KLH-BPLH Dalami Dugaan Pencemaran Sungai Cisadane

- KLH/BPLH turunkan tim gabungan untuk pendalaman di lapangan
- Pendalaman dugaan pencemaran Sungai Cisadane masih berjalan
- DLH Tangsel temukan sumber cemaran berasal dari cairan kimia pestisida
Jakarta, IDN Times – Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) bersama Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) menerjunkan tim ke lokasi untuk mendalami dugaan pencemaran Sungai Cisadane akibat kebakaran gudang pestisida di Tangerang Selatan (Tangsel), Senin (9/2/2026).
Insiden tersebut diduga menimbulkan dampak serius terhadap lingkungan, ditandai dengan perubahan warna air sungai hingga ditemukannya ikan mati mengapung.
1. KLH/BPLH turunkan tim gabungan untuk pendalaman di lapangan

KLH/BPLH memastikan tim gabungan telah berada di lokasi untuk melakukan kajian awal terkait dugaan pencemaran lingkungan. Tim tersebut berasal dari Kedeputian Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan (PPKL) serta Pusat Sarana Pengendalian Dampak Lingkungan (Pusarpedal).
“Ya, tim KLH/BPLH dari Kedeputian Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan (PPKL) dan Pusarpedal (Pusat Sarana Pengendalian Dampak Lingkungan) sedang di lapangan,” kata Deputi Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan (PPKL) KLH/BPLH Rasio Ridho Sani dikutip ANTARA, Rabu (11/2/2026).
2. Pendalaman dugaan pencemaran Sungai Cisadane masih berjalan

Meski tim sudah diterjunkan, KLH/BPLH belum dapat memaparkan hasil kajian awal terkait tingkat dan dampak pencemaran. Pasalnya, proses pendalaman masih berlangsung di lokasi kejadian.
“Masih di lapangan,” tutur Rasio menanggapi pertanyaan mengenai hasil sementara kajian pencemaran Sungai Cisadane.
3. DLH Tangsel temukan sumber cemaran berasal dari cairan kimia pestisida

Sementara itu, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tangerang Selatan mengungkapkan dugaan pencemaran aliran sungai berasal dari cairan kimia pestisida yang keluar saat kebakaran gudang di kawasan Taman Tekno, Kecamatan Setu. Saat proses pemadaman, sejumlah bahan kimia diduga ikut tersebar ke bantaran kali akibat penyemprotan air oleh petugas pemadam kebakaran.
“Iya dari cairan kimia di lokasi kebakaran gudang pestisida,” ujar Kepala Seksi Pengendalian, Pencemaran dan Pengawasan Lingkungan (P3L) DLH Tangsel, Hadiman.
Akibat kejadian itu, aliran kali di sekitar lokasi dilaporkan berubah warna dan mengeluarkan bau menyengat. Bahkan, sejumlah ikan ditemukan mengambang mati diduga akibat terpapar cairan pestisida dari gudang penyimpanan yang terbakar.


















