Panggil Menhut hingga BMKG, Prabowo Pimpin Rapat Bahas Karhutla-Cuaca

- Presiden Prabowo Subianto menggelar rapat terbatas di Istana Jakarta untuk membahas pencegahan kebakaran hutan dan lahan serta kondisi cuaca.
- Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menyebut Indonesia sedang memasuki musim kemarau yang diperparah El Nino, sehingga kondisi menjadi lebih kering.
- Rapat yang melibatkan BMKG dan BRIN juga akan membahas prediksi cuaca ekstrem serta langkah-langkah antisipasi ke depan.
Jakarta, IDN Times - Presiden Prabowo Subianto memanggil sejumlah menteri dan kepala badan untuk rapat terbatas (ratas) membahas pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), serta cuaca di Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (28/9/2026). Salah satu yang hadir Menteri Kehutanan (Menhut), Raja Juli Antoni.
"Ya, saya dihubungi tadi pagi, kita akan ada ratas khusus tentang Karhutla ya, kebakaran hutan dan lahan," ujar Raja Juli.
1. Indonesia ada El Nino

Saat ini, Indonesia sudah masuk ke tahap musim kemarau. Terlebih, di musim kemarau saat ini juga ada El Nino yang membuat lebih kering.
"Seperti kita ketahui siklus El Nino itu kan terjadi 4 tahunan," ucap dia.
2. Apa kata BMKG

Sementara itu, Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Faisal Fathani, masih belum mau bicara mengenai materi rapat. Dia terlebih dulu akan menyampaikan kepada Presiden Prabowo.
"Nanti saya sampaikan, (rapat) tentang cuaca ekstrem dan kebenaran, saya laporkan dulu," kata Faisal.
3. Rapat antisipasi cuaca ekstrem

Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Arif Satria, mengatakan rapat tersebut nantinya akan membahas mengenai antisipasi terhadap prediksi cuaca ekstrem.
"Iya hari ini kami dipanggil oleh Pak Presiden untuk membahas masalah cuaca ekstrem ya, cuaca ekstrem. Nanti kita coba akan bahas bagaimana langkah-langkah antisipasi kedepan," ucap Arif.





















