Jakarta, IDN Times - Kepala lembaga think tank, Lab45, Jaleswari Pramodhawardhani menilai peran dan keterlibatan militer di ruang sipil atau remiliterisasi semakin menguat di kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto. Salah satu indikator paling jelas yakni dengan adanya kebijakan penambahan Kodam dan Yonif Teritorial Pembangunan (TP) di Tanah Air.
Perempuan yang akrab disapa Dhani itu mengatakan, di era Prabowo jumlah Kodam akan terus ditambah hingga 37, sehingga di tiap provinsi di Tanah Air akan terdapat Kodam.
"Di era (kepemimpinan) SBY, jumlah Kodam mencapai 13. Di masa Jokowi ada 15 Kodam. Di masa Prabowo bertambah menjadi 21 Kodam dalam dua tahun, dan akan terus dilanjutkan hingga 37 hingga 2029," ujar Dhani seperti dikutip dari YouTube SMRC TV, Selasa (23/6/2026).
Kemudian, Yonif Teritorial Pembangunan (TP) kini sudah mencapai 155 hingga Mei 2026. Target pembangunannya 750 Yonif TP hingga 2029.
Dalam pandangan mantan deputi di Kantor Staf Presiden (KSP) itu, proses tersebut tidak terjadi dalam waktu sekejap. Kebijakan remiliterisasi sudah dimulai sejak Presiden Joko "Jokowi" Widodo berkuasa.
"Mungkin di awal, ini bukan sesuatu yang sifatnya sistematis. Tentara ketika itu dikerahkan untuk membantu pembangunan infrastruktur, padahal hal itu bisa dikerjakan oleh warga sipil. Namun, itu keinginan sesaat dan pengerahannya terpencar-pencar," tutur dia.
Di periode kedua, langkah Jokowi membuka pintu bagi militerisasi kebijakan publik, salah satunya dengan merintis revisi Undang-Undang TNI hingga diketok pada Maret 2025.
