Jakarta, IDN Times - Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Tomsi Tohir mendorong Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) untuk bertransformasi menjadi aparatur yang mengedepankan pelayanan publik secara humanis.
Kemendagri Minta Satpol PP Perkuat Pelayanan Humanis

- Sekjen Kemendagri Tomsi Tohir meminta Satpol PP mengutamakan pelayanan humanis, karena sikap dan kualitas mereka memengaruhi persepsi masyarakat terhadap pemerintah.
- Bimtek Training of Trainers digelar untuk menyamakan kompetensi anggota dari beragam status kepegawaian, memperkuat prosedur operasional, profesionalisme, empati, dan inovasi pelayanan.
- Pimpinan Satpol PP daerah didorong menjadi penggerak perubahan budaya organisasi agar hasil pelatihan diterapkan konsisten, sehingga satuan semakin profesional, dipercaya, dan dekat dengan masyarakat.
Pesan tersebut disampaikan saat membuka Bimbingan Teknis Training of Trainers (ToT) bagi anggota Satpol PP dan Perlindungan Masyarakat (Linmas) di Pusdiklat PT JISS, Gunung Putri, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Jumat (31/7).
1. Satpol PP dinilai menjadi wajah pemerintah di mata masyarakat

Menurut Tomsi, kualitas pelayanan Satpol PP akan memengaruhi persepsi masyarakat terhadap kinerja pemerintah secara keseluruhan. Karena itu, pendekatan yang mengedepankan empati dan pelayanan perlu terus diperkuat. Ia mengibaratkan Satpol PP sebagai etalase sebuah toko yang mencerminkan kualitas di dalamnya.
"Kalau pajangannya bagus, orang melihat toko itu akan bagus, tetapi kalau pajangannya jelek masyarakat langsung melabeli toko itu jelek," ujarnya.
Tomsi berharap setiap anggota Satpol PP mampu membangun hubungan yang lebih baik dengan masyarakat melalui sikap yang profesional dan humanis.
2. Pelatihan diperlukan untuk menyamakan standar kompetensi

Tomsi menjelaskan, peningkatan kapasitas aparatur menjadi penting karena anggota Satpol PP berasal dari berbagai latar belakang, mulai dari tenaga honorer, Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), hingga Aparatur Sipil Negara (ASN).
Melalui pelatihan, para peserta diharapkan memiliki standar kompetensi yang sama, memahami prosedur operasional, serta mampu memberikan pelayanan publik yang profesional dan berempati.
Selain itu, ia juga mendorong Satpol PP menghadirkan inovasi pelayanan yang memberi manfaat langsung bagi masyarakat, seperti membantu anak-anak menyeberang jalan, mendukung penyaluran bantuan kemanusiaan, maupun kegiatan sosial lainnya.
"Mulai berkreasi memiliki ide-ide baru untuk mengembangkan pekerjaannya," tegasnya.
3. Pimpinan daerah diminta menjadi teladan perubahan

Tomsi juga mengajak para pimpinan Satpol PP di daerah menjadi motor penggerak transformasi budaya organisasi. Ia berharap semangat perubahan yang dibangun melalui pelatihan dapat diterapkan secara konsisten sehingga Satpol PP semakin profesional, dipercaya, dan dekat dengan masyarakat.
"Saya berharap keberadaan di sini betul-betul membawa suatu perubahan dan yakinkan kepada kepala daerah masing-masing bahwa komitmen Bapak Menteri berkaitan dengan membuat Satpol PP sebagai satuan Polisi Pamong Praja yang dicintai oleh masyarakat," pungkasnya.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Direktur Jenderal Otonomi Daerah Cheka Virgowansyah, Deputi Bidang Pengelolaan Infrastruktur Kawasan Perbatasan BNPP Mayjen TNI Edi Nurhabad, Executive Advisor PT JISS Ari Yusuf Amir, Direktur Utama PT JISS Brigjen TNI (Purn.) M. Gultan, jajaran direksi PT JISS, serta peserta Bimtek Training of Trainers Satpol PP dan Linmas dari berbagai daerah. (WEB)




















