Jakarta Ingin Ikuti Jejak Cannes Jadi Kota Event Internasional

- Wagub DKI Jakarta Rano Karno dan delegasi Pemprov DKI bertemu Wakil Wali Kota Cannes untuk mempelajari strategi kota tersebut sebagai tuan rumah festival film internasional terbesar di dunia.
- Cannes Film Festival menghasilkan perputaran ekonomi sekitar Rp4,4 triliun selama 12 hari penyelenggaraan dan menjadi salah satu event terbesar setelah Olimpiade serta Piala Dunia FIFA.
- Rano Karno berharap kerja sama dengan Cannes membuka peluang pengembangan talenta manajemen event dan industri pariwisata agar Jakarta bisa tumbuh sebagai kota penyelenggara event internasional.
Jakarta, IDN Times - Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta, Rano Karno, bertemu dengan Wakil Wali Kota Cannes, Thomas Pariente, Kamis (14/5/2026) sore di Hôtel de Ville de Cannes. Dalam pertemuan itu, Jakarta memperkuat kolaborasi dengan Cannes dengan berbagi pengetahuan dan menggelar event internasional.
Rano Karno berharap kerja sama Jakarta dan Cannes tidak hanya sebatas transfer pengetahuan, tetapi juga membuka peluang pasar konten dan pelatihan penyelenggaraan event internasional.
“Ini luar biasa. Cannes bisa menjadi kota yang hidup dari industri event. Bahkan, 40 persen penopang ekonominya berasal dari sektor pariwisata. Ini juga harus dikembangkan di Jakarta,” kata Rano, dikutip dari siaran pers, Minggu (17/5/2026).
Dia menilai, Jakarta perlu mengembangkan talenta manajemen event seperti yang dilakukan Cannes, termasuk melalui pendidikan tinggi yang terhubung dengan jejaring event internasional.
“Cannes luar biasa. Mereka punya universitas negeri hingga jenjang doktoral yang memungkinkan lulusannya memiliki jejaring dengan event-event internasional. Suatu saat Jakarta juga harus bisa,” ujar Rano.
1. Pelajari strategi Cannes jadi kota festival film dunia

Rano mengatakan, Pemprov DKI Jakarta mempelajari strategi Cannes yang selama 79 tahun sukses menjadi tuan rumah festival film internasional terbesar di dunia, yakni Cannes Film Festival.
Festival tersebut diketahui mampu menarik sekitar 45 ribu peserta setiap tahunnya.
2. Festival Film Cannes putar ekonomi hingga Rp4,4 triliun

Menurut Wakil Wali Kota Cannes, Thomas Pariente, selama 12 hari pelaksanaan Cannes Film Festival yang diselenggarakan oleh The French Association of the International Film Festival di bawah kepemimpinan Iris Knobloch, perputaran ekonomi kota mencapai sekitar 216 juta euro atau setara Rp4,4 triliun.
Thomas bahkan menyebut festival tersebut sebagai festival terbesar ketiga di dunia setelah Olympic Games dan FIFA World Cup.
“Kami bangga karena Cannes Film Festival merupakan festival terbesar ketiga di dunia setelah Olimpiade dan Piala Dunia FIFA. Kami juga beruntung karena festival ini digelar setiap tahun,” kata Thomas.
3. Event internasional Cannes selain festival film

Selain perfilman, Cannes juga rutin menggelar berbagai event internasional lain, mulai dari MIPTV dan MIPCOM untuk industri televisi, festival kapal pesiar, festival musik, hingga konferensi industri global.
Event internasional tersebut dapat menjadi penggerak utama ekonomi kota melalui sektor pariwisata, media, hospitality, dan industri kreatif.
Salah satu venue utama penyelenggaraan event internasional di Cannes adalah Palais des Festivals et des Congrès. Pemerintah Cannes juga turut memfasilitasi penyelenggaraan berbagai acara internasional, termasuk dalam hal venue acara.
Tak hanya itu, Cannes juga menyelenggarakan festival musik selama lima hari pada bulan Juni setiap musim panas. Festival tersebut rata-rata dikunjungi oleh 15.000 pengunjung dan berdampak pada ekonomi hingga 160 juta euro atau setara Rp3,2 triliun.



















