Tragedi Amr bin Luhay: Pria yang Mengubah Wajah Makkah

- Amr bin Luhay, pemimpin berpengaruh Makkah, melakukan perjalanan ke Syam dan menyaksikan kaum Amaliq menyembah batu-batu yang dianggap memiliki kekuatan spiritual.
- Terpesona oleh praktik tersebut, Amr membawa berhala Hubal ke Makkah dan memerintahkan penduduk untuk menyembahnya, mengubah tradisi monoteisme menjadi penyembahan berhala.
- Penyembahan berhala kemudian meluas ke berbagai kabilah Arab hingga Makkah dipenuhi ratusan patung, sementara Amr dikenang sebagai tokoh yang menyesatkan kaumnya.
Jakarta, IDN Times - Dahulu, penduduk Makkah hidup dalam kemurnian ajaran Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail. Namun, harmoni monoteisme ini mulai retak saat Amr bin Luhay, seorang pemimpin yang berpengaruh, melakukan sebuah perjalanan ke luar wilayahnya.
Amr bin Luhay pergi menuju negeri Syam--sekarang bernama Suriah, Lebanon, Yordania, dan Palestina, untuk sebuah keperluan, dan tiba di wilayah Ma'arib di Balqa'.
1. Pertemuan di Balqa'

Di Syam, Amr melihat penduduk setempat yang dikenal sebagai kaum Amaliq sedang melakukan ritual yang asing baginya. Mereka bersujud di hadapan batu-batu yang dipahat.
Tergerak oleh rasa penasaran, Amr bertanya, "Berhala-berhala model apakah yang kalian puja-puja itu?" Kaum Amaliq menjawab bahwa berhala-berhala itu adalah pemberi pertolongan; mereka meminta hujan lalu hujan turun, dan mereka memohon sesuatu lalu permohonan itu dikabulkan.
2. Lahirnya kesesatan di Makkah

Terpesona oleh kekuatan 'mistis' tersebut, Amr bin Luhay meminta satu berhala untuk dibawa ke Jazirah Arab. Kaum Amaliq memberinya sebuah patung besar bernama Hubal.
Sesampainya di Makkah, Amr memancangkan Hubal di dekat Ka'bah dan memerintahkan seluruh penduduk untuk menyembahnya. Sejak saat itulah, gerbang syirik terbuka lebar, menggantikan agama Ibrahim yang lurus dengan penyembahan batu.
Kesesatan ini menyebar laksana api di padang rumput. Kabilah-kabilah lain mulai menciptakan tuhan-tuhan mereka sendiri. Kabilah Kalb mengambil Wadd di Dumatul Jandal, Hudzail memuja Suwa', sementara kabilah-kabilah di Yaman menyembah Yaghuts, Ya’uq, dan Nasr.
Makkah yang suci pun dipenuhi dengan ratusan berhala, termasuk Isaf dan Nailah yang diletakkan di dekat sumur Zamzam.
3. Bakti berujung neraka

Amr bin Luhay mungkin mengira ia sedang membawa kemajuan bagi kaumnya, namun di mata Allah SWT, ia adalah pembawa bencana. Berabad-abad kemudian, Rasulullah memberikan kesaksian yang mengerikan tentang nasibnya.
Rasulullah bersabda bahwa ia melihat Amr bin Luhay sedang menyeret usus-ususnya di dalam api neraka, karena dialah orang pertama yang mengubah agama Ismail dan memasang berhala di tanah Arab.
Rasulullah shallalahu 'alaihi wasallam bersabda:
"Aku melihat Amr bin Luhay menyeret usus-ususnya di neraka. Aku bertanya kepadanya tentang manusia (yang hidup) antara aku dengannya, ia menjawab, 'Mereka telah binasa.'" (Hadis Bukhari no. 1212 dan Muslim no. 2856)

















