Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Kroasia Tolak Jadi Lokasi Transit Minyak asal Rusia

ilustrasi pipa gas alam (unsplash.com/bobbymills)
ilustrasi pipa gas alam (unsplash.com/bobbymills)
Intinya sih...
  • Kroasia menolak menjadi tempat transit minyak Rusia
  • Kroasia siap mengirimkan minyak yang bukan dari Rusia
  • Ukraina sebut Rusia sendiri yang hancurkan pipa Druzhba
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Perdana Menteri Kroasia, Andrej Plenkovic menolak permintaan Hungaria dan Slovakia untuk menjadi tempat transit minyak asal Rusia. Menurutnya, persetujuan itu sama dengan membantu Rusia menghindari sanksi. 

“Permintaan dari Hungaria dan Slovakia ini adalah sebuah manipulasi untuk dapat mengirimkan minyak asal Rusia dan menghindari sanksi,” ungkapnya, dikutip dari UNN, Selasa (17/2/2026). 

Sebelumnya, Hungaria dan Slovakia mencari alternatif rute pengiriman minyak asal Rusia lewat pipa Adriatik. Sebab, saluran pipa minyak Druzhba di teritori Ukraina hancur imbas perang. 

1. Kroasia siap mengirimkan minyak yang bukan dari Rusia

Menteri Ekonomi Kroasia, Ante Susnjar mengungkapkan bahwa Kroasia adalah rekan yang dapat dipercaya. Namun, infrastruktur pipa minyak Adria hanya dapat digunakan untuk minyak yang bukan dari Rusia. 

“Kroasia bertanggung jawab dan transparan dalam keamanan energi regional dan kami akan melakukannya lagi. Kami siap membantu mengatasi kelangkaan sesuai hukum di Uni Eropa (UE) dan OFAC,” terangnya, dikutip dari United24. 

Susnjar mengungkapkan bahwa tidak ada lagi masalah teknis lagi untuk bergantung pada minyak Rusia. Meskipun murah, minyak Rusia sudah digunakan untuk membiayai perang di Ukraina. 

2. Ukraina sebut Rusia sendiri yang hancurkan pipa Druzhba

Menteri Luar Negeri (Menlu) Ukraina, Andrii Sybiha menyebut bahwa serangan udara Rusia yang menghancurkan pipa Druzhba di Ukraina. Alhasil, pipa minyak Druzhba tidak dapat digunakan mengirimkan minyak ke Hungaria dan Slovakia. 

Ia pun sudah memublikasikan bukti kerusakan pipa untuk menyangkal protes dari Hungaria dan meminta menghubungi Rusia langsung. Sebab, Hungaria dan Slovakia sudah menyalahkan Ukraina terkait keputusan mengakhiri perjanjian transit minyak Rusia ke UE lewat negaranya. 

3. Hungaria tuduh Ukraina tolak mengirimkan minyak karena alasan politik

Menlu Hungaria, Peter Szijjarto menuduh Ukraina sengaja menolak melanjutkan transit minyak Rusia karena alasan politik. Pernyataan itu setelah diperbolehkan oleh UE untuk mengimpor minyak Rusia. 

“Keamanan energi di negara kami seharusnya tidak pernah menjadi masalah ideologi. Kami berharap Kroasia dapat membantu, karena Kroasia berbeda dengan Ukraina yang ingin menghancurkan suplai keamanan energi di Hungaria dan Slovakia karena alasan politik,” ujarnya, dikutip dari The Moscow Times.

Beberapa pekan terakhir, hubungan kedua negara terus memanas imbas tuduhan Ukraina mengintervensi pemilihan umum di Hungaria. Perdana Menteri Hungaria, Viktor Orban bahkan menyebut Ukraina sebagai negara musuh. 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Sonya Michaella
EditorSonya Michaella
Follow Us

Latest in News

See More

Trump Berencana Kunjungi Venezuela, Apa Tujuannya?

19 Feb 2026, 05:09 WIBNews