Gelar Muswil di Jakarta, PPP Serukan Persatuan Jelang Pemilu 2029

Jakarta, IDN Times - Bendahara Umum (Bendum) DPP PPP Imam Fauzan mengatakan, Musyawarah Wilayah (Muswil) DPW PPP Provinsi Jakarta menjadi momentum penegasan soliditas internal partai dan konsolidasi dini menghadapi Pemilu 2029.
Fauzan menekankan pentingnya mengakhiri pertengkaran internal dan menjadikan Jakarta sebagai contoh persatuan bagi daerah lain.
“Saya yakin teman-teman sudah paham tentang itu. Saya mohon Pak, sudahlah kita bertengkar. Saya mohon, jadikan Jakarta dalam hal soliditas menjadi contoh untuk provinsi lain,” kata Fauzan dalam sambutan saat saat membuka Muswil X PPP Jakarta, Selasa (6/1/2026).
1. Ketimbang 2024, Pemilu 2029 jauh lebih berat bagi PPP

Menurut Fauzan, Pemilu 2029 akan jauh lebih berat dibanding Pemilu 2024 karena adanya tahapan verifikasi faktual. Berbeda dengan pemilu sebelumnya hanya sebatas verifikasi administrasi.
“Ingat, pemilu 2029 tidak sama dengan pemilu 2024 Pak. Kenapa saya bilang begitu? 2024 kita hanya melalui verifikasi administrasi, 2029 berbeda total, karena kita harus melalui verifikasi faktual,” katanya.
Fauzan mengingatkan agar target politik disusun secara realistis dan dipersiapkan jauh hari. Terutama menyiapkan calon legislatif (caleg) terbaik.
2. Muswil sesuai dengan amanat AD/ART partai

Sementara itu, Ketua DPW PPP Provinsi Jakarta, Saiful Rahmat Dasuki, menegaskan pelaksanaan Muswil X ini merupakan amanat Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/RT) partai.
“Dalam AD/RT kita jelas 3 bulan setelah muktamar, maka wajib untuk musyawarah wilayah. 3 bulan setelah muswil, maka wajib untuk menyelenggarakan muscab di seluruh pengurus tingkatan DPC di Jakarta ini,” ujar Saiful.
Menurutnya, tidak ada ruang tawar-menawar dalam menjalankan konstitusi partai. Sebab, AD/ART harus selalu menjadi tumpuan untuk mengambil tindakan.
“Yang menjadi tumpuan kita adalah AD/ART yang menegaskan seperti itu maka tidak ada tawar-menawar,” kata eks Wamenag itu.
3. Soroti pentingnya regenerasi kepemimpinan

Ia juga menekankan pentingnya kesinambungan dan regenerasi kepemimpinan PPP Jakarta agar tidak putus di masa mendatang.
“PPP Jakarta akan selalu ada kesinambungan dan ada regenerasi yang tak akan putus,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Saiful turut menyinggung usia PPP yang telah mencapai 53 tahun serta dinamika internal yang telah dilalui.
“PPP sudah berusia 53 tahun dan partai ini memang didirikan oleh ulama. Maka dengan menjaga PPP, merawat PPP merawat membesarkan PPP, ini artinya kita merawat apa yang diwariskan oleh ulama-ulama kita,” ujar Syaiful.
Menurutnya, merawat dan membesarkan PPP juga menjadi jalan untuk memperoleh keberkahan. “Dan insyaallah ada pahala-pahala yang akan mengalir ketika kita merawat dan membesarkan PPP ini,” imbuhnya.

















