Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Menag Nasaruddin: MTQ Nasional Akan Digelar Setiap Tahun, Mulai 2026

Menag Nasaruddin: MTQ Nasional Akan Digelar Setiap Tahun, Mulai 2026
Menag Nasaruddin Umar saat memberikan sambutan pada Pembukaan MTQ Nasional XXXI 2026, Semarang, Sabtu (13/9/2026)
  • Menteri Agama Nasaruddin Umar menetapkan MTQ Nasional menjadi agenda tahunan mulai 2026 setelah STQ resmi ditiadakan, demi memperluas syiar Al-Qur'an.
  • MTQ Nasional ke-31 di Semarang berlangsung hingga 20 September 2026, melibatkan 2.242 peserta dari 37 provinsi dalam delapan cabang lomba di 12 venue.
  • Penyelenggaraan MTQ ke-31 menyediakan cabang ekshibisi Al-Qur'an isyarat bagi penyandang tuna rungu, serta menekankan persaudaraan, integritas, sportivitas, dan pengamalan nilai Al-Qur'an.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Menteri Agama Nasaruddin Umar mengumumkan, Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) akan digelar setiap tahun. Hal ini ia sampaikan dalam pembukaan MTQ Nasional ke-31 di Semarang, Sabtu (13/9/2026).

Selama ini MTQ digelar dua tahun sekali karena bergantian dengan Seleksi Tilawatil Qur’an (STQ). Menag mengatakan, mulai tahun 2026 dan seterusnya MTQ akan ditetapkan menjadi agenda tahunan lantaran STQ sudah ditiadakan.

“Kami sampaikan kepada bapak/ibu sekalian, bahwa kita tidak mengadakan lagi STQ. Karena itu demi untuk syiar, maka Kementerian Agama memutuskan bahwa setiap tahun kita tidak melakukan STQ, tapi yang kita lakukan adalah MTQ,” ujar Nasaruddin, dikutip dari kemenag.go.id, Minggu (13/9/2026).

Adapun MTQ Nasional ke-31 di Semarang dibuka oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno. Acara pembukaan berlangsung di Lapangan Pancasila, Semarang, Jawa Tengah yang ditandai dengan pemukulan bedug. MTQ Tingkat Nasional di Semarang ini dijadwalkan akan berlangsung hingga 20 September 2026.

  1. 1. MTQ memiliki makna sosial dan kebangsaan yang besar

    1789237235_6aa597f362ee4.jpeg
    Menko PMK secara resmi membuka rangkaian MTQ Nasional XXXI 2026 didampingi Menteri Agama Nasaruddin Umar, Gubernur Jateng Ahmad Luthfi, MenPPPA Arifah C. Fauzi, Ketua LPTQ Nasional Abu Rokhmad, Wakil Gubernur Jateng Taj Yasin, dan Wali Kota Semarang Agustina W. Pramestuti. (Dok. Kemenag RI)

    Dalam sambutannya, Nasaruddin menyebut MTQ Nasional memiliki makna sosial dan kebangsaan yang besar.

    “Kafilah dari berbagai penjuru Nusantara datang dengan bahasa, budaya, dan tradisi beragam. Mereka bertemu bukan hanya untuk berkompetisi, tetapi juga untuk membangun persahabatan dan memperkuat persaudaraan,” ujarnya.

    Nasaruddin menyatakan, nilai-nilai Al-Qur'an perlu hadir dalam berbagai ruang kehidupan. Dalam keluarga, nilai tersebut antara lain tercermin melalui kasih sayang, tanggung jawab, musyawarah, dan sikap saling menghormati.

    Dalam lingkungan kerja, nilai Qurani dapat diwujudkan melalui amanah, kedisiplinan, profesionalisme, dan pelayanan yang adil.

  2. 2. MTQ diikuti 2.242 peserta dari 37 provinsi

    Menteri Agama Nasaruddin Umar memberikan sambutan pada pembukaan MTQ Nasional XXXI 2026 di Semarang, Sabtu, 13 September 2026.
    Menag Nasaruddin Umar saat memberikan sambutan pada Pembukaan MTQ Nasional XXXI 2026, Semarang, Sabtu (13/9/2026)

    MTQ Nasional ke-31 ini diikuti kafilah dari 37 provinsi dengan total 2.242 peserta. Mereka mengikuti delapan cabang lomba yang terbagi dalam 24 golongan dan 48 kategori, mulai dari kategori anak-anak hingga dewasa, termasuk tilawah, tafsir dalam tiga bahasa, serta hafalan dari satu juz hingga 30 juz.

    Guna menunjang pelaksanaan kompetisi, Menag telah mengukuhkan tujuh Dewan Pengawas dan 155 Dewan Hakim. Seluruh perlombaan dilaksanakan secara serentak di 12 venue yang tersebar di Kota Semarang, ditambah satu titik registrasi kafilah.

    Nasaruddin mengajak seluruh peserta mengikuti musabaqah dengan sungguh-sungguh, jujur, dan menjunjung sportivitas. Kepada dewan hakim dan perangkat penyelenggara, ia berpesan agar menjaga marwah MTQ melalui penilaian yang objektif, profesional, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan.

  3. 3. MTQ ke-31 memberikan ruang terbuka untuk penyandang disabilitas

    IMG-20260912-WA0013.jpg
    Gelaran Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXXI tahun 2026 di Kota Semarang, Jawa Tengah dinilai bukan hanya di gawenya umat Islam, tetapi juga menjadi pesta rakyat yang menyatukan masyarakat dari berbagai latar belakang agama. Hal itu disampaikan oleh Menteri Agama RI Nasaruddin Umar saat acara Malam Ta’aruf MTQ Nasional XXXI tahun tahun 2026 di halaman Kantor Gubernur Jateng pada Jumat malam, 11 September 2026. (Dok. Pemprov Jateng)

    MTQ ke-31 ini hadir dan memberikan ruang terbuka untuk para penyandang disabilitas sensorik tuna rungu dan pemanfaatan mushaf Al-Qur'an isyarat melalui cabang ekshibisi Al-Qur'an. Nasaruddin menyatakan bahwa tidak ada pengecualian bagi siapapun untuk mempelajari Al-Qur’an.

