Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Megawati Terima Laporan Ada Lembaga Paksa Warga Dukung Paslon Tertentu

Megawati Terima Laporan Ada Lembaga Paksa Warga Dukung Paslon Tertentu
Megawati usai rapat internal di Hotel Shangri-La Surabaya, Selasa (12/11/2024). (IDN Times/Khusnul Hasana)
Intinya Sih
  • Megawati Soekarnoputri menerima laporan adanya lembaga negara tidak netral dalam Pilkada Serentak 2024.
  • Ada dugaan lembaga memaksa warga untuk mendukung pasangan calon tertentu dengan iming-iming bantuan sembako gratis dan uang.
  • Megawati menyerukan rakyat untuk memilih pemimpin yang peduli terhadap nasib masyarakat dan mampu memberikan jaminan masa depan yang lebih baik.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, mengatakan menerima laporan mengenai adanya institusi negara yang tidak netral dalam Pilkada Serentak 2024.

Megawati mengungkapkan, ada sejumlah lembaga diduga memaksa warga untuk mendukung pasangan calon tertentu dengan iming-iming bantuan, termasuk sembako gratis dan uang.

“Mereka memaksakan pasangan calon tertentu dengan berbagai intimidasi dan sekaligus iming-iming sembako gratis bahkan uang. Itu semua adalah bagian dari money politics,” ujar Megawati dalam tayangan video yang diputar saat konferensi pers di Kantor DPP PDIP, Jalan Diponegoro, Menteng, Jakarta, Rabu (20/11/2024).

Presiden kelima RI ini menegaskan, praktik politik uang dan intimidasi merupakan pelanggaran serius yang mengancam integritas demokrasi Indonesia. Megawati menekankan pentingnya rakyat mempertahankan kehormatan, martabat, dan harga diri dalam menentukan pilihan politik.

1. Rakyat Indonesia memiliki hak untuk memilih

Suasana TPS 101 tempat AHY akan melakukan pencoblosan pada Rabu (14/2/2024). (IDN Times/Iglo Montana)
Suasana TPS 101 tempat AHY akan melakukan pencoblosan pada Rabu (14/2/2024). (IDN Times/Iglo Montana)

Sebagai bangsa besar, lanjut Megawati, rakyat Indonesia memiliki hak untuk memilih pemimpin secara bebas, tanpa tekanan atau bujuk rayu dari pihak mana pun. Ia berharap masyarakat berani menolak segala bentuk politik uang dan intimidasi, yang dianggapnya sebagai penghinaan terhadap demokrasi.

“Mari kita belajar dari rakyat Ghana di Benua Afrika. Mereka punya keberanian untuk menolak berbagai bujuk rayu kekuasaan. Bahkan ketika ada yang mencoba menyuap rakyat dengan sembako gratis, mereka berani menolak dan mengatakan: ‘yang kami perlukan adalah pendidikan dan sistem kesehatan yang lebih baik, serta pekerjaan,’” ucap Megawati.

2. Mega ajak masyarakat wujudkan pilkada yang jujur dan adil

Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri.  (IDN Times/Fauzan)
Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri. (IDN Times/Fauzan)

Megawati juga menyerukan seluruh rakyat untuk mewujudkan pilkada yang jujur, adil, dan demokratis. Ia menekankan bahwa rakyat harus memilih pemimpin yang benar-benar peduli terhadap nasib masyarakat dan mampu memberikan jaminan masa depan yang lebih baik.

“Ingat mencoblos hanya lima menit, namun dampaknya selama lima tahun. Pilihlah calon kepala daerah dan wakil kepala daerah dengan bijak. Pilih yang terbaik. Pilihlah yang mampu memberikan jaminan masa depan,” ujar Megawati.

3. Rakyat jangan terpengaruh oleh janji kosong

Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri dalam Rakernas PDIP pada Jumat (24/5/2024). (IDN Times/Ilman Nafi’an)
Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri dalam Rakernas PDIP pada Jumat (24/5/2024). (IDN Times/Ilman Nafi’an)

Dalam kesempatan itu, Megawati mengingatkan agar rakyat tidak terpengaruh oleh janji-janji kosong atau bantuan sesaat yang diberikan demi meraih suara. Menurutnya, pilihan politik harus didasarkan pada visi dan misi kandidat yang konkret untuk memajukan daerah dan menyejahterakan rakyat.

Megawati menutup pesannya dengan mengajak seluruh elemen bangsa untuk menjaga integritas Pilkada 2024 sebagai bagian dari penguatan demokrasi di Indonesia.

“Ini adalah kesempatan kita untuk menunjukkan bahwa demokrasi Indonesia adalah demokrasi yang bermartabat dan berdaulat,” imbuhnya.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Muhammad Ilman Nafian
EditorMuhammad Ilman Nafian
Follow Us

Latest in News

See More