Meskipun Skala Kecil, Dampak Longsor Bandung Barat Capai 30 Hektare

- Dampak longsor Cisarua di Bandung Barat mencapai 30 hektare, lebih besar dari prediksi awal.
- Longsor dipicu oleh curah hujan tinggi selama dua hari berturut-turut.
- Pihak Basarnas Bandung telah menemukan 38 kantong mayat dan mengirimkannya ke tim DVI Polri untuk diidentifikasi.
Jakarta, IDN Times - Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii mengatakan, dampak tanah longsor Cisarua di Kabupaten Bandung Barat meluas hingga 30 hektare, lebih besar dari prediksi awal yang mencapai 140 meter. Longsor tersebut dipicu curah hujan tinggi yang terjadi selama dua hari berturut.
Hal itu disampaikan Syafi'i dalam rapat kerja Komisi V DPR RI bersama semua mitra kerja di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (27/1/2026). Syafi’i menjelaskan longsor terjadi di kawasan Gunung Burangrang dengan ketinggian 2.000 MDPL.
"Kami mendetect dengan kelebaran longsor dimana sungai tadinya ini ada sungai kecil dengan kelebaran 2 sampai 5 meter. Dampak longsoran itu kami hitung mencapai 140 meter. Namun dalam perkembangannya ternyata dampak dari longsoran ini mencapai lebih dari 30 hektare," ujarnya.
Syafi'i menjelaskan pemantauan tahap awal, Basarnas mendeteksi satu titik puncak yang menjadi pusat longsoran atau mahkota longsor. Dia mengatakan panjang longsoran mencapai sekitar 2.009 meter dari titik tersebut hingga area terdampak paling bawah.
"Ternyata Mahkota Longsor tidak di ketinggian itu sebenarnya awalnya. Jadi di puncak Gunung Burangrang itu ternyata ada mahkota yang pertama," ujarnya.
Dia mengatakan, pada hari kedua operasi, asosiasi pilot drone membantu tim SAR melakukan pemotretan dari udara untuk mengetahui struktur longsoran secara lebih akurat.
"Sebenarnya kecil tidak besar longsoran ini. Ternyata dari longsoran ini menciptakan longsoran kedua dengan mahkota itulah. Jadi langsung menimpa dalam bukit yang besar ini dan berdampak seperti ini," imbuh dia.
Kepala Kantor Basarnas Bandung, Ade Dian Permana mengatakan, pihaknya telah mengirimkan sebanyak 38 kantong mayat ke tim DVI Polri untuk diindentifikasi.
Temuan kantong ini berdasarkan pencari dari hari pertama hingga hari ketiga, Senin (26/1/2026). Ia mengatakan, per hari ketiga ini ada sebanyak empat kantong mayat yang diserahkan kepada tim DVI Polri.
"Jadi, kami update dari hasil informasi di lapangan sampai dengan 18.30 WIB, kami masih menemukan ada empat bodypack (kantong mayat) yang sudah diserahkan ke DVI Polri," kata Ade saat ditemui di Pos Basarnas, Senin (26/1/2026).


















