Dalam konferensi pers, Hotman Paris salah satunya melontarkan kalimat “lu punya otak enggak?” kepada seorang wartawan saat menjalankan tugas jurnalistik di Kejaksaan Agung.
TOP 5: Hotman Paris Dikecam hingga Dosen UGM Somasi Pelaku Doxing

- Forum Pemred dan PWI mengecam sikap Hotman Paris yang dianggap tidak sopan terhadap wartawan saat konferensi pers di Kejaksaan Agung Jakarta.
- Perpusnas RI menghentikan program pembagian buku ke berbagai daerah sepanjang 2026 karena keterbatasan anggaran nasional.
- Dosen Hukum UGM Nabiyla Risfa Izzati melayangkan somasi kepada pelaku doxing setelah datanya disebar usai mengkritik kebijakan Menteri PU.
Jakarta, IDN Times - Forum Pemred menyesalkan sikap dan cara Hotman Paris Hutapea menjawab pertanyaan wartawan saat jumpa pers di gedung Kejaksaan Agung Jakarta, Jumat (17/7/2026).
Dalam konferensi pers, Hotman Paris salah satunya melontarkan kalimat “lu punya otak enggak?” kepada seorang wartawan saat menjalankan tugas jurnalistik di Kejaksaan Agung.
Sementara itu, Perpustakaan Nasional (Perpusnas) RI memastikan tidak membagikan buku ke desa, taman baca masyarakat (TBM), lembaga pemasyarakatan (lapas), hingga puskesmas sepanjang 2026 akibat keterbatasan anggaran.
Berita-berita di atas ditayangkan pada Minggu (19/7/2026) bersama berita-berita menarik lainnya di kanal News IDN Times. Untuk mengetahui selengkpanya, berikut dirangkum dalam Top 5 News IDN Times.
1. Forum Pemred-PWI Kecam Hotman Paris Usai Sebut 'Lu Punya Otak Gak?' pada Jurnalis
Forum Pemred menyesalkan sikap dan cara Hotman Paris Hutapea menjawab pertanyaan wartawan saat jumpa pers di gedung Kejaksaan Agung Jakarta, Jumat (17/7/2026).
2. Miris, Perpusnas Setop Program Bagi 1.000 Buku karena Tak Ada Anggaran
Perpustakaan Nasional (Perpusnas) RI memastikan tidak membagikan buku ke desa, taman baca masyarakat (TBM), lembaga pemasyarakatan (lapas), hingga puskesmas sepanjang 2026 akibat keterbatasan anggaran.
Kepala Perpusnas RI, Aminudin Aziz, mengatakan program pembagian 1.000 buku di setiap lokasi yang berjalan pada 2024-2025 dan mendapat respons positif dari masyarakat terpaksa dihentikan tahun
3. Dosen UGM Nabiyla Risfa Somasi Pelaku Doxing usai Kritik Menteri PU
Dosen Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada (UGM) Nabiyla Risfa Izzati melayangkan somasi terhadap pelaku doxing karena telah menyebarluaskan data pribadi beserta keluarganya ke publik.
Nabiyla mendapatkan ancaman setelah melakukan kritik keras kebijakan Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo yang melakukan mutasi ASN di lingkungan Kementerian PU.
4. Prabowo Didesak Cabut Perpres Pelindungan Kejaksaan oleh Militer
Jaksa Agung periode 1999 hingga 2001, Marzuki Darusman meminta Presiden Prabowo Subianto meninjau kembali Perpres Nomor 66 tahun 2025 mengenai Pelindungan Negara Terhadap Jaksa Dalam Melaksanakan Tugas dan Fungsi Kejaksaan RI.
Menurut Marzuki, perlindungan jaksa oleh tentara merupakan sesuatu yang tidak dibutuhkan. Bahkan, dalam aturan sebelumnya, justru kepolisian yang diberi kewenangan melindungi jaksa.
5. Gerindra Bantah Hotman, Sebut Prabowo Tak Pernah Intervensi Hukum
Ketua DPP Gerindra, Bambang Haryadi menegaskan, Presiden Prabowo Subianto tidak pernah mengintervensi hukum, sebaliknya justru menjunjung tinggi penegakan hukum yang seadil-adilnya.
Pernyataan Bambang disampaikan sekaligus membantah klaim pengacara Febrie Adriansyah, Hotman Paris. Hotman sempat membawa-bawa nama Presiden dalam kasus eks Jampidsus itu.



















