Krisis Air Melanda Kuba, 2,6 Juta Warga Hadapi Gangguan Pasokan

- Lebih dari 2,6 juta warga Kuba mengalami gangguan air perpipaan; Havana menjadi wilayah terdampak terbesar dengan sekitar 536.000 orang, sementara banyak keluarga bergantung pada truk tangki.
- Sebanyak 66 persen gangguan dipicu ketiadaan listrik untuk stasiun pompa dan 25 persen akibat kerusakan peralatan; jaringan tua, minim pemeliharaan, krisis energi, serta lemahnya koordinasi memperparah situasi.
- Pemerintah Kuba merencanakan sepuluh ladang surya berkapasitas 200 megawatt di Havana, ditargetkan selesai Agustus 2027, serta program pemulihan jaringan dan pompa untuk mengurangi ketergantungan listrik.
Jakarta, IDN Times - Lebih dari 2,6 juta penduduk di Kuba dilaporkan mengalami gangguan pasokan air perpipaan. Masalah ini dipengaruhi oleh usia jaringan infrastruktur yang menua, kurangnya pemeliharaan, serta krisis energi yang membatasi ketersediaan bahan bakar untuk pemompaan air dan pembangkit listrik.
Presiden Kuba Miguel Diaz-Canel bersama otoritas sumber daya air mengonfirmasi situasi tersebut pada Rabu (4/11/2026) dalam sebuah siaran radio di Havana. Pemerintah Kuba menyatakan penyelesaian persoalan ini membutuhkan investasi besar, waktu panjang, dan tidak bisa diselesaikan hanya dengan satu tindakan atau pidato.
1. Sebaran wilayah dan jumlah warga terdampak di Kuba

Matanzas, Kuba (Jerome Ryan, CC BY 3.0, via Wikimedia Commons) Presiden Lembaga Sumber Daya Hidrolik Nasional (INRH), Antonio Rodriguez, menyatakan bahwa sebanyak 2.681.770 warga terdampak gangguan jaringan pipa hingga Selasa (3/11/2026). Ibu kota Havana mencatatkan angka tertinggi di antara seluruh provinsi, yakni mencapai sekitar 536.000 orang. Sejumlah wilayah lain seperti Santiago de Cuba, Holguin, Matanzas, Artemisa, dan Pinar del Rio masing-masing mencatat sekitar 200.000 orang terdampak.
Dilansir CiberCuba, banyak keluarga di berbagai wilayah tidak menerima air melalui pipa rumah tangga selama berminggu-minggu hingga berbulan-bulan sehingga bergantung pada truk tangki swasta. Pada Mei 2026, INRH mencatat ada 2,7 juta warga terdampak, sementara Kantor Koordinasi Urusan Kemanusiaan Perserikatan Bangsa-Bangsa memperkirakan jumlah riil pada September bisa mencapai 3,5 juta orang. Data alokasi anggaran negara pada kurun 2022 hingga 2024 juga menunjukkan sektor pariwisata menerima alokasi sekitar 95,8 miliar peso Kuba atau setara Rp71,18 triliun, jauh lebih besar dibandingkan program pasokan air yang hanya memperoleh 5,9 miliar peso Kuba atau setara Rp4,41 triliun.
2. Pemicu struktural dan kendala kelistrikan stasiun pompa

ilustrasi pipa air (pexels.com/Kamil Čičila) Sebanyak 66 persen gangguan pasokan air di Kuba disebabkan oleh ketiadaan aliran listrik untuk mengoperasikan stasiun pemompaan. Selain pemadaman listrik, kerusakan teknis pada unit peralatan pompa menyumbang 25 persen persoalan lainnya. Kedua faktor tersebut secara keseluruhan mencakup 91 persen dari total masalah yang tercatat di jaringan air nasional.
Presiden Miguel Diaz-Canel dalam siaran radio Criterio Compartido menyebut krisis air di Kuba berakar pada persoalan struktural dan keterbatasan pemeliharaan selama puluhan tahun. "Ini adalah masalah yang memiliki akar struktural, jaringan yang telah dieksploitasi selama beberapa dekade, investasi yang tidak dapat kami lakukan pada skala yang dibutuhkan, pemeliharaan yang perlu dilakukan, dan dua faktor yang memperburuknya hari ini," ujar Diaz-Canel. Dua faktor yang memperburuk tersebut adalah embargo perdagangan dari Amerika Serikat dan krisis energi, di samping adanya kelalaian serta kurangnya koordinasi otoritas lokal di beberapa wilayah.
3. Rencana pembangunan pembangkit surya dan pemulihan pompa

ilustrasi panel surya (pexels.com/K) Untuk menangani persoalan pasokan di Havana, pemerintah Kuba berencana membangun sepuluh ladang tenaga surya dengan kapasitas total 200 megawatt. Fasilitas ini akan dilengkapi sistem penyimpanan energi guna mendukung tiga sumber pasokan air utama di ibu kota. Proyek tersebut ditargetkan rampung pada Agustus 2027, dengan upaya percepatan waktu pengerjaan yang tengah diusahakan oleh pihak berwenang.
Dilansir Xinhua, pemerintah Kuba berniat menyusun program komprehensif guna memulihkan infrastruktur jaringan serta sistem pompa agar pasokan air tidak terlalu bergantung pada daya listrik. Saat ini, sebanyak 853 unit pompa dilaporkan telah beroperasi dalam rencana perubahan matriks energi. Meski demikian, otoritas setempat tidak merinci kapan pemadaman atau gangguan pasokan air akan berkurang secara signifikan.






















