Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Putin: Negara Palestina Merdeka Kunci Perdamaian Timur Tengah

Putin: Negara Palestina Merdeka Kunci Perdamaian Timur Tengah
Presiden Rusia, Vladimir Putin (Duma.gov.ru, CC BY 4.0 <https://creativecommons.org/licenses/by/4.0>, via Wikimedia Commons)
Intinya sih...
  • Putin: Negara Palestina soal prinsip perdamaian: Pembentukan negara Palestina kunci perdamaian jangka panjang di Timur Tengah. Rusia terus mendorong solusi dua negara sebagai dasar utama penyelesaian konflik Timur Tengah.
  • Rusia pantau kondisi di Timur Tengah: Rusia memantau kondisi kemanusiaan di Jalur Gaza yang semakin memburuk akibat konflik berkepanjangan. Meningkatnya ketegangan terkait Iran menjadi titik rawan baru yang berpotensi memperburuk stabilitas Timur Tengah.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Presiden Rusia Vladimir Putin menegaskan pembentukan negara Palestina yang merdeka dan berdaulat merupakan prasyarat utama bagi tercapainya perdamaian jangka panjang di Timur Tengah. Menurut Putin, isu tersebut bukan sekadar pilihan politik, melainkan persoalan prinsip yang menentukan stabilitas kawasan.

Pernyataan itu disampaikan Putin saat menerima kunjungan resmi Presiden Uni Emirat Arab (UEA) Mohamed bin Zayed Al Nahyan di Kremlin, Kamis (29/1/2025). Dalam pertemuan bilateral tersebut, kedua pemimpin membahas berbagai isu strategis global dan regional.

Putin menekankan, konflik berkepanjangan antara Palestina dan Israel tidak akan pernah benar-benar terselesaikan tanpa adanya negara Palestina yang berdiri penuh dan hidup berdampingan secara damai dengan Israel. Selain isu Palestina, pembicaraan juga mencakup perkembangan situasi di Gaza, meningkatnya ketegangan terkait Iran, serta peran diplomatik UEA dalam konflik Ukraina.

1. Putin: Negara Palestina soal prinsip perdamaian

Putin: Negara Palestina Merdeka Kunci Perdamaian Timur Tengah
Presiden Rusia, Vladimir Putin. (kremlin.ru, CC BY 4.0, via Wikimedia Commons)

Mengawali pertemuan, Putin mengatakan, konflik Palestina–Israel merupakan salah satu topik yang secara rutin dibahasnya bersama Presiden UEA. Menurutnya, situasi kemanusiaan di Gaza dan masa depan kawasan tidak bisa dipisahkan dari solusi politik yang adil.

“Pembentukan negara Palestina yang berdaulat dan sepenuhnya berfungsi adalah masalah prinsip dan syarat mutlak untuk perdamaian yang berkelanjutan di kawasan,” ujar Putin, dilansir dari Middle East Monitor.

Ia menegaskan, hanya dengan keberadaan negara Palestina yang hidup berdampingan secara damai dengan Israel, penyelesaian konflik dapat bersifat permanen dan stabil. Putin juga menyampaikan, Rusia terus mendorong solusi dua negara sebagai dasar utama penyelesaian konflik Timur Tengah.

2. Rusia pantau kondisi di Timur Tengah

Putin: Negara Palestina Merdeka Kunci Perdamaian Timur Tengah
Vladimir Putin Umumkan Gencatan Senjata 72 Jam di Ukraina pada Mei 2025 (Youtube.com/TVP WORLD)

Selain isu Palestina, Putin menyatakan Rusia memantau dengan saksama kondisi kemanusiaan di Jalur Gaza yang semakin memburuk akibat konflik berkepanjangan.

“Kami secara konsisten membahas krisis kemanusiaan di Gaza dan perkembangan konflik Palestina–Israel,” kata Putin dalam pernyataannya.

Ia juga menyinggung meningkatnya ketegangan di kawasan, khususnya terkait Iran, menyusul ancaman aksi militer dari Amerika Serikat. Menurut Putin, eskalasi di Iran menjadi titik rawan baru yang berpotensi memperburuk stabilitas Timur Tengah dan memerlukan pendekatan diplomatik yang hati-hati.

3. Apresiasi Rusia untuk peran diplomatik UEA

Putin: Negara Palestina Merdeka Kunci Perdamaian Timur Tengah
Presiden Rusia, Vladimir Putin. (Council.gov.ru, CC BY 4.0, via Wikimedia Commons)

Dalam kesempatan yang sama, Putin menyampaikan apresiasi kepada Uni Emirat Arab atas peran aktifnya dalam upaya diplomatik internasional, khususnya terkait konflik Ukraina.

“Kami sangat menghargai peran Uni Emirat Arab, terutama dalam memfasilitasi pertukaran tahanan dan menyediakan platform dialog,” ujar Putin.

Ia merujuk pada pertemuan yang dimediasi Amerika Serikat di Abu Dhabi pada 23–24 Januari lalu, yang menjadi bagian dari upaya mencari solusi atas perang di Ukraina.

Presiden UEA Mohamed bin Zayed Al Nahyan menegaskan kembali komitmen negaranya untuk memperkuat hubungan dengan Rusia. “UEA mendukung solusi politik dan diplomatik terhadap konflik global dan akan terus berkontribusi pada upaya kemanusiaan,” ujarnya.

Share
Topics
Editorial Team
Jujuk Ernawati
EditorJujuk Ernawati
Follow Us

Latest in News

See More

Kaesang Tolak Laporan ABS, PSI: Struktur Partai Kunci Kemenangan 2029

29 Jan 2026, 23:45 WIBNews