Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Doa dan Persiapan Menjelang Ramadan 2026, Jangan Sampai Terlewat!

ilustrasi senja di ujung Ramadan (pexels.com/Pok Rie)
ilustrasi senja di ujung Ramadan (pexels.com/Pok Rie)
Intinya sih...
  • Awali dengan doa, kuatkan harapan bertemu Ramadan
  • Siapkan diri secara ruhiyyah dan ilmiyyah
  • Susun target ibadah dan jaga kesehatan fisik
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times – Bulan suci Ramadan selalu hadir membawa suasana yang berbeda. Bagi umat Muslim, Ramadan bukan hanya soal menahan lapar dan dahaga, tetapi juga momentum memperbaiki diri, memperkuat iman, serta memperbanyak amal saleh.

Menjelang Ramadan 2026, persiapan tidak cukup hanya secara fisik. Doa dan kesiapan batin menjadi kunci agar ibadah selama satu bulan penuh bisa berjalan maksimal.

Berikut rangkuman doa menyambut Ramadan serta hal-hal yang perlu dipersiapkan agar ibadah semakin optimal.

1. Awali dengan doa, kuatkan harapan bertemu Ramadan

Ilustrasi seseorang berdoa (pexels.com/Zeynep Sude Emek)
Ilustrasi seseorang berdoa (pexels.com/Zeynep Sude Emek)

Persiapan terbaik menyambut Ramadan dimulai dari doa. Sejak bulan Rajab dan Sya’ban, umat Muslim dianjurkan memohon agar diberi umur panjang, kesehatan, dan kesempatan beribadah dengan maksimal.

Salah satu doa yang kerap diamalkan adalah:

اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِي رَجَبَ وَشَعْبَانَ وَبَلِّغْنَا رَمَضَانَ

Allâhumma bârik lanâ fî Rajaba wa Sya’bâna wa ballighnâ Ramadhâna.

Artinya: “Ya Allah, berkahilah kami di bulan Rajab dan Sya’ban, serta sampaikanlah kami ke bulan Ramadan.”

Selain itu, para ulama terdahulu juga memanjatkan doa agar Ramadan dijalani dengan baik dan amalnya diterima. Doa ini dinukil dalam kitab Lathaif Al-Ma’arif karya Ibnu Rajab Al-Hanbali:

اللَّهُمَّ سَلِّمْنِيْ لِرَمَضَانَ وَسَلِّمْ رَمَضَانَ لِيْ وَتَسَلَّمْهُ مِنِّيْ مُتَقَبَّلًا

Artinya: “Ya Allah, antarkanlah aku hingga sampai Ramadan, antarkanlah Ramadan kepadaku, dan terimalah seluruh amal ibadahku di bulan Ramadan.”

Ketika hilal terlihat, Rasulullah SAW juga membaca doa:

اللَّهُمَّ أَهِلَّهُ عَلَيْنَا بِالْيُمْنِ وَالْإِيمَانِ، وَالسَّلَامَةِ وَالْإِسْلَامِ، رَبِّي وَرَبُّكَ اللَّهُ

Artinya: “Ya Allah, terbitkanlah bulan sabit itu kepada kami dengan membawa keberkahan dan keimanan, keselamatan dan Islam. Rabbku dan Rabbmu adalah Allah.” (HR. Tirmidzi).

Tak kalah penting, doa memohon ampunan yang diajarkan Rasulullah SAW kepada Aisyah RA:

اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي

Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Memaafkan dan mencintai permohonan maaf, maka maafkanlah aku.”

Doa-doa ini menjadi fondasi spiritual agar hati benar-benar siap menyambut bulan penuh rahmat.

2. Siapkan diri secara ruhiyyah dan ilmiyyah

ilustrasi mengaji (unsplash.com/@Rachid Oucharia)
ilustrasi mengaji (unsplash.com/@Rachid Oucharia)

Persiapan Ramadan tidak berhenti pada doa. Para ulama menekankan pentingnya i’dad atau persiapan menyeluruh, dimulai dari hati dan ilmu.

Pertama, lakukan taubat nasuha. Bersihkan hati dari dosa, selesaikan konflik dengan sesama, dan luruskan niat agar ibadah dilakukan semata-mata karena Allah SWT.

Kedua, pelajari kembali fiqih puasa. Ketahui apa saja yang membatalkan puasa, hal-hal yang makruh, serta tata cara zakat fitrah dan ibadah lainnya. Ibadah yang dilandasi ilmu akan lebih sah dan terarah.

Dengan hati yang bersih dan pemahaman yang cukup, Ramadan bisa dijalani dengan lebih khusyuk dan tenang.

3. Susun target ibadah dan jaga kesehatan fisik

ilustrasi salat berjamaah (Pexels.com/Muhammaed Alim)
ilustrasi salat berjamaah (Pexels.com/Muhammaed Alim)

Ramadan adalah bulan pelipatgandaan pahala. Karena itu, penting menyusun rencana ibadah sejak awal, seperti:

  • Menuntaskan utang puasa (qadha) tahun sebelumnya
  • Menargetkan khatam Al-Qur’an
  • Memperbanyak sedekah dan menyiapkan zakat
  • Merencanakan i’tikaf di sepuluh malam terakhir

Selain itu, persiapan jasadiyah juga tidak boleh diabaikan. Jaga pola makan, atur waktu tidur, dan mulai membiasakan puasa sunnah agar tubuh tidak kaget saat Ramadan tiba.

Dengan kesiapan hati, ilmu, rencana, dan fisik yang prima, Ramadan dapat dijalani secara optimal.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Dwifantya Aquina
EditorDwifantya Aquina
Follow Us

Latest in News

See More

Kroasia Tolak Jadi Lokasi Transit Minyak asal Rusia

19 Feb 2026, 04:08 WIBNews