Trump Berencana Kunjungi Venezuela, Apa Tujuannya?

- Rodriguez terpaksa sebut Maduro masih presiden resmi di Venezuela
- Rodriguez janji adakan pemilu yang adil dan bebas di Venezuela
- Rodriguez hapus program ciptaan Maduro
Jakarta, IDN Times - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump mengungkapkan rencana untuk mengunjungi Venezuela. Ia pun menyebut bahwa Presiden sementara Venezuela, Delcy Rodriguez bekerja dengan baik.
“Saya akan mengadakan kunjungan ke Venezuela. Saya juga menghargai apa yang dilakukan Delcy. Dia sudah bekerja dengan sangat-sangat baik. Hubungan ini sangat solid,” tuturnya, dikutip dari Mercopress.
Sejak penangkapan eks Presiden Venezuela, Nicolas Maduro, Trump sudah mendukung kepemimpinan Rodriguez. Ia lebih memihak Rodriguez daripada pemimpin oposisi Venezuela, Maria Corina Machado.
1. Rodriguez terpaksa sebut Maduro masih presiden resmi di Venezuela
Trump menyebut bahwa Rodriguez terpaksa menyebut Maduro sebagai presiden resmi di Venezuela. Menurutnya, pernyataan tersebut tidak serius dan hanya untuk kepentingan politik.
“Saya pikir dia kemungkinan harus mengatakan itu. Saya pikir itu adalah kepentingan politik dan mungkin dia terpaksa mengatakannya. Hubungan AS dan Venezuela sangat baik dan saya memahami pernyataannya,” ungkap Trump, dilansir dari NBC News, Selasa (17/2/2026).
Sementara itu, Rodriguez sudah diundang untuk datang ke AS. Undangan itu diberikan ketika Menteri Energi AS, Chris Wright bertandang ke Venezuela untuk bertemu Rodriguez.
2. Rodriguez janji adakan pemilu yang adil dan bebas di Venezuela
Pekan lalu, Rodriguez sudah berjanji untuk mengadakan pemilihan umum (pemilu) yang bebas dan adil di Venezuela. Namun, ia tidak mengungkapkan tenggat waktu kapan penyelenggaraan pemilu.
“Tentu saja, kami akan mengadakan pemilu yang bebas dan adil di Venezuela. Pemilu sudah tertuang di dalam konstitusi dan penyelenggaraan pemilu bebas dan adil di Venezuela. Ini berarti kami memiliki negara bebas di mana keadilan ditegakkan,” terangnya, dilansir Deutsche Welle.
Meskipun demikian, presiden sementara Venezuela itu mengaku semua keputusan berasal dari pemerintahannya. Sementara, AS selama ini hanya bekerja sama dengan Venezuela.
3. Rodriguez hapus program ciptaan Maduro
Rodriguez menyampaikan perubahan besar dalam kepemimpinannya di Venezuela. Ia sudah mengumumkan penghapusan tujuh program sosial dan organisasi Chavismo yang diciptakan oleh Maduro.
Salah satu organisasi yang dihapus adalah Pusat Keamanan dan Perlindungan Tanah Air (Cesppa). Organisasi itu didirikan oleh Maduro untuk menyatukan informasi strategis, berupa pertahanan, intelijen dan peraturan internal.
Penghapusan beberapa program ini menjadi awal baru bagi Venezuela di bawah kepemimpinan Rodriguez. Ia pun menyatakan dukungan penuh hubungan baik dengan AS dan Venezuela yang terputus sejak 2019.


















