JPO JIS-Ancol, Ikon Konektivitas Baru Jakarta Utara

- Fasad berfilosofi kearifan lokal Betawi
- Desain JPO JIS-Ancol mengadopsi elemen visual utama stadion
- Mengacu pada standar konektivitas kota global
Jakarta, IDN Times - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengungkapkan kehadiran Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) yang menghubungkan Jakarta International Stadium dengan kawasan wisata Ancol jadi salah satu langkah strategis dalam transformasi Jakarta menuju kota global.
Menurutnya, kehadiran JPO dengan panjang 466 meter diharapkan menjadi ikon baru Jakarta Utara dan memperkuat posisi kawasan JIS-Ancol sebagai pusat kegiatan olahraga, hiburan, dan pariwisata bertaraf internasional.
"JPO ini dirancang sebagai perpanjangan arsitektur JIS. JPO JIS-Ancol mengadopsi bahasa visual stadion secara utuh," kata Pramono, dikutip dalam keterangan tertulis, Jumat (13/2/2026).
1. Fasad berfilosofi kearifan lokal Betawi

Pramono mengatakan JPO ini nantinya dibangun dengan fasad berfilosofi kearifan lokal Betawi terinspirasi dari ikat kepala khas Betawi yang melambangkan persatuan, ornamen Gigi Balang sebagai simbol kejujuran dan keberanian, serta corak loreng macan yang merepresentasikan kekuatan.
"Pendekatan ini memastikan harmoni visual kawasan sekaligus menegaskan identitas Jakarta sebagai kota global yang modern, namun berakar pada nilai lokal," katanya.
2. Desain JPO JIS-Ancol mengadopsi elemen visual utama stadion

Direktur Utama PT Jakarta Propertindo (Perseroda), Iwan Takwin, menjelaskan konsep desain yang menyatu ini bukan sekadar jalur penyeberangan, melainkan elemen pengalaman kawasan.
"Desain JPO JIS-Ancol mengadopsi elemen visual utama stadion, menciptakan aliran ruang yang menyatu dari area JIS hingga pesisir Ancol," ujarnya.
3. Mengacu pada standar konektivitas kota global

Iwan mengatakan JPO ini juga dilengkapi sistem pencahayaan terintegrasi dengan skema lampu stadion, menghadirkan lanskap visual ikonik di utara Jakarta. Sebagai BUMD yang mengemban penugasan strategis pembangunan kota, Jakpro memastikan JPO JIS-Ancol dirancang dan dibangun mengacu pada standar konektivitas kota global. Prinsip integrasi antarmoda, walkability, keselamatan, kenyamanan, serta aksesibilitas universal menjadi landasan utama perencanaan.
"Pendekatan ini sejalan dengan praktik terbaik kota-kota dunia yang menempatkan infrastruktur pejalan kaki sebagai elemen kunci sistem mobilitas perkotaan berkelanjutan, sekaligus memperkuat last-mile connectivity di kawasan strategis Jakarta Utara," katanya.
4. JPO mengelola arus besar pengunjung

Secara fungsional, JPO ini berperan penting dalam mengelola arus besar pengunjung. Sebagai stadion multipurpose yang menyelenggarakan konser internasional dan ajang olahraga bergengsi, JIS membutuhkan konektivitas yang aman serta efisien menuju kantong parkir serta destinasi wisata.
"JPO JIS-Ancol menjawab kebutuhan tersebut dan memperkuat citra kawasan sebagai pusat olahraga dan hiburan terpadu dengan standar fasilitas setara kota-kota besar dunia," ujar Iwan.

















