"Marilah kita panjatkan puji dan syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, Allah Subhanahu wa Ta’ala, atas limpahan rahmat dan karunia-Nya, sehingga pada hari ini kita dapat mengikuti Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 TNI Angkatan Udara dalam keadaan sehat walafiat.
Selaku Kepala Staf Angkatan Udara, saya menyampaikan selamat atas delapan dekade pengabdian tanpa batas kepada seluruh prajurit dan ASN TNI Angkatan Udara, disertai doa agar senantiasa diberikan kesehatan, keselamatan, dan kekuatan dalam melanjutkan darma bakti kepada bangsa dan negara.
Peserta upacara yang saya banggakan. Perjalanan panjang TNI Angkatan Udara adalah perjalanan pengabdian yang dibangun melalui sebuah karya nyata. Dari generasi ke generasi, setiap prajurit menunjukkan bahwa pengabdian diwujudkan melalui kesiapan untuk selalu hadir, selalu berbuat, dan selalu memberikan yang terbaik dalam setiap situasi.
Hal tersebut tercermin di dalam berbagai capaian satu tahun terakhir yang patut menjadi kebanggaan kita bersama. Disiplin dan profesionalisme terjaga melalui capaian zero accident selama dua tahun berturut-turut. Dalam misi kemanusiaan internasional, TNI Angkatan Udara berhasil melaksanakan airdrop sejumlah 17,8 ton bantuan kemanusiaan ke Gaza melalui kerja sama multinasional.
Di dalam negeri, penanggulangan bencana Sumatera dilaksanakan secara cepat dan terkoordinasi dengan pengerahan hingga 21 alutsista dan 2.500 personel TNI Angkatan Udara, serta distribusi lebih dari 4.000 ton bantuan yang menjangkau masyarakat yang terdampak.
Di bidang pembinaan personel, berbagai prestasi di tingkat nasional dan internasional menunjukkan meningkatnya daya saing sumber daya manusia. Kontribusi terhadap program nasional juga terus diperkuat, antara lain melalui program ketahanan pangan dan pembangunan satuan pelayanan pemenuhan gizi di berbagai wilayah Indonesia.
Sementara itu, penguatan tata kelola organisasi ditandai dengan perolehan predikat Wilayah Bebas dari Korupsi dan penghargaan unit pelayanan prima untuk beberapa satker TNI Angkatan Udara. Hal ini dilengkapi dengan keberhasilan penertiban dan penyelesaian aset, khususnya di wilayah Lampung, sebagai wujud komitmen terhadap pengelolaan yang tertib dan akuntabel.
Pada tataran strategis, pengesahan Undang-Undang Pengelolaan Ruang Udara menjadi tonggak penting dalam mempertegas kedaulatan negara sekaligus memperkuat peran TNI Angkatan Udara. Seluruh capaian tersebut mencerminkan TNI Angkatan Udara yang terus berkembang sebagai kekuatan yang ampuh.
Para peserta upacara yang berbahagia. Capaian tersebut menjadi fondasi penting sekaligus motivasi untuk terus meningkatkan kesiapan dalam menjawab tuntutan lingkungan strategis yang terus berkembang. Saat ini, TNI Angkatan Udara berada dalam fase akselerasi pembangunan yang menuntut kecepatan, ketepatan, dan keterpaduan dalam setiap langkah.
Kehadiran alutsista generasi baru, penguatan organisasi, serta pengembangan doktrin menuntut peningkatan profesionalisme yang semakin tinggi. Namun, kekuatan utama tetap terletak pada kualitas manusia yang mengawakinya. Oleh karena itu, selain penguasaan teknologi, kesiapan harus mencakup peningkatan kompetensi personel yang disertai dukungan infrastruktur agar setiap sistem dapat dioperasionalkan secara optimal dan berkelanjutan.
Akselerasi ini bukan sekadar peningkatan kapasitas, melainkan upaya memastikan seluruh kekuatan udara bekerja secara utuh, terpadu, dan memberikan dampak nyata bagi kepentingan nasional.
Di sisi lain, dinamika global yang semakin kompleks berdampak pada aspek, termasuk rantai pasokan dan ketersediaan energi. Kondisi ini menuntut efisiensi dalam pengelolaan sumber daya tanpa mengurangi kesiapan operasional kita. Oleh karena itu, kita harus mampu beradaptasi agar TNI Angkatan Udara tetap relevan dan tetap ampuh.
Karakter peperangan pun terus berkembang, mencakup dimensi siber, elektromagnetik, serta informasi dan kognitif. Hal ini menuntut kesiapan yang lebih menyeluruh, tidak hanya secara teknis, tetapi juga dalam kapasitas intelektual, ketajaman analisis, dan ketangguhan mental para prajurit Angkatan Udara. Inovasi harus terus didorong dengan tetap menjadikan keselamatan dan disiplin sebagai landasan utama.
Ke depan, tantangan juga datang dari potensi bencana hidrometeorologi yang menuntut kecepatan dan ketepatan respon kita. Dalam konteks ini, TNI Angkatan Udara harus mampu bertindak semakin cepat, hadir semakin dekat, dan memberikan dampak yang semakin nyata sebagai bagian dari kontribusi nyata dalam menjaga stabilitas nasional dan mendukung Indonesia Maju.
Para Perwira, Bintara, Tamtama, serta ASN TNI Angkatan Udara yang saya banggakan. Seluruh capaian dan tantangan tersebut pada akhirnya bermuara pada kualitas pengabdian setiap individu. Pengabdian yang tidak dibatasi oleh ruang dan waktu, yang diwujudkan melalui kesiapan untuk terus belajar, beradaptasi, dan memberikan kinerja yang terbaik secara konsisten.
Mengakhiri amanat ini, saya menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada seluruh prajurit dan ASN TNI Angkatan Udara atas dedikasi dan pengabdian tanpa batas yang telah ditunjukkan. Terima kasih juga saya sampaikan kepada keluarga yang senantiasa menjadi sumber kekuatan dalam setiap langkah pengabdian.
Selamat melanjutkan pengabdian yang terbaik bagi bangsa dan negara. Semoga Tuhan Yang Maha Esa senantiasa memberikan keselamatan dan keberhasilan dalam setiap pengabdian tanpa batas untuk mewujudkan TNI Angkatan Udara yang ampuh menuju Indonesia Maju. Sekian dan terima kasih, wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh."
HUT ke-80 TNI AU, Ini Amanat Lengkap KSAU saat Jadi Inspektur Upacara

