Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Edukasi Sejak Dini, Komunitas BISA Ajari Siswa SD di Bali Pilah Sampah

Edukasi Sejak Dini, Komunitas BISA Ajari Siswa SD di Bali Pilah Sampah
Komunitas BISA ajari siswa SD Pilah Sampah. (Dok. Komunitas BISA)
Intinya Sih
Gini Kak
  • Komunitas BISA mengedukasi 308 siswa SDN 01 Kutuh, Badung, tentang pengelolaan sampah dengan metode 3R melalui pendekatan belajar sambil bermain bersama delapan mentor.
  • Kegiatan berlangsung meriah dengan praktik memilah sampah, permainan, dan kuis bertema lingkungan yang membuat siswa antusias serta aktif berinteraksi dengan para mentor.
  • Edukasi ini menjadi langkah awal Komunitas BISA melahirkan agen perubahan lingkungan muda di Bali dan memperkuat kolaborasi sekolah serta desa dalam menjaga kebersihan daerah.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times — Komunitas Bersih Itu Sederhana Aja (BISA) yang baru terbentuk belum lama ini mendatangi SD Negeri 01 Kutuh, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung, pada Selasa, 10 Maret 2026 untuk mengedukasi ratusan siswa dalam pengelolaan sampah.

Kegiatan edukasi ini berfokus pada pengelolaan sampah menggunakan metode 3R, yakni reduce, reuse, dan recycle.

Lebih lanjut, kedatangan para mentor Komunitas BISA disambut hangat oleh para siswa dan guru. Sejumlah siswa bahkan tampak berebut bersalaman dengan para mentor yang hadir.

“Terima kasih kepada Komunitas BISA. Murid-murid akan dipandu mengelola sampah. Bali ini sangat kecil, jadi kebersihannya harus terus dijaga,” ujar Kepala SDN 01 Kutuh, I Ketut Suara, dikutip dari keterangan pers, Kamis (12/3/2026).

Langkah perdana komunitas yang berbasis di Desa Kutuh tersebut dinilai menjadi capaian penting, mengingat mereka baru saja menggelar pelatihan training of trainers (ToT) bagi para mentor di kampus Politeknik Pariwisata Bali pada Jumat, 6 Maret lalu.

Program edukasi ini disebut relevan dengan upaya Pemerintah Kabupaten Badung yang tengah mendorong percepatan program Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber (PSBS) dengan melibatkan organisasi perangkat daerah hingga tingkat desa.

1. Edukasi diikuti 308 orang, pendekatan belajar sambil bermain

Komunitas BISA ajari siswa SD Pilah Sampah.
Komunitas BISA ajari siswa SD Pilah Sampah. (Dok. Komunitas BISA)

Lebih jauh, edukasi di SDN 01 Kutuh diikuti oleh seluruh siswa yang berjumlah 308 orang dengan melibatkan delapan orang mentor.

Kegiatan edukasi menggunakan pendekatan belajar sambil bermain, sehingga siswa lebih mudah memahami materi yang disampaikan. Para mentor memandu siswa untuk mempraktikkan langsung cara memilah sampah.

Sementara, Kepala Desa Kutuh, I Wayan Mudana, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut, menyatakan dukungannya terhadap kegiatan edukasi lingkungan yang dilakukan Komunitas BISA. Menurutnya, Bali saat ini sedang menghadapi persoalan serius terkait sampah, sehingga kesadaran menjaga kebersihan perlu ditanamkan sejak dini kepada generasi muda.

Ia berpesan kepada para siswa agar jika menemukan sampah di jalan, sampah itu dibawa ke sekolah untuk dikumpulkan dan nantinya akan diberi hadiah.

2. Keriuhan mewarnai praktik memilah sampah

Komunitas BISA ajari siswa SD Pilah Sampah.
Komunitas BISA ajari siswa SD Pilah Sampah.

Sementara, keriuhan tak terhindarkan ketika seluruh siswa berkumpul di lapangan sekolah untuk mengikuti praktik memilah sampah.

Selain praktik, kegiatan juga diisi dengan berbagai permainan dan kuis bertema lingkungan. Senyum dan tawa lepas terlihat dari para siswa yang berhasil memenangkan permainan dan mendapatkan hadiah.

Di akhir kegiatan, beberapa siswa bahkan menyampaikan pertanyaan kepada para mentor dengan bertanya kapan mereka akan datang kembali ke sekolah.

“Kapan kakak ke sini lagi?” ujar beberapa siswa di akhir kegiatan.

3. Menjadi momen lahirnya agen perubahan lingkungan di Bali

Komunitas BISA ajari siswa SD Pilah Sampah.
Komunitas BISA ajari siswa SD Pilah Sampah. (Dok. Komunitas BISA)

Co-founder Komunitas BISA, Soendoro Soepringgo menuturkan, edukasi di SDN 01 Kutuh merupakan momen penting yang menentukan arah gerakan komunitas.

Menurutnya, kegiatan hari itu bukan sekadar edukasi tentang pengelolaan sampah, tetapi juga menjadi momen lahirnya agen-agen perubahan lingkungan dari generasi muda Bali.

Ia berharap, langkah awal tersebut dapat menjadi pembuka lahirnya gerakan bersama antara sekolah, desa, dan generasi muda untuk membangun budaya lingkungan yang lebih bertanggung jawab.

Ia menyebut, masa depan Bali yang bersih dan lestari ada di tangan generasi hari ini, termasuk para siswa yang hadir dalam kegiatan tersebut.

“Karena masa depan Bali yang bersih dan lestari ada di tangan generasi hari ini, termasuk adik-adik yang hadir di sini,” katanya.

Share
Topics
Editorial Team
Sunariyah Sunariyah
EditorSunariyah Sunariyah
Follow Us

Latest in News

See More