Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Kisah Mandik: Sol Sepatu Bapak Lepas di Hari Wisudaku

Kisah Mandik: Sol Sepatu Bapak Lepas di Hari Wisudaku
Kisah wisuda Mandik yang dibagikan di akun TikToknya (TikTok/MandikJhani)
Intinya sih...
  • Kisah alas kaki orang tua Mandik tembus 2,3 juta penonton di Tiktok
  • Memaknai perjuangan serta pengorbanan orang tua Mandik mengantarnya menjadi sarjana
  • Bagi Mandik, gelar sarjana bukan hanya untuk dirinya, tetapi ada keringat dan doa orang tuanya
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Bahu Mandik Jhani tegap, kepala ayah dan ibunya juga ikut terangkat tegap, melihat putranya jadi sarjana pada Desember 2025. Lulusan Universitas Katolik Indonesia Santu Paulus Ruteng, Manggarai, Nusa Tenggara Timur itu menceritakan bagaimana di balik foto dengan toga dan ijazah, ada perjuangan ayah dan ibunya.

Kisahnya mendapat gelar itu dibagikan Mandik lewat akun TikTok. Ada datang momen kecil yang justru paling menghantam perjuangannya selama ini menempuh pendidikan. Bukan saat nama dipanggil di panggung. Bukan saat foto keluarga diambil. Tapi ketika perjalanan pulang usai wisuda.

“Ketika kami berjalan pulang setelah wisuda, saya baru sadar bahwa sepatu bapa bagian bawahnya sudah terlepas atau rusak tanpa disadari," kata dia, dikutip Rabu (18/2/2026).

Sepatu itu mungkin sudah lama aus, sudah waktunya diganti. Tapi hari itu, sang ayah tetap melangkah tegap, penuh bangga mengantar anaknya wisuda, jadi sarjana, gelar yang bisa jadi pengantar banyak mimpi ke depan bagi keluarga asal Manggarai ini.

“Bapa tidak peduli. Ia tetap melangkah dengan penuh bangga, seolah-olah sepatu itu tidak penting, karena bagi dia yang terpenting hari itu adalah melihat anaknya diwisuda," tulisnya.

1. Kisah alas kaki bapak tembus 2,3 juta penonton di Tiktok

Kisah Mandik: Sol Sepatu Bapak Lepas di Hari Wisudaku
Kisah wisuda Mandik yang dibagikan di akun TikToknya (TikTok/MandikJhani)

Kisah Mandik dan alas kaki bapak viral, total 2,3 juta sudah menyaksikan kisah perjuangan Mandik, bapa dan mama hingga bisa berfoto dengan sarjana kebanggan mereka itu. Kisah Bapak Daminaus dan Ibu Martina, menyentuh banyak orang lewat tutur kata putranya yang begitu dalam memaknai peran pendidikan di tengah keluarga.

Mandik mengatakan, di atas panggung, semuanya tampak sederhana. Ada tepuk tangan, ada foto, ada kebanggaan. Namun seperti yang dia tulis.

“Semua orang melihat senyum saya di atas panggung, tetapi hanya saya yang tahu betapa besar perjuangan yang tersembunyi di belakang senyum itu," kata dia.

2. Memaknai perjuangan serta pengorbanan bapak dan ibu

Kisah Mandik: Sol Sepatu Bapak Lepas di Hari Wisudaku
Ilustrasi wisuda (pexels.com/RDNE Stock project)

Di balik satu lembar ijazah, ada cerita panjang tentang lelah yang ditahan diam-diam. Tentang bagaimana ibu yang memastikan kebutuhan kuliah selalu cukup, meski mungkin harus korban banyak hal yang tak pernah diceritakan, demi dapur ngebul, demi pena terus mengisi lembar-lembar putih buku pelajaran Mandik. Tentang seorang ayah yang tetap bekerja walau tubuhnya tak lagi sekuat dulu.

"Ada hari-hari ketika bapa memaksakan diri tetap bekerja, meski fisiknya tidak sekuat dulu, hanya agar saya tidak kekurangan ongkos, buku, atau biaya semester," kata Mandik.

3. Pengorbanan bukan untuk menagih balasan

Kisah Mandik: Sol Sepatu Bapak Lepas di Hari Wisudaku
ilustrasi wisuda (pexels.com/olia danilevich)

Kata Mandik, orang tuanya tidak pernah mengeluh. Tidak pernah menjadikan pengorbanan sebagai alat menagih balas. Seolah semua itu hal biasa. Padahal bagi sang putra, tetes keringat mereka adalah alasannya harus berhasil.

Momen alas kaki bapak yang sudah aus membuat tangis Mandik pecah.

"Saya menunduk, menatap sepatu itu... dan air mata saya jatuh begitu saja. Bukan karena malu, tetapi karena saya sadar betapa besar cinta bapa," katanya.

Sepatu yang rusak itu berubah menjadi simbol yang tak bisa dibeli, tentang cinta yang tak pernah menghitung rugi.

4. Mandik memandang wisudanya bukan hanya untuk dirinya sendiri

Kisah Mandik: Sol Sepatu Bapak Lepas di Hari Wisudaku
Ilustrasi Ijazah (pexels.com)

Hari wisuda sering diabadikan sebagai puncak pencapaian pribadi. Namun dengan kacamata berbeda, Mandik memandangnya sebagai pesan kehidupan, pelajaran yang bisa dibagikan pada 2,3 juta penonton unggahannya di TikTok.

“Tidak ada kebahagiaan yang benar-benar berdiri sendiri. Di balik setiap senyum, ada perjuangan orang tua yang tidak pernah kita lihat sepenuhnya," katanya.

Gelar itu memang disuratkan dengan namanya di atas kertas. Namun ada jerih payah serta doa orang tua yang mengiringinya. Mandik menutup kisahnya dengan kalimat sederhana.

“Wisuda ini bukan hanya milik saya, tetapi milik kita bertiga. Dan kisah sepatu bapa yang rusak itu akan selalu menjadi pengingat betapa berharganya cinta orang tua dalam hidup saya," ujarnya.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Rochmanudin Wijaya
EditorRochmanudin Wijaya
Follow Us

Latest in News

See More

Trump Berencana Kunjungi Venezuela, Apa Tujuannya?

19 Feb 2026, 05:09 WIBNews