Lithuania: Rusia Bisa Gunakan Drone Buatan Ukraina untuk Serang Baltik

- Menteri Pertahanan Lithuania Robertas Kaunas menyebut intelijen mendeteksi rencana Rusia memakai drone buatan Ukraina yang disita untuk menyerang infrastruktur penting di kawasan Baltik.
- Menurut Kaunas, penggunaan drone Ukraina diduga bertujuan mengaburkan tanggung jawab Rusia dan memicu kebingungan di antara negara-negara NATO pendukung Ukraina.
- PM Mindaugas Sinkevicius menyatakan ancaman hibrida Rusia nyata tetapi status ancaman Lithuania tidak berubah; pemerintah terus memantau, menilai, dan menyiapkan respons.
Jakarta, IDN Times - Menteri Pertahanan Lithuania, Robertas Kaunas, memperingatkan bahwa Rusia dapat menggunakan drone Ukraina yang disita. Langkah itu untuk menyerang infrastruktur penting di negara-negara Baltik.
Pada Mei, negara-negara Baltik sudah dikejutkan dengan masuknya sejumlah drone Ukraina. Bahkan masuknya drone Ukraina tersebut membuat eks Perdana Menteri (PM) Latvia, Evika Silina mundur karena dianggap tidak dapat melindungi negaranya.
1. Kaunas mengaku terima informasi dari intelijen Lithuania

Kaunas mengatakan bahwa informasi penggunaan drone Ukraina oleh militer Rusia didapat dari intelijen. Namun, ia tidak menjelaskan secara detail terkait target dan kemungkinan serangan.
“Kami memiliki data bahwa Rusia berencana melakukan serangan kinetik yang tidak biasa ke infrastruktur penting di kawasan Baltik. Sepertinya Rusia akan menggunakan drone buatan Ukraina untuk melancarkan aksinya,” tuturnya pada Kamis (6/8/2026), dikutip dari LRT.
Menurutnya, penggunaan drone Ukraina ini untuk menghindari tanggung jawab. Selain itu berfungsi membuat kebingungan di antara negara-negara NATO yang mendukung Ukraina.
2. PM Lithuania tidak mengubah status ancaman di negaranya

Pada saat yang sama, PM Lithuania Mindaugas Sinkevicius mengungkapkan bahwa ancaman serangan hybrid dari Rusia memang nyata. Namun, bukan berarti meningkatkan tingkat ancaman secara signifikan.
Sinkevicius menambahkan, semua keterangan publik soal ancaman keamanan harus dimaknai lebih mendalam untuk menghindari kesalahpahaman. Menurutnya, negara akan mempersiapkan semuanya dan bekerja dengan tenang.
“Kami memilih tidak menjelaskan semuanya karena kami tidak ingin negara yang tidak bersahabat tahu lebih banyak. Kami akan memantau terus situasi, menilai, dan merespons dengan tepat,” terangnya.
3. Lithuania percaya Rusia tidak sengaja menyasar perwakilannya di Kiev

Menteri Luar Negeri Lithuania, Kestutis Budrys mengatakan bahwa negaranya tidak memiliki bukti bahwa Rusia sengaja menargetkan Kantor Kedutaan Besar Lithuania di Kiev. Menurutnya, insiden itu terjadi karena ketidaksengajaan.
Budrys menyebut, kemungkinan Rusia sengaja menargetkan perwakilan Lithuania di Ukraina belum dapat dikonfirmasi kebenarannya. Namun, kemungkinan kebenaran ini juga bisa saja terjadi.
.jpg)




















