Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Waspada Virus Nipah, Dinkes DKI: Hindari Makan Buah Terbuka dan Rusak

Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta,  Ani Ruspitawati. (IDN Times/Dini Suciatiningrum)
Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Ani Ruspitawati. (IDN Times/Dini Suciatiningrum)
Intinya sih...
  • Penularan terjadi melalui kontak dengan hewan terinfeksi
  • Imbau masyarakat menjaga kebersihan pangan dan hindari buah terbuka atau rusak
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi DKI Jakarta, Ani Ruspitawati, mengimbau masyarakat untuk menjaga kebersihan pangan dan mencuci buah sebelum dikonsumsi. Hal itu seiring dikeluarkannya SE Kemenkes Kewaspadaan Penyakit Virus Nipah menyusul laporan kasus konfirmasi di India.

"Kami imbau masyarakat menghindari kontak dengan hewan sakit, tidak mengonsumsi buah yang terbuka atau rusak dan diduga terpapar gigitan kelelawar, serta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan bila mengalami gejala setelah kontak berisiko," ujar Ani saat dikonfirmasi, Senin (2/2/2026).

1. Penularan terjadi melalui kontak dengan hewan terinfeksi

ilustrasi kelelawar dalam goa (pexels.com/Vladimir Konoplev)
ilustrasi kelelawar dalam goa (pexels.com/Vladimir Konoplev)

Ani mengatakan, virus Nipah adalah penyakit zoonotik berbahaya yang dapat menular dari hewan ke manusia dan antarmanusia dengan tingkat kematian tinggi.

"Penularan terjadi melalui kontak dengan hewan terinfeksi (terutama kelelawar pemakan buah), konsumsi makanan/minuman yang terkontaminasi, serta kontak erat dengan penderita," kata dia.

2. Kemenkes keluarkan SE Kewaspadaan

Gedung Kemenkes
Gedung Kemenkes (IDN Times/Dini Suciatiningrum)

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI mengeluarkan Surat Edaran (SE) tentang kewaspadaan terhadap Penyakit Virus Nipah menyusul laporan kasus konfirmasi di India.

Surat Edaran Nomor HK.02.02/C/445/2026 tersebut ditetapkan pada 30 Januari 2026 dan ditujukan kepada seluruh jajaran kesehatan di Indonesia. Mulai dari dinas kesehatan, rumah sakit, puskesmas, hingga laboratorium kesehatan masyarakat.

"Hingga saat ini belum terdapat laporan kasus konfirmasi penyakit virus Nipah pada manusia di Indonesia, namun kewaspadaan tetap perlu ditingkatkan mengingat Indonesia termasuk wilayah berisiko berdasarkan kedekatan geografis dan intensitas mobilitas dengan negara-negara yang pernah mengalami kejadian luar biasa," kata Dirjen Pengendalian Penyakit Kemenkes, Murti Utami, dalam keterangan, Senin (2/1/2026).

3. Potensi sumber penularan di Indonesia

Petugas memeriksa penumpang di Bandara Soekarno-Hatta menyusul wabah virus Nipah
Petugas memeriksa penumpang di Bandara Soekarno-Hatta menyusul wabah virus Nipah (ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal)

Dalam SE tersebut, Kemenkes menjelaskan, virus Nipah merupakan penyakit zoonotik emerging yang memiliki tingkat kematian tinggi, yakni berkisar 40 hingga 75 persen.

Virus ini ditularkan dari hewan ke manusia, dengan reservoir alami berupa kelelawar buah (Pteropus sp.), baik secara langsung maupun melalui perantara hewan lain seperti babi, serta dari konsumsi makanan atau minuman yang terkontaminasi.

"Selain itu, hasil penelitian di Indonesia menunjukkan adanya bukti serologis dan deteksi virus pada reservoir alami kelelawar buah (Pteropus sp.) yang menandakan potensi sumber penularan di Indonesia," kata dia.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Deti Mega Purnamasari
EditorDeti Mega Purnamasari
Follow Us

Latest in News

See More

Menteri HAM Pigai Ingin Bangun Kampung Redam di Wilayah Rawan Konflik

02 Feb 2026, 17:09 WIBNews