Menhut: 23 Persen Mangrove Dimiliki Indonesia, Terbesar di Dunia

- Indonesia memiliki 23 persen mangrove dunia dan menegaskan perannya dalam mitigasi perubahan iklim serta perlindungan keanekaragaman hayati di forum PBB.
- Pemerintah mengajak komunitas internasional memperkuat kemitraan global melalui World Mangrove Center untuk riset, inovasi, dan aksi nyata restorasi mangrove berkelanjutan.
- World Mangrove Center dibangun sebagai pusat unggulan yang memfasilitasi pertukaran pengetahuan, penelitian, dan pendanaan internasional guna mempercepat restorasi ekosistem pesisir.
Jakarta, IDN Times - Menteri Kehutanan (Menhut), Raja Juli Antoni, menegaskan peran strategis Indonesia dalam mitigasi perubahan iklim lewat kepemilikan 23 persen mangrove dari total luas secara global.
Hal itu ia sampaikan dalam rangkaian sidang ke-21 United Nations Twenty-first United Nations Forum on Forests di Markas Besar PBB, New York, awal pekan.
“Dengan kepemilikan sekitar 23 persen dari total luas mangrove global yang terbesar di dunia, Indonesia menempatkan mangrove sebagai aset penting bagi aksi iklim, ketahanan pesisir, dan konservasi keanekaragaman hayat,” ujar dia dalam keterangan tertulis Kemenhut, Minggu (17/5/2026).
1. Indonesia ajak internasional memperkuat World Mangrove Center

Dalam kesempatan itu, Indonesia mengajak masyarakat internasional untuk memperkuat kemitraan global melalui inisiatif World Mangrove Center.
Lewat inisiatif tersebut, dunia dapat memperluas kolaborasi riset dan inovasi, serta mendorong aksi nyata bagi perlindungan dan restorasi mangrove dunia secara berkelanjutan.
“Melalui inisiatif World Mangrove Center, Indonesia mengajak masyarakat internasional untuk memperkuat kemitraan global, memperluas kolaborasi riset dan inovasi, serta mendorong aksi nyata bagi perlindungan dan restorasi mangrove dunia secara berkelanjutan,” ujar Menhut.
2. 80 persen ekosistem mangrove di wilayah kewenangan Kemenhut

Menhut menjelaskan, sekitar 80 persen dari ekosistem mangrove di Indonesia berada di bawah wilayah kewenangan Kementerian Kehutanan.
Oleh karena itu, Indonesia berkomitmen untuk memimpin upaya global dalam memanfaatkan potensi mangrove guna mendukung aksi iklim, meningkatkan ketahanan pesisir, serta menjaga konservasi keanekaragaman hayati.
"Indonesia menyambut baik kolaborasi melalui World Mangrove Center untuk memajukan manajemen mangrove berkelanjutan di tingkat global. Dengan penguasaan hampir seperempat mangrove dunia, kami ingin memastikan ekosistem ini menjadi pilar utama dalam mitigasi perubahan iklim dan perlindungan wilayah pesisir," kata Menhut.
3. World Mangrove Center dibangun untuk riset hingga pendanaan internasional

Direktur Jenderal Pengelolaan DAS dan Rehabilitasi Hutan, Dyah Murtiningsih, mengatakan, World Mangrove Center dibangun oleh Indonesia bertujuan untuk membangun pusat unggulan yang memfasilitasi pertukaran pengetahuan, riset, dan pendanaan internasional.
Dalam agenda World Mangrove Center, inisiatif pusat penelitian dan restorasi mangrove dikembangkan di berbagai field observatory station di seluruh Indonesia.
"Langkah ini diharapkan dapat mempercepat restorasi mangrove global dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan ekosistem pesisir dunia," ujar dia.


















