Jakarta, IDN Times - Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Pandjaitan mengundang Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono ke kantornya pada Kamis (20/8/2026). Dalam pertemuan tersebut, Luhut minta agar dilakukan pembenahan total terkait tata laksana program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Salah satunya dengan melakukan revisi distribusi MBG. Alih-alih MBG dibagikan ke daerah perkotaan, Luhut sarankan agar program unggulan Presiden Prabowo Subianto itu dialihkan ke wilayah tertinggal, terdepan dan terluar (3T).
"Pembangunan SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi) tak boleh lagi sekedar mengikuti kemudahan berbisnis atau mencari lokasi yang mudah diakses. Negara harus hadir lebih dulu di tempat yang paling sulit dan paling membutuhkan," ungkap Luhut yang diunggah ke akun media sosialnya pada hari ini.
Ia juga menggarisbawahi penentuan distribusi MBG wajib didasari data yang akurat, khususnya mengenai prevalensi stunting, kerentanan pangan dan tantangan geografis. Apalagi Prabowo kerap menyampaikan tujuan dari pembagian MBG untuk menurunkan tingkat stunting. Itu sebabnya salah satu penerima manfaat MBG adalah ibu hamil.
"Kepala BGN mengatakan sekitar 1.700 SPPG kini telah disiapkan untuk fokus di wilayah yang tingkat prevalensi stuntingnya tinggi seperti di Papua, Maluku, Nias dan NTT (Nusa Tenggara Timur)," tutur dia.
