Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Banjir Sumatra Rusak 107 Ribu Hektare Sawah dan Ribuan Ternak

IMG_6504.jpeg
Menteri Pertanian/Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Andi Amran Sulaiman. (IDN Times/Vadhia Lidyana)
Intinya sih...
  • Menteri Pertanian Amran Sulaiman menyatakan banjir bandang dan longsor di Sumatra mengakibatkan 107,4 ribu hektare sawah terdampak.
  • 56,1 ribu hektare sawah rusak ringan, 22,2 ribu hektare rusak sedang, dan 29,1 ribu hektare rusak berat.
  • 44,6 ribu hektare tanaman padi dan jagung gagal panen, serta lebih dari 820.000 ekor ternak mati atau hilang akibat bencana.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Menteri Pertanian Amran Sulaiman menyatakan, banjir bandang dan longsor yang melanda Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat turut berdampak parah terhadap sektor pertanian. Total luas sawah terdampak mencapai 107,4 ribu hektare.

Amran merinci kondisi sawah berdasarkan tingkat kerusakan: rusak ringan 56,1 ribu hektare, rusak sedang 22,2 ribu hektare, dan rusak berat 29,1 ribu hektare.

"Berdasarkan data per tanggal 13 Januari 2026 sawah yang terdampak bencana di ketiga provinsi mencapai 107,4 ribu hektare yang terdiri atas sawah rusak ringan 56,1 ribu hektare, rusak sedang 22,2 ribu hektare, rusak berat 29,1 ribu hektare," kata Amran dalam rapat kerja bersama Komisi IV DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (14/1/2026).

Dari lahan sawah tersebut, 44,6 ribu hektare tanaman padi dan jagung mengalami gagal panen. Sementara itu, pada sektor perkebunan, terdapat 29,3 ribu hektare lahan kopi, kakao, dan kelapa (di luar sawit) terdampak, serta 1.800 hektare lahan hortikultura, termasuk sayuran, buah, dan tanaman obat, yang rusak.

Kerugian juga meluas ke sektor peternakan. Amran menyebutkan, lebih dari 820.000 ekor ternak, seperti sapi, kerbau, kambing, domba, dan unggas, juga mati atau hilang akibat bencana.

Kerusakan infrastruktur pertanian juga cukup besar: 58 unit rumah potong hewan rusak, 2.300 unit alsintan hilang, 74 Balai Penyuluhan Pertanian rusak, 3 unit bendungan rusak, 152 kilometer irigasi rusak, dan 820 unit jalan produksi rusak.

"Tentu data dampak kerusakan di sektor pertanian ini bersifat dinamis dan terus kami perbarui setiap harinya melalui koordinasi intensif antara eselon I lingkup Kementan dengan dinas lingkungan pertanian provinsi di ketiga wilayah terdampak," tambah Amran.

Untuk mempercepat pemulihan, Presiden Prabowo Subianto membentuk Satuan Tugas (Satgas) percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.

"Bapak Presiden telah memutuskan untuk membentuk satuan tugas percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di tiga provinsi, Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat," kata Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi.

Satgas ini bertujuan untuk mempercepat pemulihan wilayah terdampak dan meminimalkan kerugian ekonomi akibat bencana yang telah meluluhlantakkan sejumlah wilayah Sumatra.

Share
Topics
Editorial Team
Ilyas Listianto Mujib
EditorIlyas Listianto Mujib
Follow Us

Latest in News

See More

Cara Indonesia Hadapi Ancaman Runtuhnya

14 Jan 2026, 16:54 WIBNews