Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Perang Iran-Israel, Elite Golkar: RI Berperan Serukan Ketertiban Dunia

Perang Iran-Israel, Elite Golkar: RI Berperan Serukan Ketertiban Dunia
Politikus Partai Golkar Idrus Marham usai menjalani pemeriksaan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Rabu (31/1/2024). (ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha)
Intinya Sih
  • Wakil Ketua Umum Golkar Idrus Marham menegaskan Indonesia harus bersuara di forum internasional untuk menghentikan kekerasan dan mendorong gencatan senjata dalam konflik Iran-Israel-AS.
  • KBRI Teheran memastikan 329 WNI di Iran dalam kondisi aman, tetap berkomunikasi aktif, dan mengimbau peningkatan kewaspadaan di tengah situasi yang masih dinamis.
  • Presiden Prabowo Subianto menawarkan diri sebagai mediator perdamaian antara Iran, Israel, dan AS, menegaskan komitmen Indonesia terhadap penyelesaian damai serta penghormatan kedaulatan negara.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times – Wakil Ketua Umum Partai Golkar, Idrus Marham, menyampaikan Indonesia memiliki peran untuk menyerukan ketertiban dunia. Ia pun mendorong pemerintah Indonesia mengambil posisi tegas dalam forum internasional, untuk menyerukan penghentian kekerasan dan mendorong gencatan senjata.

Hal ini menyikapi eskalasi yang kian memburuk di kawasan Timur Tengah, menyusul perang terbuka antara Iran, Israel, dan Amerika Serikat.

“Indonesia, sesuai amanat Pembukaan UUD 1945, memiliki tanggung jawab moral untuk ikut melaksanakan ketertiban dunia, berdasarkan kemerdekaan dan perdamaian abadi. Kita tidak boleh diam,” kata Idrus kepada jurnalis, Senin (2/3/2026).

Idrus meminta jalur diplomasi diintensifkan, termasuk melalui Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) dan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), guna mencegah konflik meluas.

"Jika konflik ini terus bereskalasi, dampaknya bukan hanya regional, tetapi global—termasuk pada stabilitas ekonomi, energi, dan keamanan internasional,” kata Idrus.

1. Singgung kemunduran peradaban

Perang Iran-Israel, Golkar: RI Berperan Serukan Ketertiban Dunia
Idrus Marham. (Antara Sulsel/Darwin Fatir)

Idrus mengatakan, setiap negara memiliki kedaulatan yang harus dihormati. Ia pun menekankan, tindakan militer sepihak mengingkari prinsip hukum internasional dan Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Menurut Idrus, serangan tersebut tidak hanya menyasar simbol kepemimpinan sebuah negara berdaulat, tetapi juga menjadi preseden buruk berbahaya dalam tata hubungan internasional.

“Apapun dalihnya, pendekatan kekuatan bersenjata yang menghilangkan nyawa dan menghancurkan infrastruktur sipil adalah kemunduran peradaban. Dunia seharusnya bergerak menuju dialog, bukan dominasi militer,” kata dia.

Idrus turut menyoroti dampak kemanusiaan yang ditimbulkan, apalagi serangan yang dilakukan Amerika dan Israel bertepatan dengan bulan Suci Ramadan.

“Ketika bom dijatuhkan, yang paling menderita adalah rakyat sipil. Anak-anak, perempuan, orang tua yang tidak tahu-menahu soal geopolitik menjadi korban. Ini tragedi kemanusiaan,” kata Mantan Menteri Sosial itu.

2. KBRI catat 329 WNI di Iran dalam kondisi aman

Perang Iran-Israel, Golkar: RI Berperan Serukan Ketertiban Dunia
Kepulan asap membubung setelah serangan rudal di Teheran, Iran pada 1 Maret 2026. (ATTA KENARE/AFP)

Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Teheran memastikan terus memantau kondisi warga negara Indonesia (WNI) di Iran menyusul serangan yang dilakukan sejumlah negara terhadap wilayah tersebut.

Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh (LBBP) Republik Indonesia untuk Iran dan Turkmenistan, Roy Sumirat, mengatakan fokus utama KBRI saat ini adalah menjaga komunikasi intensif dengan seluruh WNI yang berada di berbagai kota di Iran.

“Konsentrasi KBRI Teheran adalah melakukan komunikasi dua arah dengan seluruh WNI di Iran," ucapnya dalam keterangannya, Jumat, 28 Februari 2026.

Hingga saat ini, tercatat sedikitnya 329 WNI telah melapor dan tercatat secara resmi di Kedutaan Besar Republik Indonesia di Teheran. Data tersebut menjadi acuan utama dalam proses pemantauan dan koordinasi perlindungan.

“Seluruh simpul WNI yang kami hubungi menyampaikan tidak ada ancaman langsung yang dirasakan hingga saat ini,” jelasnya.

Meski demikian, KBRI tetap mengimbau agar para WNI meningkatkan kewaspadaan dan mengambil langkah-langkah pengamanan diri, serta keluarga masing-masing di tengah situasi yang masih dinamis.

"Adapun assessment mengenai keamanan di Iran akan tetap dilakukan KBRI Teheran dan berkoordinasi dengan kantor Kementerian Luar Negeri di Jakarta," tegasnya.

3. Prabowo ingin jadi mediator Iran-Israel

Perang Iran-Israel, Golkar: RI Berperan Serukan Ketertiban Dunia
Presiden Prabowo Subianto bertemu dengan Presiden Persatuan Emirat Arab (PEA), Sheikh Mohammed bin Zayed Al Nahyan (MBZ) (dok. BPMI Sekretariat Presiden)

Presiden RI Prabowo Subianto menawarkan diri menjadi mediator terkait perang Iran dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel. Hal ini dinyatakan dalam pernyataan Kementerian Luar Negeri RI.

“Pemerintah Indonesia, dalam hal ini Presiden Republik Indonesia, menyampaikan kesiapan untuk memfasilitasi dialog bagi terciptanya kembali kondisi keamanan yang kondusif dan apabila disetujui kedua belah pihak, Presiden Indonesia bersedia untuk bertolak ke Teheran untuk melakukan mediasi,” kata Kemlu RI di akun X @Kemlu_RI, Sabtu, 28 Februari 2026.

Dalam pernyataan tersebut, Indonesia kembali menekankan pentingnya menghormati kedaulatan dan integritas wilayah setiap negara, serta menyelesaikan perbedaan melalui cara damai.

Diketahui, eskalasi meningkat di kawasan Timur Tengah, menyusul adanya perang terbuka antara Iran, Israel, dan AS. Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei tewas dalam serangan militer pada Minggu (1/3/2026) pagi.

Khamenei tewas terbunuh di kantornya saat "melakukan tugas yang diberikan kepadanya" pada dini hari Sabtu pagi. Iran menetapkan masa berkabung nasional selama 40 hari, serta tujuh hari libur umum.

Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menulis di platform Truth Social bahwa Khamenei terbunuh dalam serangan yang dimulai pada Sabtu dini hari.

"Ia tidak mampu menghindari sistem intelijen dan pelacakan canggih milik AS dan Israel," tulis Trump, dikutip Al Jazeera, Minggu.

Share
Topics
Editorial Team
Rochmanudin Wijaya
EditorRochmanudin Wijaya
Follow Us

Latest in News

See More