Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Heboh 25 Negara Terdeteksi Varian Baru COVID-19, Kemenkes: Belum Masuk RI

Heboh 25 Negara Terdeteksi Varian Baru COVID-19, Kemenkes: Belum Masuk RI
Ilustrasi COVID-19 (Dok. IDN Times)
Intinya Sih
Timeline
5W1H
Gini Kak
  • Kemenkes menegaskan varian baru COVID-19 BA.3.2 atau Cicada belum terdeteksi di Indonesia meski sudah muncul di 25 negara hingga akhir Maret 2026.
  • WHO menetapkan Cicada sebagai Varian Under Monitoring sejak Desember 2025 dengan risiko kesehatan masyarakat rendah dan belum ada peningkatan keparahan kasus.
  • Tiga varian dominan di Indonesia saat ini adalah XFG, LF.7, dan XFG 3.4.3; Kemenkes tetap lakukan surveilans sambil mengimbau masyarakat menjaga perilaku hidup bersih dan sehat.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Kementerian Kesehatan menegaskan, varian baru COVID-19 yakni Varian BA.3.2 (Cicada) belum ditemukan di Indonesia. Cicada merupakan turunan dari Omicron BA.3. Hal ini merespons sedikitnya 25 negara yang sudah terdeteksi varian baru tersebut.

"Sampai saat ini akhir Maret 2026, belum ditemukan varian tersebut di Indonesia," ucap Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes Aji Muhawarman dalam keterangan, Kamis (2/5/2026).

1. Belum menunjukan peningkatan sirkulasi

Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes Aji Muhawarman.
Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes Aji Muhawarman. (IDN Times/Dini Suciatiningrum)

Dia menerangkan, varian ini ditetapkan sebagai Varian Under Monitoring (VUM) sejak 5 Desember 2025 oleh WHO. Cicada juga belum menunjukkan peningkatan sirkulasi, dan tidak ada data yang menunjukkan peningkatan keparahan, hospitalisasi, dan kematian.

"Menurut WHO, risiko kesehatan masyarakat untuk varian BA.3.2 (Cicada) adalah rendah," katanya.

2. Ada tiga varian COVID-19 yang masih dominan

Ilustrasi nakes (ANTARA FOTO)
Ilustrasi nakes (ANTARA FOTO)

Aji menyampaikan, hingga saat ini varian COVID-19 yang dominan di Indonesia adalah XFG 57 persen, LF.7 29 persen, dan XFG 3.4.3 14 persen. Ketiga varian tersebut dinilai memiliki risiko rendah.

"Karena situasi masih terkendali dan berisiko rendah, maka tidak ada tindakan khusus berupa pengetatan di pintu masuk negara. Namun demikian Kemenkes tetap melakukan surveilans, pelaporan rutin dari lapangan dan pengujian sampel di lab serta komunikasi risiko," katanya.

3. Biasakan hidup bersih dan sehat

Opsi foto 3 Edukasi Siswa - Siswa Sekolah Menggunakan Wastafel NUVO Family di Sekolah untuk Cuci Tangan Pakai Sabun (1).jpg
Edukasi Siswa - Siswa Sekolah Menggunakan Wastafel NUVO Family di Sekolah untuk Cuci Tangan Pakai Sabun (dok. WINGS)

Dia mengimbau agar masyarakat membiasakan penerapan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), rajin cuci tangan pakai air mengalir dan sabun, konsumsi makanan bergizi, istirahat cukup, pakai masker jika sakit atau di keramaian.

"Informasi update perkembangan penyakit menular bisa diakses di surkarkes.kemkes.go.id/ringkasan-kasus/home," imbuhnya.

Share
Topics
Editorial Team
Sunariyah Sunariyah
EditorSunariyah Sunariyah
Follow Us

Latest in News

See More