Menhut Lepas 19 Kupu-kupu Langka di Taman Nasional Bantimurung

- Menhut tekankan pentingnya Taman Nasional Bantimurung
- Menhut soroti fasilitas dalam Taman Nasional
- Perlu ada kerjasama dari semua pihak untuk menjaga hutan
Jakarta, IDN Times - Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni, mengunjungi kawasan konservasi serta pengembangan ekowisata berbasis keanekaragaman hayati di Taman Nasional Bantimurung, Sulawesi Selatan sebagai ‘Kingdom of Butterfly’ pada Rabu (28/1/2026).
Pada kesempatan tersebut, Menhut melepaskan 11 ekor burung Jalak Tunggir Merah, 32 burung Kacamata Kericau, 19 kupu-kupu langka berbagai jenis seperti Macan Abu, Raja, Bidadari, Merak Cekatan dan Ranggas Daun.
"Betapa pentingnya makna dan arti Taman Nasional. Kingdom of Butterfly, kerajaan kupu kupu. Dalam sepuluh tahun terakhir, terjadi peningkatan jumlah spesies kupu-kupu hingga 114 persen. Ini menandakan keberhasilan kolaborasi seluruh stakeholder dalam menjaga ekosistem penting ini,” ujar Antoni dalam keterangan tertulisnya.
1. Menhut tekankan pentingnya Taman Nasional Bantimurung

Antoni menekankan perlunya perbaikan infrastruktur pendukung seperti jalur wisata yang masih licin dan berlumut agar lebih aman dan ramah pengunjung. Menurutnya, pengembangan ekowisata yang baik akan memberikan banyak manfaat, baik bagi pengunjung maupun bagi kelestarian ekosistem.
"Ini sebuah kebahagiaan saya kembali dapat mengunjungi Taman Nasional ini setelah berapa dekade saya kunjungi sebagai mahasiswa, menikmati kekayaan alam yang indah dan keanekaragaman hayati," ujar Antoni.
2. Menhut soroti fasilitas dalam Taman Nasional

Antoni juga menyoroti pentingnya perbaikan fasilitas dasar kawasan salah satunya toilet di dalam Taman Nasional. Ia menekankan bahwa kualitas fasilitas mencerminkan pengelolaan kawasan.
“Saya selalu mengatakan, jangan hanya melihat ruang tamu, tapi lihatlah toiletnya. Ini penting sekali," kata Antoni.
3. Perlu ada kerjasama dari semua pihak untuk menjaga hutan

Antoni menegaskan komitmen pemerintah dalam menjaga ekosistem sekaligus meningkatkan kualitas layanan kawasan Taman Nasional. Menurutnya, perlu ada kerjasama dari semua pihak untuk menjaga hutan.
“Semua pihak bahu-membahu, dan hasilnya bisa kita rasakan bersama. Menjaga kosistem yang penting ini, sehingga meningkatkan jumlah spesies,” tambahnya.














