Inggris Izinkan AS Gunakan Pangkalan Militernya untuk Serang Iran

- Pemerintah Inggris di bawah Keir Starmer mengizinkan Amerika Serikat menggunakan pangkalan militernya untuk serangan terbatas terhadap kemampuan rudal Iran di tengah meningkatnya ketegangan kawasan.
- Pesawat dan pasukan Inggris telah dikerahkan di Timur Tengah, termasuk operasi pencegatan drone Iran serta perlindungan pangkalan dan sekutu dari potensi ancaman serangan balasan Teheran.
- Menteri Pertahanan John Healey menegaskan langkah Inggris bersifat pertahanan diri, memperkuat kerja sama dengan AS tanpa memastikan keterlibatan langsung dalam aksi ofensif terhadap Iran.
Jakarta, IDN Times - Amerika Serikat (AS) telah diizinkan untuk menggunakan pangkalan-pangkalan Inggris untuk serangan terbatas terhadap kemampuan rudal Iran. Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer, menyetujui rencana tersebut.
Hal senada disampaikan Menteri Pertahanan Inggris, John Healey. Dia mengatakan, Inggris telah meningkatkan upaya bersama Negeri Paman Sam demi menekan Iran.
AS bersama dengan Israel menyerang Iran yang menewaskan pemimpin tertinggi, Ayatollah Ali Khamenei. Iran juga membalas serangan tersebut ke berbagai pangkalan militer milik AS dan sekutunya yang berada di kawasan Timur Tengah.
1. AS minta Inggris membantunya melawan serangan Iran

Starmer, lewat video pernyataannya, menyatakan langkah paling efektif menghentikan perlawanan Iran adalah menghancurkan rudal-rudalnya dari titik peluncuran. Inggris, ditegaskan Starmer, telah mengizinkan Amerika Serikat untuk memakai pangkalan militernya agar bisa menjalankan strategi tersebut.
"Satu-satunya cara untuk menghentikan ancaman tersebut adalah dengan menghancurkan rudal-rudal tersebut di sumbernya, di depot penyimpanannya atau peluncur yang digunakan untuk menembakkan rudal. AS telah meminta izin untuk menggunakan pangkalan-pangkalan Inggris untuk tujuan pertahanan khusus dan terbatas tersebut. Kami telah mengambil keputusan untuk menerima permintaan ini," kata Starmer dalam video pernyataan, dikutip dari BBC, Senin (2/3/2026).
Keputusan tersebut diambil di tengah eskalasi di Timur Tengah setelah serangan AS dan Israel terhadap Iran dan serangan rudal dan drone balasan Teheran, yang meningkatkan kekhawatiran akan konflik regional yang lebih luas.
2. Pesawat Inggris sudah ada di langit Timur Tengah

Pada 28 Februari 2026, setelah Operasi Epic Fury, Starmer mengonfirmasi pesawat-pesawat Inggris berada di langit seluruh Timur Tengah sebagai bagian dari operasi pertahanan regional terkoordinasi untuk melindungi rakyat, kepentingan, dan sekutu Inggris. Healey kemudian mengungkapkan, dua rudal Iran ditembakkan ke arah Siprus, tempat Inggris mempertahankan area pangkalan kedaulatan utama.
Angkatan Udara Kerajaan mengonfirmasi, jet Typhoon yang beroperasi dari Qatar sebagai bagian dari Skuadron Typhoon gabungan Inggris-Qatar berhasil mencegat sebuah drone Iran yang menuju ke Qatar. Sekitar 300 personel Inggris ditempatkan di fasilitas angkatan laut di Bahrain, tempat rudal dan drone Iran menyerang daerah-daerah terdekat.
"Kami menembak jatuh drone yang mengancam pangkalan, rakyat, atau sekutu kami," kata Healey kepada Sunday Morning with Trevor Phillips di Sky News.
3. Inggris tingkatkan peran bersama Amerika di Timur Tengah

Healey menyatakan semua tindakan Inggris bukan untuk membantu Amerika Serikat dan Israel. Namun, aksinya dilakukan sebagai bentuk pertahanan diri.
Saat ini, Inggris menurut Healey belum bisa memastikan apakah akan ikut aksi serangan bersama Amerika Serikat secara aktif, meski pada 28 Februari 2026 lalu, Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, sudah berbicara intensif dengan Starmer.
"Kami telah meningkatkan peran kami bersama Amerika. Kami telah meningkatkan pasukan pertahanan kami di Timur Tengah. Kami menerbangkan serangan-serangan itu. Semua tindakan kami adalah untuk membela kepentingan dan membela sekutu Inggris," ujar Healey.


















.jpg)