Jakarta, IDN Times - Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur Ketahanan Ekonomi Sosial dan Budaya, Direktorat Jenderal Politik dan Pemerintahan Umum (Ditjen Politik dan PUM) Aang Witarsa Rofik menekankan pentingnya penguatan moderasi beragama untuk membangun sikap toleransi dan penghargaan terhadap perbedaan keyakinan, guna mencegah konflik lebih luas, juga untuk menciptakan negara yang adil, ramah, rukun, damai, dan makmur bagi semua warga Indonesia.
“Perlu antisipasi terhadap polarisasi masyarakat usai Pemilu 2024, yang dapat memicu konflik sosial akibat sensitivitas negatif yang tinggi di berbagai interaksi, baik langsung maupun di dunia maya,” ujar Aang dalam keterangan tertulis, dikutip Sabtu (9/3/2024).
Aang sebelumnya menyampaikan hal ini dalam kegiatan “Komunikasi Sosial Isu-Isu Strategis Bidang Ekonomi, Sosial dan Budaya” yang digelar Direktorat Ketahanan Ekonomi Sosial dan Budaya Ditjen Politik dan PUM Kementerian Dalam Negeri, di Bogor, Jawa Barat, Kamis (7/3/2024) lalu.
