Menag Tinjau Rumah Ibadah di IKN, Targetkan Semua Agama Tersedia

- Progres pembangunan Masjid Negara dan Gereja Basilika mencapai tahap lanjut, dengan fasilitas pendukung yang lengkap.
- Rencana besar kawasan IKN adalah menyediakan rumah ibadah semua agama secara harmonis dan terintegrasi.
- Harapan Menteri Agama agar fasilitas ini segera rampung untuk dimanfaatkan masyarakat, terutama menyambut bulan suci Ramadan.
Jakarta, IDN Times - Menteri Agama Nasaruddin Umar meninjau langsung progres pembangunan fasilitas rumah ibadah di Ibu Kota Nusantara (IKN), Minggu, 11 Januari 2026. Kunjungan ini disebut untuk memastikan percepatan pembangunan sarana peribadatan yang direncanakan sebagai pusat spiritualitas dan simbol kerukunan.
Lebih lanjut, Nasaruddin mengatakan, saat ini konstruksi difokuskan pada dua bangunan utama, namun kawasan tersebut akan menjadi kompleks yang inklusif bagi semua pemeluk agama.
"Saat ini Masjid Negara dan Basilika sedang berproses. Ke depannya, seluruh rumah ibadah lintas agama mulai dari Gereja Kristen, Vihara, Kuil, hingga Pura besar akan dibangun dalam satu kawasan yang berdekatan," ujar Nasaruddin, dalam keterangan pers, Selasa (13/1/2026).
1. Progres dua bangunan pertama di kompleks rumah ibadah IKN

Lebih jauh, progres konstruksi untuk dua bangunan pertama telah mencapai tahap lanjut. Pembangunan Masjid Negara telah menyentuh 90 persen penyelesaian, dengan kapasitas mencapai 60 ribu jemaah. Ciri khas masjid ini disebut memiliki menara setinggi 99 meter yang melambangkan Asmaul Husna.
Sementara, Gereja Basilika yang dirancang membentuk simbol salib jika dilihat dari udara juga menunjukkan kemajuan signifikan. Bangunan berkapasitas 1.600 umat ini dilengkapi dengan fasilitas pendukung seperti Wisma Uskup, Jalan Salib, Taman Goa Maria, dan Gedung Kolaborasi Lintas Agama.
Tak hanya itu, Nasaruddin juga memberikan masukan teknis dan estetis, termasuk penambahan ornamen serta pengaturan pencahayaan yang artistik pada Masjid Negara dan Basilika. Tujuannya untuk memperkuat aura spiritualitas bangunan.
2. Rumah ibadah seluruh pemeluk agama dirancang untuk berdampingan secara harmonis

Selain dua bangunan itu, rencana besar kawasan ini adalah menghadirkan rumah ibadah semua agama secara berdampingan. Kepala Petugas Konstruksi, Evry, menjelaskan rumah ibadah Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, dan Khonghucu dirancang untuk berdampingan secara harmonis.
"Tahap awal memang dua bangunan ini, namun rencana besar mencakup Klenteng besar, Vihara, dan Pura yang semuanya terintegrasi,” katanya.
Evry menyebut harapannya kompleks ini dapat menjadi potret toleransi dan moderasi beragama di Indonesia.
3. Harapan dapat segera dimanfaatkan masyarakat

Lebih lanjut, Nasaruddin berharap, fasilitas ini segera rampung agar bisa dimanfaatkan masyarakat dan pegawai IKN, terutama menyambut bulan suci Ramadan. Pembangunan yang berjalan lancar diharapkan dapat segera mengakomodasi kegiatan ibadah dan memperkuat ukhuwah di lingkungan IKN.
"Kami berharap pembangunan ini berjalan lancar dan segera selesai. Apalagi sebentar lagi kita akan memasuki bulan suci Ramadan. Harapannya, jika sudah rampung, masyarakat bisa langsung memanfaatkannya untuk beribadah dan memperkuat ukhuwah di lingkungan IKN," pungkasnya.
















