Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Gelombang Ancaman Bom Ganggu 25 Penerbangan di Seluruh Eropa

2 min read
Gelombang Ancaman Bom Ganggu 25 Penerbangan di Seluruh Eropa
ilustrasi bandara (unsplash.com/starocker)
  • Serangkaian ancaman bom mengganggu sedikitnya 25 penerbangan di berbagai negara Eropa pada 5 November 2026, memicu pendaratan darurat, penutupan bandara Warsawa, dan pengerahan jet Italia.
  • Maskapai seperti Ryanair, Aer Lingus, Wizz Air, Finnair, easyJet, dan Iberia terdampak, tetapi seluruh pesawat mendarat selamat dan pencarian tidak menemukan benda mencurigakan.
  • Uni Eropa belum memastikan keterkaitan maupun pelaku ancaman; nama kelompok pro-Rusia Male State muncul dalam satu pesan, tetapi kelompok itu tidak mengklaim bertanggung jawab.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Serangkaian ancaman bom telah mengganggu setidaknya 25 penerbangan di Eropa pada Kamis (5/11/2026). Sejumlah pesawat bahkan terpaksa mendarat darurat usai menerima ancaman bom sebagai langkah pencegahan.  

Sebelumnya, Eropa sudah dilanda serangan siber yang menyasar sistem pendingin supermarket. Alhasil, sejumlah suhu kulkas di supermarket negara-negara anggota Uni Eropa (UE) naik tajam hingga mengakibatkan bahan makanan terbuang. 

  1. 1. Ancaman sudah terjadi di berbagai negara Eropa

    Pesawat Airbus Beluga
    Pesawat Airbus Beluga. (unsplash.com/barendkaas)

    Peringatan ancaman bom ini sudah terjadi di berbagai negara Eropa, baik anggota UE maupun non-UE. Alhasil, ancaman bom ini melanda sejumlah negara seperti Italia, Irlandia, Inggris, Spanyol, Bulgaria, Rumania, Polandia, Finlandia, Denmark, Austria, Belgia, Portugal, Prancis, Yunani, Serbia, dan Ceko. 

    Selain itu, dilansir The Guardian, berbagai maskapai penerbangan terdampak, seperti Ryanair, Are Lingus, Wizz Air, Finnair, easyJet, Iberia, dan lainnya. Namun, semua maskapai dapat mendarat dengan selamat dan tidak ada benda mencurigakan di dalam pesawat usai proses pencarian. 

    Ancaman bom baru ini menjadi lanjutan dari kabar bohong ancaman bom pada Selasa (3/11/2026). Hingga kini, investigator di Inggris masih belum memberikan bukti dan dapat dikategorikan sebagai kabar bohong yang diduga berasal dari Rusia atau Iran.  

  2. 2. UE belum dapat pastikan ancaman bom saling terkait

    British Airways
    Pesawat Airbus A350 milik maskapai British Airways. (unsplash.com/ramalaksono)

    Di sisi lain, Komisaris Transportasi UE, Apostolos Tzitzikostas mengecam segala bentuk ancaman kepada penerbangan sipil. Namun, menurutnya, masih sangat awal untuk menetapkan bahwa insiden ancaman bom ini terkait satu sama lain. 

    Dilansir Euronews, UE menyatakan bahwa kabar bohong ancaman bom ini cenderung menargetkan maskapai murah atau low-cost-carrier (LCC). Akan tetapi, belum dapat dipastikan bahwa insiden ini berhubungan dengan otoritas nasional suatu negara. 

    Hingga kini, motif ancaman bom ini masih belum diketahui. Namun, insiden ini terjadi di tengah serangan hybrid di Eropa. Peringatan bom ini juga sudah membuat penutupan sebuah bandara di Warsawa dan penerjunan pesawat jet Italia. 

  3. 3. Ancaman diduga dari kelompok hacker pro-Rusia

     LOT Polish Airlines.
    Pesawat maskapai LOT Polish Airlines. (unsplash.com/sharow)

    Salah satu ancaman bom yang menargetkan penerbangan antara Roma dan Sofia, menyebutkan nama kelompok Male State. Kelompok yang dibentuk pada 2016 itu dikenal berasal dari Rusia yang berpaham ultranasionalis dan misoginistis. 

    Meskipun demikian, saluran Telegram kelompok pro-Rusia itu tidak mengomentari atau mengklaim bertanggung jawab atas ancaman bom ini. Hingga kini, pihak intelijen masih belum menetapkan siapa pihak yang bersalah atas kabar bohong yang mengganggu penerbangan di Eropa. 

    Sementara itu, gangguan ini cukup signifikan meski hanya berdampak pada sebagian kecil lalu lintas penerbangan. Menurut data dari Eurocontrol, jadwal penerbangan di Eropa pada Kamis mencapai 27.400 penerbangan. 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Related Articles

See More