kepulauan, kerja sama maritim kemudian menjadi satu yang penting,” ucapnya.
Teuku menyoroti pengalaman Norwegia dalam mengelola perbatasan wilayah laut, termasuk penyelesaian batas maritim dengan Rusia, sebagai contoh yang dapat dipelajari Indonesia.
“Seperti Norwegia dan Rusia, sekali pun tidak selalu akur, tapi mereka berhasil menyelesaikan batas wilayah laut,” kata mantan juru bicara Kemlu tersebut.
Bahkan di tengah konflik Rusia-Ukraina, menurut Teuku, kerja sama kemaritiman antara Norwegia dan Rusia, khususnya dalam pengelolaan perikanan, tetap berjalan.
“Inilah hal-hal yang bisa kita lebih pelajari,” ujarnya.
3. Komitmen tinggi Norwegia jaga kelestarian lingkungan

Teuku juga menyoroti komitmen tinggi Norwegia dalam menjaga kelestarian lingkungan hidup. Ia menyebut penanaman nilai cinta lingkungan dilakukan sejak usia dini.
“Satu hal yang kelihatan biasa-biasa saja, tapi dari sisi menanamkan rasa cinta lingkungan sejak anak-anak kecil,” katanya.
Teuku menjelaskan, anak-anak di Norwegia diajarkan melihat diri mereka sebagai bagian dari lingkungan hidup, termasuk bagaimana mengelola sampah dan merawat alam sekitar.
Menurut Teuku, nilai-nilai tersebut tertanam hingga dewasa, sehingga keseimbangan antara pembangunan dan alam selalu dijaga.
“Kesimbangan antara pembangunan dan alam itu selalu dijaga,” ujarnya.
Selain itu, Teuku menyebut, komitmen lingkungan Norwegia juga tercermin di tingkat global, termasuk melalui kerja sama dengan Indonesia dan kontribusi aktif di forum multilateral, meskipun pendanaan global semakin terbatas.


















