Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Kisah Toriq, Anak Petani Banyumas Jadi Lulusan Terbaik IPDN 2026
Berkat kerja keras dan ketekunannya, Toriq berhasil meraih prestasi sebagai salah satu lulusan terbaik IPDN Tahun 2026. Ia menjadi satu dari tiga Purna Praja yang memperoleh kehormatan disematkan langsung tanda pangkat Pamong Praja Muda oleh Presiden Prabowo Subianto. (Dok. Kemendagri)
  • Mohamad Toriq Anwar, anak petani dan peternak bebek dari Banyumas, menjadi salah satu lulusan terbaik IPDN 2026 serta menerima penyematan pangkat langsung dari Presiden Prabowo Subianto.
  • Toriq mengikuti seleksi IPDN pada 2022 demi mengangkat derajat keluarga, meski orang tuanya menghadapi keterbatasan biaya transportasi dan administrasi untuk seleksi di Semarang.
  • Ia lolos seluruh tahapan seleksi, meraih nilai SKD sekitar 455 dan peringkat kedua Jawa Tengah, lalu menyatakan kesiapan mengabdi sebagai aparatur pemerintah.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Mohamad Toriq Anwar, anak petani asal Banyumas, menjadi salah satu lulusan terbaik IPDN 2026 dan menerima penyematan tanda pangkat Pamong Praja Muda langsung dari Presiden Prabowo Subianto.
  • Who?
    Mohamad Toriq Anwar merupakan Purna Praja Angkatan XXXIII IPDN. Ia satu dari tiga lulusan yang mendapat kehormatan penyematan tanda pangkat langsung oleh Presiden Prabowo Subianto.
  • Where?
    Penyematan berlangsung saat pelantikan Pamong Praja Muda. Toriq berasal dari Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, dan menjalani pendidikan di Kampus IPDN Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat.
  • When?
    Toriq mengikuti Seleksi Penerimaan Calon Praja IPDN pada 2022. Ia menyampaikan kisah perjuangannya di Kampus IPDN Jatinangor pada Rabu, 29 Juli 2026.
  • Why?
    Toriq mengikuti IPDN dengan tekad mengangkat derajat keluarganya. Ia memilih sekolah kedinasan karena biaya hidup dan pendidikan di IPDN dibiayai negara.
  • How?
    Toriq melewati seleksi administrasi, SKD, pemeriksaan kesehatan, psikotes, dan tes kesamaptaan. Ia meraih nilai SKD sekitar 455, peringkat pertama pada sesi seleksi, serta peringkat kedua hasil akhir Jawa Tengah.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Di balik seragam putih yang dikenakan saat pelantikan Pamong Praja Muda Angkatan XXXIII Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), terdapat kisah perjuangan seorang anak petani asal Banyumas, Mohamad Toriq Anwar.

Berkat kerja keras dan ketekunannya, Toriq berhasil meraih prestasi sebagai salah satu lulusan terbaik IPDN Tahun 2026. Ia menjadi satu dari tiga Purna Praja yang memperoleh kehormatan disematkan langsung tanda pangkat Pamong Praja Muda oleh Presiden Prabowo Subianto.

1. Orang tua Toriq merupakan petani sekaligus peternak

IPDN (ipdn.ac.id)

Toriq merupakan anak kedua dari tiga bersaudara yang berasal dari keluarga sederhana. Orang tuanya menggantungkan kehidupan sehari-hari sebagai petani, peternak bebek, sekaligus menjual telur bebek ke warung-warung di sekitar tempat tinggalnya. Sementara itu, kakaknya bekerja sebagai buruh di sebuah pabrik kayu yang tidak jauh dari rumah. Berbekal tekad untuk mengangkat derajat keluarganya, Toriq mengikuti Seleksi Penerimaan Calon Praja (SPCP) IPDN pada 2022.

“Alhamdulillah saya berhasil mendapatkan peringkat 2 pada hasil akhir tesnya di Provinsi Jawa Tengah untuk di IPDN sendiri karena memang merupakan sekolah kedinasan yang ikatan dinas, di dalamnya kita dibiayai oleh negara baik biaya hidup maupun biaya pendidikan,” jelas Toriq dalam wawancaranya di Kampus IPDN Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Rabu (29/7/2026).

2. Toriq turut menghadapi keterbatasan biaya untuk mengikuti SPCP IPDN

Praja IPDN berfoto bersama (google.com/BKPSDM Babel)

Namun, dalam perjalanannya, Toriq turut menghadapi keterbatasan biaya untuk mengikuti SPCP IPDN. Jarak Banyumas menuju Semarang sebagai lokasi seleksi membuat keluarganya harus berjuang menyediakan biaya transportasi maupun kebutuhan administrasi. Demi mewujudkan cita-cita tersebut, keluarganya berusaha mencari bantuan agar Toriq dapat mengikuti seluruh tahapan seleksi.

“Tesnya dilaksanakan di Semarang, sementara saya berasal dari Kabupaten Banyumas, yang letaknya itu sekitar 4 atau 5 jam dari rumah saya, jadi saya tentu harus menyediakan biaya untuk transport, ataupun untuk berkas juga. Nah, saat itu kadang orang tua saya tidak mempunyai biaya untuk itu,” kata Toriq.

3. Setelah diterima, Toriq terus memberikan prestasi terbaik

Seragam PDH Praja IPDN (google.com/IDN Times Ntb)

Perjuangan tersebut akhirnya membuahkan hasil. Toriq berhasil melewati seluruh tahapan seleksi, mulai dari seleksi administrasi, Seleksi Kompetensi Dasar (SKD), pemeriksaan kesehatan, psikotes, hingga tes kesamaptaan. Bahkan, ia mencatatkan nilai SKD sekitar 455 dan menjadi peringkat pertama di sesi seleksinya, sebelum akhirnya meraih peringkat kedua hasil akhir seleksi Provinsi Jawa Tengah.

“Saya merasa sangat bangga dan bisa menjadi salah satu dari tiga orang perwakilan penyematan yang disematkan langsung oleh Presiden, merupakan suatu pengalaman yang sangat-sangat membanggakan, suatu mimpi yang tidak pernah saya bayangkan sebelumnya. Jadi Alhamdulillah,” ungkapnya.

Momentum tersebut semakin memperkuat tekadnya untuk mengabdikan diri kepada bangsa dan negara sebagai aparatur pemerintah.

“Kami siap mengabdi. Kami siap memberikan pengabdian terbaik bagi bangsa ini demi mewujudkan Indonesia Emas 2045,” katanya. (WEB)

Sponsored Content: This article is a paid collaboration. While this content is sponsored, all insights, reviews, and editorial standards remain entirely our own.

Curated For You

Editorial Team

Related Article