Kepala Dishub DKI Syafrin Liputo Ikuti Uji Calon Wali Kota Jaksel

- DPRD DKI Jakarta menggelar uji kelayakan tertutup bagi Syafrin Liputo sebagai calon Wali Kota Jakarta Selatan, dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Khoirudin.
- Khoirudin menekankan pentingnya kemampuan Syafrin dalam mengendalikan ribuan ASN dan menghadapi ego sektoral di tingkat Suku Dinas agar kinerja wilayah lebih efektif.
- Ima Mahdiah menyoroti lambatnya penanganan masalah Fasos-Fasum di Jaksel dan berharap Syafrin mampu mempercepat birokrasi serta penyelesaian isu masyarakat.
Jakarta, IDN Times - DPRD DKI Jakarta menggelar rapat pimpinan gabungan (Rapimgab) untuk uji kelayakan dan kepatuhan terkait usulan calon wali kota Jakarta Selatan, Selasa (14/4/2026) secara tertutup.
Dalam keterangan tertulis, Ketua DPRD Khoirudin memimpin rapat itu didampingi Wakil Ketua Ima Mahdiah dan Basri Baco. Hadir pula Ketua Komisi A Inggard Joshua serta calon Wali Kota Jakarta Selatan Syafrin Liputo yang saat ini menjabat Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta.
Khoirudin meminta Syafrin menyiapkan strategi khusus menghadapi hambatan birokrasi, terutama terkait masalah ego sektoral di tingkat Suku Dinas (Sudin) di Jakarta Selatan.
“Bagaimana cara Pak Syafrin menangani paradoks tadi di tengah kenyataan ego sektoral masing-masing Sudin?” tanya Khoirudin.
“Biasanya Sudin itu loyalnya ke kepala dinas. Sementara Pak Syafrin adalah pimpinan wilayah. Apakah bisa kerja cepat dengan situasi birokrasi seperti itu?” ujar Khoirudin di Gedung DPRD DKI Jakarta.
1. DPRD ingin Syafrin punya pengendalian yang baik

Pengendalian aparatur sipil negara (ASN) di wilayah Jakarta Selatan juga menjadi satu di antara sorotan Khoirudin. Apalagi, wilayah Jakarta Selatan mencakup 10 kecamatan dan 67 kelurahan. Menurut Khoirudin, butuh ketegasan memimpin ribuan ASN.
“Saya ingin Pak Syafrin punya kemampuan pengendalian yang baik agar semua bekerja maksimal,” ujar Khoirudin.
2. Penanganan masalah di Jaksel lambat

Sementara itu, Ima Mahdiah menyoroti perbedaan kecepatan penanganan masalah antara Jakarta Barat dan Jakarta Selatan. Sebab, penyelesaian masalah fasilitas sosial dan fasilitas umum (fasos-fasum) di wilayah Jakarta Selatan kerap tak terselesaikan.
“Di Jakarta Barat enam bulan selesai. Di Jakarta Selatan bisa dua tahun belum beres. Padahal, usulan penyerahan fasos-fasum itu sangat penting bagi warga,” ucap dia.
3. Syafrin diharapkan putus birokrasi yang lamban

Ima berharap, kehadiran Syafrin di kursi wali kota Jakarta Selatan dapat memutus rantai birokrasi yang lamban. Dengan begitu, setiap permasalahan yang muncul di masyarakat segera terselesaikan, tanpa tertunda.
“Harapan saya, Pak Syafrin bisa mengeksekusi segala sesuatunya lebih cepat dan tiap masalah itu tidak ‘diamangin’ (didiamkan), jadi selesai,” kata Ima.



















