Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Ketua MPR: NU Punya Peran Besar Jaga Indonesia Sejak Penjajahan

WhatsApp Image 2026-01-31 at 15.51.39.jpeg
Ketua MPR, Ahmad Muzani pada puncak peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-100 NU yang digelar di Istora Senayan, Jakarta Pusat. (IDN Times/Triyan).
Intinya sih...
  • Ketua MPR RI Ahmad Muzani menegaskan kontribusi historis dan strategis NU dalam perjalanan bangsa Indonesia.
  • NU melahirkan organisasi seperti Gerakan Pemuda Ansor dan Banser untuk memperkuat basis perlawanan terhadap penjajah.
  • NU memiliki peran penting dalam menjaga keutuhan bangsa, mempertahankan ideologi negara, serta menyelamatkan ideologi negara dari ancaman komunisme.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times – Ketua MPR RI Ahmad Muzani menegaskan, Nahdlatul Ulama (NU) memiliki peran historis dan strategis dalam perjalanan bangsa Indonesia. Kontribusi NU dinilai nyata sejak masa penjajahan hingga mengisi dan menjaga kemerdekaan.

Hal itu disampaikan Muzani saat memberikan sambutan dalam puncak peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-100 Nahdlatul Ulama yang digelar di Istora Senayan, Jakarta Pusat, Sabtu (31/1/2026).

“Kontribusi NU terhadap Republik Indonesia sejak berdiri hingga kini sangat besar. Ketika Republik Indonesia masih dalam keadaan lemah, dengan angkatan bersenjata yang belum cukup kuat, NU melahirkan berbagai organisasi, seperti Gerakan Pemuda Ansor yang didirikan pada 1934 dan Banser yang berdiri pada 1936, sebagai upaya untuk memperkuat basis perlawanan terhadap penjajah," kata Muzani.

Ia menilai, keberadaan organisasi-organisasi tersebut menjadi bukti, NU sejak awal berdiri tidak hanya bergerak di bidang keagamaan, tetapi juga berperan aktif dalam perjuangan kebangsaan.

1. Tugas NU tidak berhenti setelah Indonesia merdeka

WhatsApp Image 2026-01-31 at 15.51.49.jpeg
Ketua MPR, Ahmad Muzani pada puncak peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-100 NU yang digelar di Istora Senayan, Jakarta Pusat. (IDN Times/Triyan).

Muzani menegaskan NU berdiri jauh sebelum Indonesia merdeka. NU didirikan pada 1926, sementara Proklamasi Kemerdekaan Indonesia baru terjadi pada 1945. Bahkan, Indonesia baru akan memperingati satu abad kemerdekaannya pada 2045.

"Kemudian apa tugas NU setelah Indonesia meredeka? Tugas NU tidak berhenti karena Indonesia Merdea, tugas NU mengisi kemerdekaaan menjaga Republik Indonesia, menjaga keutuhan dan menjaga kebersamaan," ujar Muzani menegaskan.

Ia mengingatkan, ketika NU lahir, bangsa Indonesia masih berada dalam kondisi sangat sulit. Penjajahan menyebabkan rakyat hidup dalam kemiskinan, keterbatasan pendidikan, serta berbagai kekurangan.

Namun, menurut Muzani, para ulama dan kiai NU memiliki kesadaran tinggi terhadap nasib umat dan bangsa, sehingga memilih untuk bergerak dan membangun organisasi.

“Namun, dengan kesadaran tinggi para ulama dan kiai akan nasib bangsa, rakyat, dan umat, mereka mendirikan Nahdlatul Ulama,” tutur Muzani.

2. NU harus tetap kuat yang disertai dengan dompet jamaah yang tebal

WhatsApp Image 2026-01-31 at 16.06.23.jpeg
puncak peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-100 NU yang digelar di Istora Senayan, Jakarta Pusat. (IDN Times/Triyan).

Muzani menuturkan, sejak awal berdiri, NU menjadi motor penggerak perlawanan terhadap penjajahan. Semangat pembebasan bangsa disebarkan melalui pesantren dan pengajaran agama di berbagai daerah.

Setelah kemerdekaan, NU terus memainkan peran penting dalam menjaga keutuhan bangsa, mempertahankan ideologi negara, serta menenangkan masyarakat di tengah berbagai bencana dan krisis nasional.

“Sejak NU berdiri, semangat untuk membebaskan bangsa dari penjajahan digelorakan melalui berbagai pondok pesantren dan pengajaran agama,” ujarnya.

Dengan peran sebesar itu, Muzani menekankan NU harus tetap kuat. Menurutnya, kekuatan NU akan berbanding lurus dengan kekuatan Indonesia.

Ia menyebut, kekuatan NU tidak hanya ditopang oleh jumlah jamaah, tetapi juga oleh kesejahteraan warga nahdliyin.

“NU akan kuat jika jam'iyah NU bisa makan dengan layak. NU akan kuat jika jamaah NU sehat. NU akan kuat jika jamaah NU kenyang. NU akan kuat jika jamaah NU memiliki pekerjaan. NU akan kuat jika jamaah NU memiliki dompet yang tebal,” kata politisi Partai Gerindra itu, disambut tepuk tangan hadirin.

“Indonesia akan kuat jika rakyatnya sehat, Indonesia akan kuat jika rakyatnya bekerja, Indonesia akan kuat jika rakyatnya memiliki kesehatan yang baik, pikiran yang sehat, otak yang cerdas, dan pekerjaan yang ada,” lanjutnya.

3. NU telah berhasil melawan komunisme saat pemberontakan PKI

IMG-20260131-WA0020.jpg
Menteri Agama Nasaruddin Umar. (IDN Times/Triyan).

Selain berperan dalam perjuangan fisik dan sosial, Muzani menegaskan NU juga memiliki peran besar dalam menyelamatkan ideologi negara. Ia merujuk pada sikap NU saat menghadapi ancaman komunisme dalam pemberontakan Partai Komunis Indonesia (PKI) di Madiun pada 1948.

“Ketika Indonesia diancam oleh ideologi komunisme di Madiun, NU tampil untuk menyelamatkan ideologi negara,” ujar Muzani.

Ia menuturkan, perlawanan tersebut menelan korban dari kalangan NU. Banyak kiai, pesantren, dan santri yang terdampak langsung dalam upaya mempertahankan ideologi negara.

“Kiai-kiai NU menjadi korban, pondok pesantren menjadi korban, dan santri-santri tampil menyelamatkan negara dari bahaya komunisme,” ucapnya.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ilyas Listianto Mujib
EditorIlyas Listianto Mujib
Follow Us

Latest in News

See More

Longsor Bandung Barat, PDIP Kerahkan Bus Klinik hingga Truk Laundry

31 Jan 2026, 16:36 WIBNews