Kemhan: 3 Jenazah Prajurit yang Gugur di UNIFIL Tiba di Indonesia Akhir Pekan

- Tiga jenazah prajurit TNI yang gugur di misi UNIFIL akan tiba di Lanud Halim Perdanakusuma akhir pekan ini setelah proses pemulasaran di Lebanon selesai.
- Lima prajurit lainnya mengalami luka, tiga dirawat intensif di Rumah Sakit St George Beirut dan dua lainnya mengalami luka ringan dengan kondisi mulai membaik.
- Duta Besar Indonesia untuk PBB menegaskan serangan Israel ke pasukan UNIFIL sebagai tindakan sengaja yang mengancam perdamaian serta dapat dikategorikan sebagai kejahatan perang.
Jakarta, IDN Times - Kepala Biro Informasi Pertahanan Kementerian Pertahanan Brigjen TNI Rico Sirait mengatakan, tiga jenazah prajurit TNI yang gugur di misi United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) diperkirakan tiba di Tanah Air pada akhir pekan ini. Jenazah akan diberangkatkan dari Bandara Internasional Rafik Hariri, Lebanon.
"Jenazah prajurit TNI yang sudah gugur di (misi) UNIFIL saat ini sudah melewati proses pemulasaran di Rumah Sakit Sidon dan akan dikembalikan ke Tanah Air. Pemberangkatan kalau gak di hari Jumat mungkin Sabtu," ujar Rico kepada IDN Times melalui pesan pendek, Kamis (2/4/2026).
Ia menambahkan diperkirakan jenazah akan tiba di akhir pekan ini di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur. Jenderal bintang satu itu menyadari konflik di Timur Tengah menyebabkan penerbangan minim sehingga kepastian kepulangan jenazah akan disampaikan kembali.
Saat ditanyakan apakah ketiga jenazah akan disemayamkan di Kemhan, Rico menepisnya. Ia menyebut ketika tiba di Lanud Halim Perdanakusuma, akan ada penerimaan jenazah.
"Detailnya akan disampaikan oleh Mabes TNI," imbuhnya.
1. Prajurit yang terluka masih dalam perawatan rumah sakit

Lebih lanjut, ia mengatakan, ada lima prajurit lainnya yang mengalami luka. Tiga di antaranya dirawat di rumah sakit.
"Saat ini kondisi prajurit yang luka dan dirawat di rumah sakit Beirut sudah membaik. Kondisinya sudah lebih stabil dari sebelumnya," kata Jenderal bintang satu itu.
Tiga prajurit yang dirawat di Rumah Sakit St George Beirut lantaran mengalami luka berat. Ketiga prajurit tersebut yakni Lettu Inf Sulthan Wirdean Maulana, Praka Deni Rianto, dan Praka Rico Pramudia.
Sedangkan, dua prajurit lainnya yakni Praka Bayu Prakoso dan Praka Arif Kurniawan mengalami luka ringan.
2. Duta Besar Indonesia untuk PBB sebut Israel sengaja menyasar pasukan UNIFIL

Sementara, Duta Besar Indonesia untuk PBB, Umar Hadi, terlihat adu argumen dalam rapat Dewan Keamanan PBB pada Selasa (31/3/2026) malam. Ia mengatakan, ada narasi yang sengaja dibentuk oleh Israel yang akan memberikan pertanyaan mendasar dari peristiwa penyerangan tersebut.
"Siapa yang bertanggungjawab menciptakan dan melanggengkan zona permusuhan itu?" tanya Umar seperti dikutip dari YouTube resmi PBB.
Ia menambahkan, peristiwa penyerangan UNIFIL yang menewaskan tiga prajurit TNI itu tak hadir dari ruang hampa, melainkan buah dari serangan militer Israel yang berulang ke Lebanon Selatan.
Serangan itu bahkan sengaja menargetkan UNIFIL dan menghalangi pasukan perdamaian menjalankan resolusi Dewan Keamanan PBB Nomor 1701 yang mengamanatkan solusi damai untuk Lebanon.
Serangan itu, kata Umar, juga merupakan ancaman langsung terhadap perdamaian dan keamanan. “Serta dapat dianggap sebagai kejahatan perang,” tutur diplomat senior di Kementerian Luar Negeri itu.
3. Identitas tiga prajurit TNI yang gugur di misi UNIFIL

Sebelumnya, Mabes TNI membenarkan sudah ada tiga prajurit TNI yang gugur di misi UNIFIL. Peristiwa itu terjadi dalam dua serangan terpisah yakni 29 Maret 2026 dan 30 Maret 2026.
Serangan pertama terjadi pada Minggu kemarin. Praka Fahrizal Rhomadhon terkena proyektil militer Israel di markas Indonesia di UNIFIL.
Sedangkan, dua prajurit TNI lainnya yang gugur yakni Kapten Inf Zulmi Aditya dan Sersan Satu Muhammad Nur Ichwan. Zulmi diketahui sehari-hari bertugas di Grup 2 Kopassus. Sedangkan, Ichwan berasal dari Kesdam IX Udayana.
Keduanya gugur ketika sedang bertugas mengawal operasional UNIFIL di Lebanon.



