- Peringatan HUT ke-80 TNI AU di Cilangkap menegaskan tema 'Pengabdian Tanpa Batas' dengan capaian zero accident dua tahun berturut-turut sebagai bukti profesionalisme prajurit udara.
- KSAU Marsekal M Tonny Harjono menyoroti peran TNI AU dalam misi kemanusiaan, termasuk pengiriman 17,8 ton bantuan ke Gaza dan penanggulangan bencana di Sumatra dengan ribuan personel.
- TNI AU memperkuat pembinaan SDM, tata kelola bebas korupsi, serta kesiapan menghadapi tantangan global melalui inovasi teknologi, efisiensi sumber daya, dan peningkatan kompetensi personel.
Jakarta, IDN Times - Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 TNI AU digelar di Lapangan Mabesau, Cilangkap, Jakarta Timur pada Kamis (9/4/2026). Peringatan HUT TNI AU tahun ini mengusung tema “Pengabdian Tanpa Batas: TNI AU AMPUH, Indonesia Maju,” yang mencerminkan komitmen dan dedikasi tanpa henti prajurit TNI AU dalam menjaga kedaulatan udara nasional.
Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU), Marsekal TNI M Tonny Harjono, yang bertindak sebagai Inspektur Upacara menyampaikan berbagai pesan untuk TNI AU. Salah satunya pencapaian beberapa tahun terakhir terkait kecelakaan nihil alias zero accident selama dua tahun berturut-turut.
1. KSAU: Pengabdian dibangun melalui karya nyata

Dia mengatakan, perjalanan panjang TNI Angkatan Udara adalah pengabdian yang dibangun melalui karya nyata. Dari generasi ke generasi, setiap prajurit menunjukkan bahwa pengabdian diwujudkan melalui kesiapan untuk selalu hadir, berbuat, dan memberikan yang terbaik dalam setiap situasi.
"Hal tersebut tercermin di dalam berbagai capaian satu tahun terakhir yang patut menjadi kebanggaan kita bersama. Disiplin dan profesionalisme terjaga melalui capaian zero accident selama dua tahun berturut-turut," kata dia di lokasi.
2. Peran TNI AU kirim bantuan kemanusiaan dalam negeri hingga internasional

