Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Ketidakpastian Global, Menhan Ajak Jurnalis Jadi Penjuru Perang Opini

Menhan Sjafrie.jpg
Menteri Pertahanan RI, Sjafrie Sjamsoeddin saat memberi sambutan di acara Retret PWI di Retret Bela Negara yang digelar di Pusat Kompetensi Bela Negara, Rumpin, Bogor, Sabtu (31/1/2026). IDN Times/ Linna Susanti.
Intinya sih...
  • Menyoroti ketegangan di Gaza hingga konflik regional
  • Pentingnya antisipasi terhadap ancaman digital
  • Bela negara adalah hak dan kewajiban setiap warga
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Bogor, IDN Times - Menteri Pertahanan (Menhan) RI, Sjafrie Sjamsoeddin, memberikan arahan khusus kepada Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) dalam acara Retret Bela Negara yang digelar di Pusat Kompetensi Bela Negara, Rumpin, Bogor, Sabtu (31/1/2026).

Di hadapan para jurnalis, Menhan menekankan pentingnya peran media dalam menjaga kedaulatan bangsa di tengah tensi geopolitik dunia yang kian memanas. Menurut dia, jurnalis bukan sekadar pembawa berita, melainkan garda depan dalam mengawal informasi nasional.

Dalam era transformasi informasi yang serba cepat, Menhan mengatakan, Indonesia saat ini sedang berada di tengah ketidakpastian global. Dia menegaskan, jurnalis memiliki peran krusial dalam menghadapi perang jenis baru tersebut.

"Sebagai penjuru perang opini yang sekarang kita alami. Di era transformasi informasi baik global, regional, maupun nasional, kita berada di tengah-tengah ketidakpastian global," ujar Sjafrie.

1. Menyoroti ketegangan di Gaza hingga konflik regional

Menhan Sjafrie.jpg
Sekjen Kemensos RI, Robben Rico saat meninjau lahan sekolah rakyat di Rancamaya, Kota Bogor, Jawa Barat, Selasa (20/1/2026). IDN Times/Linna Susanti.

Sjafrie juga memaparkan bagaimana konflik internasional saat ini membutuhkan kebijaksanaan dari para pemimpin dunia.

Dia menyoroti keterlibatan kekuatan global seperti Amerika Serikat dalam konflik Palestina-Israel hingga dinamika di Asia Tenggara seperti hubungan Kamboja dan Thailand.

"Ketegangan Kamboja dan Thailand sangat memerlukan wisdom (kebijaksanaan) dan kapabilitas dari pemimpin-pemimpin internasional," kata dia.

2. Pentingnya antisipasi terhadap ancaman digital

Menhan Sjafrie.jpg
Menteri Pertahanan RI, Sjafrie Sjamsoeddin saat menyapa wartawan di acara Retret PWI di Retret Bela Negara yang digelar di Pusat Kompetensi Bela Negara, Rumpin, Bogor, Sabtu (31/1/2026). IDN Times/ Linna Susanti.

Tidak hanya perang fisik, Menhan mengatakan, ancaman bisa datang dari mana saja, termasuk platform digital. Dia mengatakan, bangsa Indonesia tidak boleh tertinggal informasi agar bisa menjaga kepentingan nasional.

"Kita tidak boleh ketinggalan informasi. Kita tidak tahu kapan ancaman itu menyentuh kita. Kita harus punya antisipasi. Harus bagaimana kita menjaga kepentingan nasional kita," kata Menhan.

3. Bela negara adalah hak dan kewajiban setiap warga

Menhan Sjafrie.jpg
Menteri Pertahanan RI, Sjafrie Sjamsoeddin saat menyapa wartawan di acara Retret PWI di Retret Bela Negara yang digelar di Pusat Kompetensi Bela Negara, Rumpin, Bogor, Sabtu (31/1/2026). IDN Times/ Linna Susanti.

Menhan mengingatkan kembali amanat UUD 1945 tentang kewajiban melindungi segenap tumpah darah Indonesia. Ia memberikan apresiasi tinggi kepada PWI yang berinisatif mengikuti pelatihan bela negara ini.

"Ini kewajiban seluruh bangsa Indonesia untuk menjaga kedaulatan bangsa kita. Ini bukan hanya kewajiban, tetapi juga hak. Inilah apresiasi saya terhadap PWI yang mau mendorong untuk mengikuti retret bela negara ini," ucap dia.

Share
Topics
Editorial Team
Deti Mega Purnamasari
EditorDeti Mega Purnamasari
Follow Us

Latest in News

See More

Menhan Sebut Prabowo Bertemu Tokoh Oposisi: Kami Dukung Pak Presiden

31 Jan 2026, 14:23 WIBNews