Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Jejak Sa’ad bin Abu Waqqash, Ksatria Pemanah Pembela Setia Rasulullah

Jejak Sa’ad bin Abu Waqqash, Ksatria Pemanah Pembela Setia Rasulullah
Ilustrasi Sa’ad bin Abu Waqqash, ksatria pemanah pembela setia Rasulullah SAW. (Nano Banana 2/Rochmanudin)
Intinya Sih
  • Sa’ad bin Abu Waqqash, pemuda Bani Zuhrah, menerima Islam lewat ajakan Abu Bakar dan mendedikasikan hidupnya untuk membela risalah Nabi Muhammad.
  • Keberanian Sa’ad tercatat saat menumpahkan darah pertama demi Islam ketika melawan kaum musyrikin yang menyerang sahabat-sahabatnya di lembah Makkah.
  • Sebagai pemanah ulung, Sa’ad berperan penting dalam Perang Badar sebagai pengintai dan menjadi pelindung Rasulullah di Perang Uhud dengan ketepatan panahnya.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Di awal masa dakwah di Makkah, seorang pemuda dari Bani Zuhrah bernama Sa’ad bin Abu Waqqash atau Malik bin Uhaib, menerima hidayah Islam melalui ajakan Abu Bakar Ash-Shiddiq.

Mengutip Sirah Nabawiyah Ibnu Hisyam (Edisi Lengkap), sejak saat itu, kehidupan Sa’ad bin Abu Waqqash hanya didedikasikan untuk membela risalah Nabi Muhammad salallahu'alaihiwasallam.

1. Darah pertama yang tumpah demi membela Islam

Ilustrasi Kota Makkah masa lampau
Ilustrasi Kota Makkah pada masa lampau. (Nano Banana 2/Rochmanudin)

Keberanian Sa’ad teruji saat kaum Muslimin masih harus bersembunyi untuk melaksanakan salat. Suatu hari, ketika Sa’ad bersama beberapa sahabat sedang salat di sebuah lembah (Syi’b), sekelompok kaum musyrikin datang menghina dan menyerang mereka. Terjadilah duel hebat.

Dalam kepungan itu, Sa’ad mengambil sepotong tulang rahang unta dan memukulkannya kepada salah seorang musuh hingga terluka. Peristiwa ini dicatat dalam sejarah sebagai darah pertama yang tumpah demi membela Islam.

2. Mata dan telinga di Lembah Badar

Ilustrasi perang Badar
Ilustrasi perang Badar (Nano Banana 2/Rochmanudin)

Menjelang Perang Badar, Sa’ad memegang peran krusial sebagai intelijen. Rasulullah salallahu'alaihiwasallam mengutusnya bersama Ali bin Abu Thalib dan Az-Zubayr bin Awwam untuk menyusup ke dekat sumur Badar, guna mengumpulkan informasi mengenai pergerakan tentara Quraisy.

Berkat ketangkasannya, mereka berhasil menangkap petugas pengambil air musuh, dan mendapatkan data penting mengenai jumlah pasukan serta identitas para pemuka Makkah yang ikut berperang.

3. Benteng hidup di Perang Uhud

Perang Uhud
Ilustrasi Perang Uhud. (Nano Banana 2/Rochmanudin)

Heroisme Sa’ad mencapai puncaknya saat pasukan Muslim terdesak di Perang Uhud. Ketika banyak orang menjauh karena tekanan musuh, Sa’ad tetap berdiri teguh di sisi Rasulullah salallahu'alaihiwasallam.

Sa'ad terus melepaskan anak panah dengan bidikan yang akurat, untuk menghalau serangan kaum musyrikin yang ingin mencelakai Nabi.

Keahlian memanahnya memang telah diakui sejak ekspedisi-ekspedisi awal, menjadikan Sa'ad salah satu pemanah terbaik di kalangan sahabat Rasulullah salallahu'alaihiwasallam.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Rochmanudin Wijaya
EditorRochmanudin Wijaya
Follow Us

Latest in News

See More