    "Ini menegaskan bahwa Al-Qur'an adalah petunjuk bagi semua, tidak boleh ada seseorang pun yang kehilangan kesempatan mempelajari Al-Qur'an karena kondisi fisik, sosial ekonomi, ataupun geografis,” tuturnya.

    Nasaruddin juga menyebut MTQ merupakan pesta rakyat yang paling besar di seluruh Indonesia. Ia berharap, kehadiran MTQ dapat menjadi momentum untuk menyambungkan kembali bacaan dengan tindakan, hafalan dengan pengamalan, juga pengetahuan dengan keteladanan.

    Sebagaimana Al-Qur'an diturunkan untuk dibaca, dipahami, dan ditadaburi pesan-pesannya. Ia ingin Al-Qur'an datang sebagai undangan sekaligus tiket untuk kembali ke kampung halaman rohani kita di masa yang akan datang.

  4. 4. Nasaruddin ingatkan pesan moral untuk umat dalam hidup bernegara melalui kedekatan dengan Al-Qur'an

    IMG-20260912-WA0000.jpg
    Gelaran Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXXI tahun 2026 di Kota Semarang, Jawa Tengah dinilai bukan hanya di gawenya umat Islam, tetapi juga menjadi pesta rakyat yang menyatukan masyarakat dari berbagai latar belakang agama. Hal itu disampaikan oleh Menteri Agama RI Nasaruddin Umar saat acara Malam Ta’aruf MTQ Nasional XXXI tahun tahun 2026 di halaman Kantor Gubernur Jateng pada Jumat malam, 11 September 2026. (Dok. Pemprov Jateng)

    Nasaruddin juga mengingatkan agar kedekatan dengan Al-Qur’an tercermin dalam integritas dan tanggung jawab dalam menjalankan kewenangan seperti pentingnya menjauhi korupsi dan menyalahgunakan kekuasaan, serta menjaga kepercayaan masyarakat.

    Di tengah masyarakat, sambungnya, nilai Al-Qur’an juga dapat diwujudkan melalui sikap saling mengenal, saling menolong dalam kebaikan, serta memeriksa informasi sebelum menyebarkannya. Menurutnya sikap tersebut penting untuk mencegah fitnah, hoaks, ujaran kebencian, dan tindakan yang dapat merusak kehormatan serta persaudaraan.

    Di samping itu, dalam konteks kehidupan berbangsa dan bernegara, ia menegaskan pentingnya keadilan, persatuan, perlindungan terhadap kelompok yang lemah, penghormatan terhadap kemajemukan, dan kepentingan bersama.

    “Semakin dekat seseorang kepada Al-Qur’an, semestinya semakin mulia akhlaknya, semakin santun tutur katanya, semakin menghormati perbedaan, dan semakin besar kontribusinya bagi kerukunan dan persatuan Indonesia,” katanya.

    “Mari kita jadikan MTQ ini sebagai momentum untuk berhijrah. Semoga Allah SWT meridhoi seluruh ikhtiar kita dan menjadikan Al-Qur'an sebagai cahaya yang menuntun bangsa Indonesia menuju kehidupan yang rukun, maju, adil sejahtera, dan berkeadaban,” lanjutnya.

  5. 5. MTQ jadi ruang kebersamaan masyarakat dengan beragam latar belakang

    Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi saat menghadiri Pembukaan MTQ Nasional XXXI 2026 di Semarang, Sabtu (13/9/2026).
    Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dalam Pembukaan MTQ Nasional XXXI 2026, Semarang, Sabtu (13/9/2026).

    Jawa Tengah menjadi tuan rumah MTQ Nasional untuk kedua kalinya. Pertama pada 47 tahun silam, tepatnya tahun 1979.

    Ketua Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Nasional sekaligus Dirjen Bimas Islam Abu Rokhmad menyampaikan, rangkaian MTQ Nasional ke-31 dipersiapkan dengan kerja sama Kementerian Agama, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, LPTQ, Kantor Wilayah Kementerian Agama, pemerintah daerah, dewan hakim, serta panitia pusat dan daerah.

    Abu Rokhmad berharap, MTQ Nasional tidak berhenti pada kompetisi, melainkan menjadi ruang untuk mempertemukan kecintaan terhadap Al-Qur’an dengan pengamalan nilai-nilainya dalam kehidupan, serta memperkuat persaudaraan dan persatuan masyarakat Indonesia.

    Dalam kesempatan yang sama, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi selaku tuan rumah turut menegaskan, MTQ tidak sekadar kompetisi membaca dan mengamalkan Al-Qur’an, tetapi menjadi ruang kebersamaan masyarakat dengan latar belakang yang beragam.

    Ia menyatakan bahwa kehadiran para pimpinan daerah dan kafilah dari berbagai wilayah menunjukkan kebersamaan dalam penyelenggaraan MTQ.

    Adapun pembukaan MTQ ke-31 ini selain dihadiri Menteri Agama Nasaruddin Umar, juga hadir Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Arifatul Choiri Fauzi, Wakil Menteri Agama Romo Muhammad Syafi'i, para gubernur, wakil gubernur, serta para Kepala Kanwil Kemenag Provinsi dari berbagai daerah di Indonesia. Hadir juga ribuan pengunjung dari berbagai daerah yang memadati Lapangan Pancasila.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More