Ukraina Tolak Rencana Rusia Masukkan Anak-anak dalam Pertukaran Tawanan

- Menlu Ukraina Andrii Sybiha menolak tawaran Rusia yang ingin memasukkan anak-anak Ukraina dalam pertukaran tawanan perang, menegaskan kebebasan mereka bukan bagian dari kompromi.
- Presiden Volodymyr Zelenskyy menyatakan pemulangan anak-anak Ukraina yang diculik sebagai prioritas nasional dan menyerukan kerja sama internasional untuk mengembalikan mereka ke keluarga masing-masing.
- Uni Eropa melalui Ursula von der Leyen mendesak agar pemulangan anak-anak Ukraina dimasukkan dalam perjanjian perdamaian serta berkomitmen memberi dukungan teknis dan finansial bagi proses tersebut.
Jakarta, IDN Times - Menteri Luar Negeri (Menlu) Ukraina, Andrii Sybiha menolak proposal Rusia untuk memasukkan anak-anak Ukraina dalam daftar pertukaran tawanan perang. Menurutnya, kebebasan anak-anak Ukraina tidak bisa jadi syarat.
“Hari ini, saya mengungkapkan secara resmi bahwa nasib anak-anak Ukraina tidak akan pernah menjadi bagian dari kompromi. Rusia sudah menawarkan anak-anak dalam pertukaran tawanan perang. Ini tidak dapat diterima,” ujarnya, dikutip dari TVP World, Rabu (13/5/2026).
1. Zelenskyy sebut pemulangan anak-anak Ukraina jadi prioritas
Menanggapi soal pertukaran anak-anak Ukraina, Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy mengatakan bahwa penculikan anak-anak Ukraina masih jadi masalah utama. Ia menyebut pemulangan anak-anak tersebut adalah prioritas negara.
“Ini penting bahwa kami membagikan tujuan bersama untuk menginvestigasi penculikan ini dan memulangkan anak-anak, serta membantu mereka membangun kehidupan normal bersama keluarganya,” ungkapnya, dilansir Ukrinform.
Presiden Ukraina keenam itu menekankan bahwa negara yang kejam adalah yang menghancurkan hidup anak-anak. Menurutnya, penculikan ini tidak hanya jadi masalah regional, tapi lebih luas.
2. UE desak pemulangan anak-anak Ukraina harus masuk dalam perjanjian perdamaian
Presiden Komisi Eropa, Ursula von der Leyen menekankan bahwa pemulangan anak-anak Ukraina harus masuk dalam perjanjian perdamaian antara Rusia dan Ukraina. Menurutnya, penting bagi seluruh dunia untuk berkomitmen dalam pemulangan anak-anak Ukraina.
Ia menambahkan, UE akan menyediakan bantuan teknis, finansial, dan institusional untuk mendukung Ukraina dan organisasi sipil dalam pemulangan anak-anak tersebut. Sebab, mereka sudah dideportasi secara ilegal dari negaranya sendiri.
3. Terdapat lebih dari 20 ribu anak Ukraina di Rusia
Menurut data dari Bring Kids Back UA yang diinisiasi oleh Zelenskyy mencatatkan setidaknya ada 20.570 anak Ukraina yang masih berada di Rusia. Namun, jumlah anak Ukraina di Rusia diperkirakan jauh lebih tinggi dari yang tercatat.
Dilansir Deutsche Welle, ribuan anak-anak Ukraina tersebut sengaja dideportasi ke Rusia dan didoktrin ulang. Kemudian anak-anak asal Ukraina tersebut menerima paspor Rusia dan memastikan mereka memiliki pandangan pro-Rusia.

















