Comscore Tracker

Dukung Hukuman Kebiri, Mensos: Suka atau Tidak Suka, Itu Perintah UU

Hukuman kebiri dinilai bisa berikan efek jera

Jakarta, IDN Times - Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita angkat bicara soal polemik hukuman kebiri yang dijatuhkan Pengadilan Negeri Mojokerto kepada pelaku pemerkosaan 9 anak di Mojokerto, Jawa Timur. Hingga saat ini, sang pelaku, Aris (20) masih menunggu kejelasan mengenai hukuman kebiri yang akan dijalaninya.

Vonis yang tengah menjadi pro dan kontra di tengah masyarakat ini telah diperkuat oleh Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) Nomor 1 Tahun 2016 tentang perubahan kedua UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. 

Diketahui Perppu ini merupakan tindak lanjut dari kasus pemerkosaan yang dialami Yn, siswa SMP di Bengkulu, yang berusia 14 tahun. Yn diperkosa 14 orang dan dibunuh pada 2016 lalu. 

1. Mensos mendukung hukuman kebiri

Dukung Hukuman Kebiri, Mensos: Suka atau Tidak Suka, Itu Perintah UUIDN Times/Lia Hutasoit

Mensos Agus mendukung keputusan ini, sebab menurut dia ini merupakan putusan yang sudah tertuang dalam Undang-undang (UU). Walaupun tidak mendukung, hal ini telah digariskan dalam UU.

"Itu suka atau tidak suka kita, mendukung atau tidak mendukung kita, itu adalah amanah atau perintah dari Undang-undang. Karena kita negara hukum, berdasar Undang-undang maka kita harus menghormati yang sudah diputuskan apa yang sudah digariskan oleh Undang-undang," ujar Agus saat ditemui di Kementerian Sosial, Jakarta, Rabu (28/8).

Baca Juga: Hukuman Kebiri, Menteri PPPA Tegaskan Seluruh Pihak Harus Tunduk

2. Diharapkan dapat memberi efek jera

Dukung Hukuman Kebiri, Mensos: Suka atau Tidak Suka, Itu Perintah UUIDN Times/Lia Hutasoit

Ketika ditanya apakah hukuman ini dapat memberi efek jera atau tidak, Agus menjawab bahwa hukuman kebiri kimia merupakan hukuman tertinggi. Hukuman ini dapat membuat pelaku jera dan bisa membuat para predator anak berpikir dua kali untuk melakukan tindakan keji seperti itu.

"Saya yakin bahwa ini mempunyai nilai positif dalam rangka kita memberikan perlindungan pada anak," ujar Agus. 

3. Jika tidak setuju, laporkan ke Mahkamah Konstitusi

Dukung Hukuman Kebiri, Mensos: Suka atau Tidak Suka, Itu Perintah UUIDN Times/Lia Hutasoit

Agus menyarankan jika masih ada yang memiliki pemikiran berbeda terkait putusan hukuman kebiri ini, bisa menggugat pasal terkait ke Mahkamah Konstitusi.

Bagi Agus, keputusan ini merupakan keputusan yang sudah digariskan oleh Undang-undang dan harus dihormati.

Baca Juga: ECPAT: Dana Hukuman Kebiri Kimia Mahal, Mending untuk Pemulihan Korban

Topic:

  • Dwifantya Aquina

Just For You