Tonny pun memaparkan berbagai peran TNI AU dalam misi kemanusiaan. Di antaranya dalam kancah internasional, TNI AU berhasil menyalurkan bantuan ke Gaza dengan airdrop. Sementara di dalam negeri, misi penanggulangan bencana Sumatra.
"Dalam misi kemanusiaan internasional, TNI Angkatan Udara berhasil melaksanakan airdrop sejumlah 17,8 ton bantuan kemanusiaan ke Gaza melalui kerja sama multinasional. Di dalam negeri, penanggulangan bencana Sumatra dilaksanakan secara cepat dan terkoordinasi dengan pengerahan hingga 21 alutsista dan 2.500 personel TNI Angkatan Udara, serta distribusi lebih dari 4.000 ton bantuan yang menjangkau masyarakat yang terdampak," kata dia.
3. Pembinaan dan kontribusi personel

Tonny juga membahas soal bidang pembinaan personel TNI AU. Raihan berbagai prestasi di tingkat nasional dan internasional menunjukkan meningkatnya daya saing sumber daya manusia. Kontribusi terhadap program nasional juga terus diperkuat, antara lain melalui program ketahanan pangan dan pembangunan satuan pelayanan pemenuhan gizi di berbagai wilayah Indonesia.
Sementara itu, penguatan tata kelola organisasi ditandai dengan perolehan predikat Wilayah Bebas dari Korupsi dan penghargaan unit pelayanan prima untuk beberapa satker TNI AU.
"Hal ini dilengkapi dengan keberhasilan penertiban dan penyelesaian aset, khususnya di wilayah Lampung, sebagai wujud komitmen terhadap pengelolaan yang tertib dan akuntabel," ujar dia.
Pada tataran strategis, pengesahan Undang-Undang Pengelolaan Ruang Udara menjadi tonggak penting dalam mempertegas kedaulatan negara sekaligus memperkuat peran TNI AU. Seluruh capaian ini disebut mencerminkan TNI Angkatan Udara yang terus berkembang sebagai kekuatan yang ampuh.
"Capaian tersebut menjadi fondasi penting sekaligus motivasi untuk terus meningkatkan kesiapan dalam menjawab tuntutan lingkungan strategis yang terus berkembang. Saat ini, TNI Angkatan Udara berada dalam fase akselerasi pembangunan yang menuntut kecepatan, ketepatan, dan keterpaduan dalam setiap langkah," kata Tonny.
Dia mengatakan, kehadiran alutsista generasi baru, penguatan organisasi, serta pengembangan doktrin menuntut peningkatan profesionalisme yang semakin tinggi. Namun, kekuatan utama tetap terletak pada kualitas manusia yang mengawakinya. Oleh karena itu, selain penguasaan teknologi, kesiapan harus mencakup peningkatan kompetensi personel yang disertai dukungan infrastruktur agar setiap sistem dapat dioperasionalkan secara optimal dan berkelanjutan.
"Akselerasi ini bukan sekadar peningkatan kapasitas, melainkan upaya memastikan seluruh kekuatan udara bekerja secara utuh, terpadu, dan memberikan dampak nyata bagi kepentingan nasional," ujar dia.
Di sisi lain, kata Tonny, dinamika global yang semakin kompleks berdampak pada aspek, termasuk rantai pasokan dan ketersediaan energi. Kondisi ini menuntut efisiensi dalam pengelolaan sumber daya tanpa mengurangi kesiapan operasional kita. Oleh karena itu, TNI AU harus mampu beradaptasi agar tetap relevan dan tetap ampuh.
Karakter peperangan pun terus berkembang, mencakup dimensi siber, elektromagnetik, serta informasi dan kognitif.
"Hal ini menuntut kesiapan yang lebih menyeluruh, tidak hanya secara teknis, tetapi juga dalam kapasitas intelektual, ketajaman analisis, dan ketangguhan mental para prajurit Angkatan Udara. Inovasi harus terus didorong dengan tetap menjadikan keselamatan dan disiplin sebagai landasan utama," ujar dia.
4. Isi amanat lengkap KSAU

Berikut ini isi amanat lengkap yang disampaikan KSAU saat upacara HUT TNI!


















