Comscore Tracker

Agus Rahardjo, Panelis Debat yang Tak Punya Latar Belakang Hukum

Agus Rahardjo lama berkarier sebagai birokrat

Jakarta, IDN Times - Nama Ketua Komisi Pemberantas Korupsi (KPK), Agus Rahardjo, masuk di detik-detik akhir dalam daftar panelis debat capres yang akan dihelat di Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis (17/1). Pasalnya, KPK saat itu masih gamang karena mempertimbangkan risiko pada independensi lembaganya.

Namun, pada akhirnya KPK bersedia mengirim Agus sebagai delegasinya. KPK berpandangan, permintaan dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) sebagai penyelenggara debat menunjukan komitmen untuk mencari pemimpin yang benar-benar peduli terhadap permasalahan korupsi.

Dipilihnya Agus pun dianggap tepat. Karena, ia merupakan orang nomor satu di KPK saat ini. Namun demikian, siapa yang tahu kalau Agus sebetulnya tak memiliki latar belakang hukum walau dia menjabat sebagai ketua di lembaga antirasuah tersebut. 

Lalu kenapa dia akhirnya bisa menjadi ketua KPK? Untuk mengenal lebih jauh sosok salah satu panelis debat capres 2019 ini, berikut ini profilnya:

Baca Juga: Ketua KPK Sepakat dengan Panelis Tak Masukan Kasus Novel di Pertanyaan

1. Insinyur pertama yang menduduki posisi ketua di lembaga hukum Indonesia

Agus Rahardjo, Panelis Debat yang Tak Punya Latar Belakang HukumANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A

Agus Rahardjo adalah ketua KPK terpilih yang diangkat oleh Komisi III DPR RI pada 2015 lalu. Ia jadi suksesor Abraham Samad, yang sebelumnya menjabat posisi serupa pada 2011-2015. Pengangkatan Agus didasarkan pada Keputusan Presiden Nomor 133/P/2015 tentang Pengangkatan Pimpinan KPK masa bakti 2015-2019.

Usai dilantik menjadi Ketua KPK oleh Presiden Joko "Jokowi" Widodo tiga tahun lalu, Agus resmi menjadi insinyur Indonesia pertama yang memimpin lembaga penegakan hukum, tanpa latar belakang pendidikan tinggi formal hukum. Ia pun tak memiliki pengalaman karier di lembaga penegakan hukum.

Itu menjadikannya sebagai orang pertama tanpa latar belakang hukum, yang bisa menduduki kursi pimpinan lembaga hukum sepanjang sejarah Republik Indonesia.

2. Mengawali karier sebagai PNS dan sempat menduduki posisi penting di LKPP

Agus Rahardjo, Panelis Debat yang Tak Punya Latar Belakang HukumIDN Times/Linda Juliawanti

Agus memang lebih dikenal sebagai birokrat sebelum menjadi ketua KPK. Ia lebih banyak menghabiskan kariernya di lembaga pemerintahan. Buktinya, sejak menginjak usia 28 tahun, Agus sudah berstatus sebagai PNS Bappenas.

Mengabdi untuk Bappenas, pria 62 tahun itu menapaki karier di pelbagai posisi, mulai dari direktur pendidikan, direktur sistem & prosedur pendanaan, hingga ia masuk ke Lembaga Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP). Hampir satu dasawarsa Agus berada di lembaga itu.

Kariernya terus melejit di LKPP, usai menjadi sekretaris pada 2008, ia diangkat menjadi kepala Pusat Kebijakan di era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pada periode 2010-2015.

3. Dikenal sebagai aktivis antikorupsi sebelum menjadi ketua KPK

Agus Rahardjo, Panelis Debat yang Tak Punya Latar Belakang HukumIDN Times/Amelinda Zaneta

Di luar aktivitasnya sebagai birokrat, Agus juga dikenal sebagai aktivis antikorupsi. Ia sering melakukan berbagai kegiatan bersama ketua KPK saat itu, yakni Busyro Muqodas. Salah satunya deklarasi kegiatan antikorupsi.

Namanya sebagai aktivis semakin dikenal tatkala memberikan masukan kontroversial mengenai hukuman untuk koruptor di Tanah Air. Ia memberikan usulan agar masyarakat bisa meludahi koruptor. Semangat aktivisnya kala itu dianggap cukup luar biasa.

Selain itu, Agus juga tercatat merupakan pendiri Badan Arbitrase dan Alternatif Penyelesaian Sengketa Konstruksi Indonesia (Badapski).

4. Anak kampung dari keluarga sederhana yang bercita-cita jadi kontraktor

Agus Rahardjo, Panelis Debat yang Tak Punya Latar Belakang Hukum(Ketua KPK Agus Rahardjo) ANTARA FOTO/Aprilio Akbar

Jauh sebelum menapaki karier di dunia birokrasi maupun lembaga hukum independen, Agus adalah anak kampung yang hidup di Magetan, Jawa Timur. Ia lahir dalam keluarga sangat sederhana dan tak berkecukupan.

Agus kecil menghabiskan masa-masa sekolah di kota kelahirannya. Dari sekolah dasar hingga sekolah menengah atas, ia selesaikan di Magetan. Tamat SMA, pada 1972, Agus bercita-cita menjadi seorang kontraktor dan ingin melanjutkan kuliah di teknik sipil.

Untuk mewujudkannya, ia pindah ke Surabaya dan kuliah di Institut Teknologi Surabaya (ITS) mengambil jurusan teknik sipil. Dengan bekal gelar sarjananya, ia akhirnya memberanikan diri mengikuti ujian masuk PNS di Bappenas.

Di Bappenas, Agus mendapat kesempatan untuk melanjutkan program pascasarjana di luar negeri. Tak menyia-nyiakan kesempatan itu, ia menempuh pendidikan di Cambridge, Amerika Serikat, tepatnya di Arthur D. Little Management Education Institute.

Setelah lulus, ia sempat tinggal dan bekerja di Amerika Serikat selama lima tahun. Kemudian kembali ke Tanah Air hingga akhirnya menjadi ketua KPK saat ini.

5. Meski jadi panelis, ketua KPK tak akan hadir di debat capres

Agus Rahardjo, Panelis Debat yang Tak Punya Latar Belakang HukumGedung KPK. (ANTARA FOTO/Galih Pradipta)

Menghadapi tugas yang diberikan KPU menjadi panelis di debat perdana capres, Agus mengaku sudah siap memberikan masukan dan menyiapkan berbagai materi untuk bisa menguji kemampuan calon presiden Indonesia. Ia sudah menyusun pertanyaan bersama lima panelis lainnya.

Hanya saja, Agus nampaknya tak akan hadir dalam debat tersebut. Hal itu dilakukan untuk menghindari opini, KPK masuk ke pusaran politik.

"Kami tak akan datang supaya tak ada kesan kami ditarik ke politik. Sebab, panelis boleh saja tidak hadir saat debat berlangsung," kata Agus beberapa waktu lalu.

Wajar jika Agus takut namanya tercatut dalam politik kali ini. Ia mungkin tak mau jika KPK, khususnya dia, dianggap memihak ke salah satu capres. Sebab, namanya tak pernah masuk atau disangkut pautkan dengan politik praktis.

Baca Juga: Ketua KPK Jadi Panelis Debat Pertama Capres Cawapres 

Topic:

  • Sunariyah

Just For You