Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Pemberontak Serang Kapal Perang AS di Laut Merah, Dua Tentara Terluka

Pemberontak Serang Kapal Perang AS di Laut Merah, Dua Tentara Terluka
potret kapal perang USS Gerald Ford (commons.wikimedia.org/U.S. Navy)
Intinya Sih
  • Kapal perang USS Gerald Ford diserang pemberontak di Laut Merah pada 12 Maret 2026, melukai dua tentara tanpa menyebabkan kerusakan serius pada kapal.
  • USS Gerald Ford merupakan kapal induk bertenaga nuklir yang terlibat dalam operasi militer AS ke Iran dan berfungsi menjaga stabilitas di Timur Tengah.
  • Kapal ini sedang berpatroli di Laut Merah hingga April 2026 di tengah meningkatnya ketegangan antara Iran, AS, dan Israel, setelah sebelumnya USS Abraham Lincoln juga diserang drone.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Kapal perang USS Gerald Ford milik Amerika Serikat yang sedang berlayar di Laut Merah dilaporkan diserang kelompok pemberontak. Serangan tersebut terjadi pada Kamis (12/3/2026). 

Menurut keterangan pejabat militer AS yang tidak disebut namanya, serangan tersebut tidak merusak kapal. Namun, serangan ini melukai dua tentara yang sedang bertugas. Beruntungnya, luka yang mereka alami tidak terlalu parah. Saat ini, mereka juga sudah diberikan perawatan medis untuk menyembuhkan lukanya. 

"Tidak ada kerusakan pada sistem penggerak kapal dan kapal induk tetap beroperasi penuh," kata pejabat militer AS, seperti dilansir CNA, Jumat (13/3/2026).

1. Kapal USS Gerald Ford ikut andil dalam serangan Iran

Warga Iran sedang berjalan.
potret warga Iran (pexels.com/Elif Ozlem Aydeniz)

Sebagai informasi, kapal USS Gerald Ford sendiri merupakan kapal perang milik angkatan laut AS. Kapal tersebut turut andil dalam serangan AS ke Iran dalam operasi militer bertajuk Epic Furry. Kapal tersebut juga turut andil dalam memantau situasi di Selat Hormuz. 

Kapal USS Gerald Ford menampung lebih dari 5.000 tentara dan lebih dari 75 pesawat tempur yang siap menyerang musuh. Kapal tersebut dikabarkan sudah berlayar selama kurang lebih sembilan bulan untuk melakukan berbagai operasi militer, termasuk operasi militer yang dilakukan AS ke Iran.

Keberadaan kapal induk bertenaga nuklir ini juga berfungsi sebagai penjaga perdamaian di perairan Timur Tengah. Ini merupakan bagian dari misi Presiden AS, Donald Trump, untuk menjaga perdamaian dunia.

2. Kapal USS Gerald Ford berlayar di Laut Merah untuk berpatroli

Laut Merah.
potret wilayah Laut Merah (commons.wikimedia.org/NASA)

Sejak Rabu (11/3/2026), kapal USS Gerald Ford sudah berlayar di Laut Merah. Di sana, mereka melakukan patroli untuk memantau situasi di tengah konflik di Timur Tengah antara Iran, AS, dan Israel yang sedang memanas.

Kapal USS Gerald Ford ini dikabarkan bakal terus berlayar di perairan Timur Tengah, termasuk di Laut Merah, sampai April 2026 mendatang atau sampai situasi konflik mereda. Sebab, hingga saat ini, Iran masih kerap melakukan serangan ke kapal-kapal yang berlayar di perairan Timur Tengah, termasuk yang berlayar di Laut Merah dan Selat Hormuz.

3. Kapal USS Abraham Lincoln juga terkena serangan pada pekan lalu

Kapal perang USS Abraham Lincoln sedang berlayar di laut.
potret kapal perang USS Abraham Lincoln (commons.wikimedia.org/U.S. Navy)

Selain USS Gerald Ford, kapal perang USS Abraham Lincoln juga pernah terkena serangan drone. Saat itu, serangan dilakukan oleh Pasukan Garda Revolusi Iran (IRGC) saat kapal sedang berlayar di sekitar Teluk Oman. 

Namun, serangan tersebut tidak mengenai kapal. Sebab, drone yang ditembakkan ke arah kapal berhasil dihalau oleh sistem pertahanan udara angkatan laut Negeri Paman Sam. 

“Serangan yang diluncurkan bahkan tidak mendekati sasaran," bunyi pernyataan resmi militer AS merespons serangan drone IRGC dilansir Times of Israel.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Sonya Michaella
EditorSonya Michaella
Follow Us

Latest in News

See More